Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Pendapatan Keluarga Dengan Status Gizi Balita Desa Ngadiluwih Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri Mulazimmah, Mulazimmah
Efektor Vol 4 No 2 (2017): Efektor Vol 4 No 2 Tahun 2017
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.636 KB) | DOI: 10.29407/e.v4i2.965

Abstract

Status gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat gizi. Meningkatkan status gizi Masyarakat merupakan salah satu basis pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas. Pendidikan tinggi, makanan cukup dan jaminan kesehatan adalah modal dasar pembentukan sumber daya yang berkualitas untuk menyongsong masa depan Untuk memenuhi kebutuhan gizi Balita, sosial ekonomi berhubungan dengan kemampuan keluarga untuk memenuhi kebutuhan zat gizi. (Hidayat, 2012). penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan metode pendekatan cross sectional. Responden dalam penelitian ini berjumlah 176 Balita dan Kepala Keluarga. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Dari 176 Responden, pendapatan rendah sebanyak 38 Kepala Keluarga (21.6%), menengah sebanyak 47 Kepala Keluarga (26.7%), pendapatan tinggi sebanyak 91 Kepala keluarga (51,7%). Dari 176 Responden, status gizi baik sebanyak 119 Balita (67.6%), gizi kurang sebanyak 54 Balita (30,7%), dan gizi buruk sebanyak 3 Balita (1.7%). Terdapat hubungan yang bermakna antara pendapatan dengan status gizi Balita p = 0,019 (p < 0,05). Hubungan pendapatan keluarga dengan status gizi Balita di Desa Ngadiluwih Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri, ada hubungan yang signifikan p = 0,019 (< 0,05 ), yang berarti hipotesis dalam penelitian ini diterima
Mulazimah HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN KEMAMPUAN MOBILISASI DINI IBU POST SC DI DETASEMEN KESEHATAN RUMAH SAKIT TK IV 05.07.02 KEDIRI: HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN KEMAMPUAN MOBILISASI DINI IBU POST SC DI DETASEMEN KESEHATAN RUMAH SAKIT TK IV 05.07.02 KEDIRI mulazimmah, mulazimmah
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 1 No 2 (2017): volume 1 nomor 2 tahun 2017
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.259 KB) | DOI: 10.29407/judika.v1i2.700

Abstract

Pelayanan kesehatan maternal dan neonatal merupakan salah satu unsur penentu status kesehatan masyarakat yang dapat diketahui dengan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Diperkirakan 60% kematian ibu akibat kehamilan terjadi pada masa post partum, 50 % kematian ibu post partum tersebut terjadi karena komplikasi dalam 24 jam pertama. Perawatan selama nifas diperlukan untuk mencapai status kesehatan ibu yang optimal dan mencegah komplikasi. Mobilisasi dini sangat penting untuk ibu post SC agar dapat mengembalikan fungsi usus, mempercepat proses involusi, mempercepat sirkulasi peredaran darah, mempercepat proses penyembuhan luka, meningkatkan kepercayaan ibu dan mencegah terjadinya trombosis. Keadaan pasien baik fisik maupun psikologis harus diperhatikan pada implementasi mobilisasi dini. Tingkat kecemasan merupakan salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam implementasi mobilisasi dini. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode observasional menggunakan rancangan penelitian survey analitik. Responden penelitian ini adalah seluruh ibu post SC yang dirawat di RS DKT Kediri periode Januari dan lulus dalam uji L-MMPI sejumlah 17 orang. Sedangkan teknik sampling yang digunakan adalah teknik sampling jenuh. Hasil Penelitian: Hasil Penelitian menunjukkan ada hubungan negatif yang signifikan antara tingkat kecemasan dengan kemampuan mobilisasi dini ibu post SC, sebagian besar responden termasuk kategori kecemasan sedang (64,71%), dan kemampuan mobilisasi dibantu (47,06%).. Kesimpulan: Terdapat hubungan negatif yang signifikan antara tingkat kecemasan dengan kemampuan mobilisasi dini ibu post SC, dimana nilai p=0,013 (p<0,05).
Perbedaan Pengaruh Penggunaan Kontrasepsi Pil Kombinasi Dan Kontrasepsi Iud Terhadap Perubahan Berat Badan Pada Akseptor Di Wilayah Puskesmas Sukorame mulazimmah, mulazimmah
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 2 No 1 (2017): volume 2 nomor 1 tahun 2017
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.83 KB) | DOI: 10.29407/judika.v2i1.11806

Abstract

Jumlah penduduk yang besar dan laju pertumbuhan penduduk yang tinggi merupakan masalah pokok kependudukan di Indonesia, sehingga perlu dilaksanakan langkah preventif berupa program KB Nasional (Wiknjosastro, 2010). Salah satu metode kontrasepsi yang banyak digunakan adalah kontrasepsi hormonal. Penelitian ini menggunakan desain penelitian case control (retrospective). Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Sukorame Kota Kediri pada bulan Februari sampai dengan Maret 2016. Responden dalam penelitian ini 76. Pengambilan sampel dengan teknik sample random sampling. Analisa data menggunakan uji – t. Instrumen berupa kuesioner telah diuji validitaskan dengan expert. Sesuai analisa menggunakan SPSS dengan Independent Sample t Test diperoleh hasil p = 0,000 (p<0,05) menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan terhadap perubahan berat badan pada penggunaan kontrasepsi pil kombinasi maupun kontrasepsi IUD. Penggunaan kontrasepsi pil kombinasi berpengaruh terhadap peningkatan berat badan, selain disebabkan karena faktor yang lain. Kata kunci : Penggunaan kontrasepsi pil kombinasi, Penggunaan kontrasepsi IUD, Perubahan berat badan