Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MENGHADAPI KAPITALISME: PENDEKATAN ECO-SUFISM DALAM GERAKAN ENVIRONMENTALISME ISLAM INDONESIA Imamah, Fardan Mahmudatul
Kontemplasi: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Kontemplasi
Publisher : IAIN Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.395 KB) | DOI: 10.21274/kontem.2017.5.1.109-135

Abstract

The issues of environmental degradation as well as global warming aren?t merely about environmentalism reaction?s activities, but also dealing with the demands of capitalism that keep asking the needs of human life. The need invites exploitation of natural resources as quickly and thoroughly at any time in various places. It has an impact on the declining quality of the environment and natural disasters to social conflict. The function of religion as a source of ethics and morals get the right and significant momentum in addressing the issues described above. Sufism, in particular, as a source of Islamic values ??and attitudes 'restraint' and see everything created by God as part of His power, so that gave birth to its moral responsibility to the environment and the universe. This paper will elaborate the rethinking of the doctrine of enviromental theologians followed by the mapping of the environmental movement of the Muslim?s environment in recent time. The main purpose of this paper is to encourage the main idea of ?eco-Sufism? through ?eco-pesantren?, so it ingrained the culture of being devout Muslims are Muslims that dedicated to the environment. Keywords: eco-sufism, capitalism, pesantren, environment.
SOCIAL NETWORK ANALYSIS TERHADAP KOMUNIKASI POLITIK PEREMPUAN DI TWITTER Imamah, Fardan Mahmudatul
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 11, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v11i2.7251

Abstract

ABSTRAKKomunikasi politik perempuan sering dalam berbagai kajian ditunjukkan dalam bentuk partisipasi perempuan di medan politik praktis. Sedikit di antara kajian tersebut yang menempatkan komunikasi politik sebagai proses bargaining politik perempuan melalui gerakan yang disiplin dan militan. Dengan adanya media sosial, komunikasi politik tidak lagi dilakukan secara konvensional, begitu juga partisipasi warganegara, termasuk di antara para perempuan yang memberikan dukungan secara agresif kepada kandidat yang didukungnya melalui Twitter. Hashtag #ThePowerOfEmakEmak dan gerakan mobilisasi perempuan Pepes merupakan kasus yang tepat untuk menunjukkan bahwa tanpa partai atau keterlibatan langsung dalam sistem politik praktis, mereka mampu mewarnai wacana politik selama proses Pemilihan Presiden 2019 di Indonesia. Hal itu dapat dilihat melalui peran influencer dalam mengelola sentimen publik dan konstruksi wacana politik perempuan terhadap isu the power of emak emak. Dengan menggunakan Social Network Analysis (SNA), penelitian ini mengungkapkan bahwa hashtag #ThePowerOfEmakEmak selain sebagai upaya untuk pengelolaan sentimen publik di mana komunikasi politik dikontruksi, tetapi juga mampu menarik isu perekonomian rumah tangga menjadi isu nasional. Meskipun dalam beberapa aspek menjadi kurang efektif karena keterbatasan penggunanya hanya kepada lingkarannya sendiri. Selain itu, motivasi politik memiliki kecenderungan kepada kepentingan kelompok tertentu dibanding motif yang lebih politis untuk berpartisipasi dalam proses demokrasi.