Iryana, Asep Bambang
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PETANI DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN HIDUP DI KECAMATAN COMPRENG KABUPATEN SUBANG Iryana, Asep Bambang
Jurnal Academia Praja Vol 1 No 02 (2018): Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan, dan Administrasi Publik
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.483 KB) | DOI: 10.36859/jap.v1i02.69

Abstract

Keberadaan Paguyuban Petani Kecamatan Compreng GAPOKTAN (Gabungan Kelompok Tani) dilatarbelakangi oleh keinginan yang kuat untuk membebaskan diri dari kemiskinan. Kemiskinan petani tersebut menandai betapa lemah posisi tawar petani terhadap struktur politik, ekonomi, sosial, dan budaya yang ada. Pergulatan sejarah di negeri ini telah menempatkan petani dalam posisi marginal sedangkan yang harusnya petani, sebagai penyangga pilar kehidupan, tidak boleh terabaikan. Maksud dan Tujuan penelitian ini meliputi (1) Melakukan kajian terkait pemberdayaan masyarakat petani di Kecamatan Compreng Kabupaten Subang (2) Tersedianya data dan informasi serta referensi dalam upaya penyelenggaraan pemerintahan dengan konsep terbaru. Teknik pengumpulan data, yaitu: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik keabsaan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu triangulasi sumber dan triangulasi metode. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik analisis data kualitatif, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil bahwa Keberadaan GAPOKTAN di Kecamatan Compreng sangat membantu sekali untuk keberlangsungan kesejahteraan hidup para petani oleh karenanya pemerintah harus mampu mengelola dengan baik keberadaan GAPOKTAN. Pemerintah memiliki peran penting dalam melakukan pemberdayaan masyarakat karena bertanggung jawab atas nasib, masa depan, dan kesejahteraan rakyat. Upaya pemberdayaan dapat dilakukan oleh masyarakat sendiri. Pemberdayaan dari dalam masyarakat biasanya diprakarsai oleh para pemangku kepentingan seperti kepala desa, lurah, ketua RT, ketua RW, dan lain-lain. Terjadinya konversi lahan sawah menjadi kebun, perumahan, dan kawasan industri menimbulkan pertanyaan apakah budidaya padi sawah kurang menguntungkan bagi petani?. Belum lagi ancaman banjir dan kemarau yang kerap menyebabkan gagal panen, serta rusaknya saluran irigasi yang membutuhkan perbaikan. Selain itu, berbagai hambatan klasik usahatani padi sawah yang dihadapi petani diantaranya: Kemandirian meningkatkan efisiensi penggunaan input, Kemandirian dalam pengadaan input pertanian, kemandirian dalam pemasaran hasil dan berkelanjutan Kesimpulan dari penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat petani dalam meningkatkan kesejahteraan hidup yang selama ini dilakukan oleh Pemerintah Kecamatan Compreng belum berjalan maksimal. Saran yang perlu dilakukan adalah keberadaan Gabungan Kelompok Tani perlu ditingkatkan dan dikembangkan, partisipasi masyarakat petani yang harus sejalan dengan Pemerintah dalam artian Pemerintah dan Masyarakat sebagai objek pemberdayaan harus berjalan selaras bersamaan, Pemberdayaan yang berkelanjutan di lingkungan petani masyarakat Kecamatan Compreng.
ANALISIS DAMPAK PEMBANGUNAN PELABUHAN PATIMBAN DI KECAMATAN PUSAKANEGARA TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT SEKITAR Iryana, Asep Bambang
Caraka Prabu : Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Caraka Prabu
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36859/jcp.v2i1.398

Abstract

Patimban Port, which is located in Patimban Village, Pusakegara District, Subang Regency, West Java Province, is designated as a national strategic project as regulated in Presidential Regulation No.3 of 2016 concerning the Acceleration of Implementation of National Strategic Projects. The implementation of Patimban Port as a national strategic project, according to this Presidential Decree, includes planning, development, operation and exploitation activities, technical guidance and development of port operation management, as well as guidance to ensure shipping safety and the environment. This port development is the Government's strategy to reduce excess capacity at Tanjung Priok Port. Basically, ports have an important role in the development of industry, trade and services and hope that Subang Regency will become a metropolitan industrial city. Data collection techniques, namely: observation, interviews and documentation. The data validity techniques used in the study were source triangulation and method triangulation. The data analysis technique used is qualitative data analysis techniques, namely data collection, data reduction, data presentation and conclusion. Based on the results of the discussion obtained about the Analysis of the Impact of the Development of Patimban Port in Pusakegara District on the Socio-Economic Conditions of the Surrounding Community, there are three points, namely: the impact of socio-economic conditions, the impact of livelihoods and the impact of population mobility. The socio-economic impact of the occurrence of public perceptions of positive and negative changes. A positive change is the location of Patimban Village, which has become more famous than before the port development. A negative change is the development of the Patimban Port where there will be social interaction where there will be many residents who come from outside the region who come as job seekers because later there will be many companies operating in the Patimban Port. Of course this will gradually change the habits of the surrounding community along with the development of Patimban Port. The impact of livelihoods will be the displacement of their former livelihoods as farmers and fishermen, where farmers will have less agricultural land as a result of land acquisition for the benefit of ports and fishermen who are increasingly distant to sea. The impact of population mobility caused by the development of Patimban Port includes three patterns, namely being regulated by the government, their own will and depending on others.