Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENILAIAN UJI VALIDITAS INSTRUMEN SKRINING ANEMIA PADA SISWA MADRASAH ALIYAH ISLAMIC CENTER BAITURAHMAN BANYUWANGI Hidayati, Iswana Zahraa
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 2, No 3 (2019): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.955 KB) | DOI: 10.32672/makma.v2i3.1293

Abstract

Anemia adalah keadaan hemoglobin (Hb) dalam darah lebih rendah dari nilai normal menurut umur dan jenis kelamin. Anemia dapat terjadi di segala usia seperti pada usia remaja. Anemia pada usia remaja dapat menyebabkan masalah pada kesehatan reproduksi, perkembangan motorik, mental, kecerdasan, prestasi belajar, serta tidak tercapainya tinggi badan yang maksimal.  Berdasarkan data Riskesdas tahun 2018 proporsi angka kejadian anemia pada usia 10-19 tahun sebesar 8,1%. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengendalikan kejadian anemia pada remaja yakni dengan mengembangkan dan mendukung aktivitas deteksi dini melalui instrumen skrining dengan validitas yang baik. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menilai validitas alat skrining anemia. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan desain studi cross sectional. Sasaran skrining adalah sisiwi kelas X, XI, dan XII yang berjumlah 15 siswi dengan memiliki rentan umur 16-18 tahun. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober-Desember 2018 di Madrasah Aliyah Islamic Center Baiturahman Banyuwangi.  Alat skrining anemia yang digunakan adalah instrumen berupa kuesioner. Sedangkan pemeriksaan anemia menggunakan alat mission Hb strip Hemoglobin sebagai metode baku emas. Hasil : Penelitian ini menunjukkan dari 15 responden yang diwawancarai, sebanyak 5 (33,3%) responden diklasifikasikan mengalami anemia, sedangkan berdasarkan pemeriksaan Hb menggunakan mission Hb strip Hemoglobin sebagai gold standard ditemukan sebanyak 1 (6,67%) responden yang mengalami anemia. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa nilai sensivisitas, spesifisitas, nilai prediksi positif, dan nilai prediksi negatif secara berurutan adalah 100%, 71,4%, 20%, dan 100%. Kesimpulan : Nilai validitas yang diperoleh tinggi, namun instrumen yang dirancang belum dapat digunakan secara luas untuk kegiatan skrining sebagai alternative pencegahan anemia pada remaja karena masih ada beberapa kelemahan dalam pelaksanaan.
PENILAIAN UJI VALIDITAS INSTRUMEN SKRINING ANEMIA PADA SISWA MADRASAH ALIYAH ISLAMIC CENTER BAITURAHMAN BANYUWANGI Hidayati, Iswana Zahraa
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 2, No 3 (2019): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v2i3.1293

Abstract

Anemia adalah keadaan hemoglobin (Hb) dalam darah lebih rendah dari nilai normal menurut umur dan jenis kelamin. Anemia dapat terjadi di segala usia seperti pada usia remaja. Anemia pada usia remaja dapat menyebabkan masalah pada kesehatan reproduksi, perkembangan motorik, mental, kecerdasan, prestasi belajar, serta tidak tercapainya tinggi badan yang maksimal.  Berdasarkan data Riskesdas tahun 2018 proporsi angka kejadian anemia pada usia 10-19 tahun sebesar 8,1%. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengendalikan kejadian anemia pada remaja yakni dengan mengembangkan dan mendukung aktivitas deteksi dini melalui instrumen skrining dengan validitas yang baik. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menilai validitas alat skrining anemia. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan desain studi cross sectional. Sasaran skrining adalah sisiwi kelas X, XI, dan XII yang berjumlah 15 siswi dengan memiliki rentan umur 16-18 tahun. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober-Desember 2018 di Madrasah Aliyah Islamic Center Baiturahman Banyuwangi.  Alat skrining anemia yang digunakan adalah instrumen berupa kuesioner. Sedangkan pemeriksaan anemia menggunakan alat mission Hb strip Hemoglobin sebagai metode baku emas. Hasil : Penelitian ini menunjukkan dari 15 responden yang diwawancarai, sebanyak 5 (33,3%) responden diklasifikasikan mengalami anemia, sedangkan berdasarkan pemeriksaan Hb menggunakan mission Hb strip Hemoglobin sebagai gold standard ditemukan sebanyak 1 (6,67%) responden yang mengalami anemia. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa nilai sensivisitas, spesifisitas, nilai prediksi positif, dan nilai prediksi negatif secara berurutan adalah 100%, 71,4%, 20%, dan 100%. Kesimpulan : Nilai validitas yang diperoleh tinggi, namun instrumen yang dirancang belum dapat digunakan secara luas untuk kegiatan skrining sebagai alternative pencegahan anemia pada remaja karena masih ada beberapa kelemahan dalam pelaksanaan.