Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Comparison of Financial Distress Predictions With Altman, Springate, Zmijewski, and Grover Models Martini, Rita; Raihana Aksara, Rana; Rachma Sari, Kartika; Zulkifli, Zulkifli; Hartati, Sukmini
Golden Ratio of Finance Management Vol. 3 No. 1 (2023): October - March
Publisher : Manunggal Halim Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52970/grfm.v3i1.216

Abstract

Several predictive models of financial distress and corporate bankruptcy have been developed. In this study, the Altman model (Z-Score), the Springate model (S-Score), the Zmijewski model (X-Score), and the Grover model (G-Score) were used. These methods are used to analyze the potential for financial difficulties which in the end to determine the potential for bankruptcy at PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. The secondary data used is in the form of financial statements for 2018-2020. The results of the bankruptcy prediction using the Altman model resulted in PT Garuda Indonesia (Persero), Tbk being in the bankrupt area, which experienced financial difficulties in 2018 to 2020. The Springate model was in a distress position and went bankrupt in 2018 and 2020, while in 2019 is in the gray area. Then the Zmijewski model is in a state of bankruptcy, which is experiencing financial difficulties and has the potential to go bankrupt in three years. Grover's model shows the company was in a state of bankruptcy in 2018 and 2020, and safe in 2019.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BELANJA BANTUAN SOSIAL PADA PEMERINTAH SUMATERA SELATAN Juniska, Azzahrah; Hartati, Sukmini; Mubarok , Muhammad Husni
Jurnal Riset Terapan Akuntansi Vol. 8 No. 1 (2024): JURNAL RISET TERAPAN AKUNTANSI
Publisher : Jurnal Riset Terapan Akuntansi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.11354474

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pengalokasian belanja bantuan sosial pada pemerintah daerah kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Selatan pada tahun 2017-2021. Metode/Pendekatan: Variabel penelitian yang digunakan adalah belanja bantuan sosial, pendapatan asli daerah, Intergovernmental Revenue, dan SiLPA. Sampel yang digunakan adalah sebanyak 13 kabupaten dan 4 kota dengan menggunakan metode purposive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunkan metode dokumentasi. 2 JAA 6.1 Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan secara simultan variabel-variabel independen yaitu pendapatan asli daerah, Intergovernmental revenue, dan SiLPA secara bersama-sama memiliki pengaruh terhadap pengalokasian belanja bantuan sosial. Sedangkan secara parsial, variabel Pendapatan Asli Daerah berpengaruh negative terhadap pengalokasian belanja bantuan sosial. Sedangkan variabel Interngovermental Revenue dan SiLPA tidak berpengaruh terhadap pengalokasian belanja bantuan sosial. Kontribusi Praktik dan Teoritis/Orisinalitas: Implikasi penelitian ini sangat penting karena merupakan sumber informasi untuk mengetahui pengalokasian belanja bantuan sosial dalam laporan keuangan pemerintah. Kata Kunci: Belanja Bantuan Sosial, Pendapatan Asli Daerah, Intergovernmental Revenue, dan SiLPA
DETERMINAN KINERJA KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH PROVINSI SUMATERA SELATAN TAHUN 2017-2021 Darmawan, M. Arif; Hartati, Sukmini; Mubarok , Muhammad Husni
Jurnal Riset Terapan Akuntansi Vol. 8 No. 1 (2024): JURNAL RISET TERAPAN AKUNTANSI
Publisher : Jurnal Riset Terapan Akuntansi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.11138953

Abstract

Penelitian yang dilaksanakan mempunyai tujuan dalam menguji pengaruh PAD (Pendapatan Asli Daerah), DAU (Dana Alokasi Umum) serta Belanja Modal terhadap Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Selatan secara simultan maupun parsial. Objek penelitian yang dijalankan ialah 13 kabupaten serta 4 kota di Sumatera Selatan yang sudah memberikan laporan keuangan ditahun 2017-2021. Dalam penelitian yang dijalankan, data yang dipakai ialah berwujud Laporan Realisasi Anggaran (LRA) Kota/ Kabupaten pada Provinsi Sumatera Selatan tahun 2017-2021. Teknik dalam mengumpulkan data lewat teknik dokumentasi. Untuk analisis datanya dilakukan dengan analisis kuantitatif, dan metode regresi berganda memakai software SPSS 26. Hasil penelitiannya yang dijalankan memperlihatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah), DAU (Dana Alokasi Umum) serta Belanja Modal dengan bersamaan mempunyai pengaruh pada kinerja keuangan. Namun secara parsial hasil penelitiannya memperlihatkan jika, PAD (Pendapatan Asli Daerah) mempunyai pengaruh secara signifikan positif pada Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Selatan. DAU (Dana Alokasi Umum) mempunyai pengaruh yang signifikan negatif pada Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Selatan. Belanja Modal menunjukkan pengaruh yang signifikan negatif pada Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Selatan. Kata Kunci: Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU), Belanja Modal, Kinerja Keuangan Pemerintah.
Analisis Kinerja Penyerapan Anggaran di Pemerintah Daerah: Studi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan Alif'ia, Nabila Fitri; Hartati, Sukmini; Febriantoko, Jovan
Akuntansi & Ekonomika Vol 15 No 2 (2025): Jurnal Akuntansi dan Ekonomika
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jae.v15i2.9931

Abstract

This study examines the influence of human resource quality, regional financial regulations, and understanding of financial management systems and procedures on budget absorption in the Provincial Government of South Sumatra. Using a quantitative approach, data were collected through questionnaires completed by 164 respondents from 41 regional agencies and analyzed using IBM SPSS version 26. The results show that the quality of human resources and understanding of financial systems and procedures have a significant positive effect on budget absorption. In contrast, regional financial regulations do not have a significant effect. However, collectively, the three variables have a significant simultaneous influence. These findings highlight the importance of improving competency, regulatory comprehension, and mastery of financial systems to enhance the effectiveness of budget implementation.