R, Rahman
Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STUDI KOMPARASI TERAPI KOMPLEMENTER YOGA DAN TERAPI MODALITAS AKTIVITAS KELOMPOK TERHADAP KEMAMPUAN MENGENDALIKAN HALUSINASI PENDENGARAN DI RUMAH SAKIT KHUSUS PROVINSI SULAWESI SELATAN I, Indirawaty; R, Rahman; P, Sumirah B; K, Khaerunnisa
The Indonesian Journal of Health Science 2018: Edisi Khusus, September: The Indonesian Journal Of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.768 KB) | DOI: 10.32528/ijhs.v0i0.1520

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi komplementer dari meditasi yoga pada pasien stres di jiwa psikis Rumah Sakit Daerah Khusus Provinsi Sulawesi Selatan. Rancangan  penelitian True Experimen Design True Experimental Design. Populasi dalam penelitian ini semua pasien stres yang datang untuk mengunjungi di rumah sakit khusus poliklinik Provinsi Sulawesi Selatan sebesar 60 responden yang terdiri dari 30 responden pada kelompok tanpa intervensi 30 orang untuk kelompok intervensi. Tes statistik meliputi: Tes Mann Whiteney dan uji Wilcoxon. Hasil uji analisis ini diperoleh data bahwa nilai hasil menunjukkan bahwa Ha ditolak dan Ho diterima yang artinya tidak ada perbedaan tingkat stres rata-rata pada kelompok tanpa intervensi dan intervensi kelompok selama pretest. Hasilnya menunjukkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak yang berarti ada perbedaan rata-rata tingkat stres dalam kelompok tanpa intervensi dan kelompok intervensi pada posttest. Hasil uji statistik di atas memberikan kita gambaran bahwa ada dua kelompok dalam penelitian ini, kelompok responden diobati hanya dengan terapi farmakologi, dan satu kelompok responden yang diobati dengan terapi farmakologis dan terapi komplementer meditasi yoga. Yoga meditasi adalah latihan mental yang dapat menyeimbangkan fisik, emosional, mental, dan spiritual seseorang. Orang bermeditasi untuk mengurangi kecemasan, stres, dan depresi. Kedamaian jiwa yang diperoleh melalui meditasi yang baik akan meringankan stres dan memungkinkan seseorang untuk berpikir lebih jernih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok yang diberikan terapi farmakologis dan terapi komplementer memiliki tingkat kesembuhan yang jauh lebih tinggi daripada kelompok responden yang hanya menerima terapi farmakologis. Kata Kunci: Terapi Komplementer, Meditasi Yoga, Stress