This study examines the genealogy and shifts of insects in the religious traditions of the Islamic socio-religious organization Nahdlatul Ulama (NU) in Indonesia. Two research questions are discussed in this article: what is the genealogy of sects in the NU religious tradition? How is the shift in religious traditions carried out by NU members? Methodologically, this research is a literature study conducted based on qualitative research. There are two types and sources of research data in this study: primary data and secondary data. After analyzing field data based on a socio-historical perspective, this study found that the shift in sectarianism in NU was an implementation of the idea of tajdid offered by NU thought reformers in the 80s, that religious sects do not always have to follow the opinion of the imam of the school of thought from words to words (fi al-aqwāl), but also in his method (fi al-manhāj). Studi ini fokus mengkaji genealogi dan pergeseran bermazhab dalam tradisi beragama organisasi sosial keagamaan Islam Nahdlatul Ulama (NU) di Indonesia. Terdapat dua pertanyaan penelitian yang dibahas dalam artikel ini, yaitu: bagaimana genealogi bermazhab dalam tradisi beragama NU? Bagaimana pergeseran bermazhab dalam tradisi beragama dilakukan oleh NU? Secara metodologi, penelitian ini merupakan studi kepustakaan yang dilakukan berdasarkan jenis penelitian kualitatif. Jenis dan sumber data penelitian dalam kajian ini ada dua, data primer dan data sekunder. Setelah melakukan analisa data lapangan berdasarkan perspektif sosio-historis (socio-historical approach), studi ini mendapati temuan bahwa pergeseran bermazhab dalam NU merupakan implementasi dari gagasan reformasi (tajdid) yang ditawarkan oleh para tokoh pembaru pemikiran NU tahun 80-an, bahwa bermazhab tidak selalu harus mengikuti pendapat imam mazhab dari kata perkata (fi al-aqwāl), melainkan dapat juga dalam metodenya (fi al-manhāj).