Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENURUNAN KADAR FFA DAN WARNA MINYAK JELANTAH MENGGUNAKAN ADSORBEN DARI BIJI KURMA DAN KULIT SALAK Tamzil Aziz; Dini Shabrina; Rinny Novia Pratiwi
Jurnal Teknik Kimia Vol 22 No 1 (2016): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak jelantah tergolong minyak limbah yang pemakaiannya seringkali diulang secara terus menerus. Minyak jelantah mengalami penurunan standar mutu minyak goreng yang ditandai dengan adanya bau tengik dan warna yang cenderung gelap sehingga berpotensi besar membahayakan tubuh. Minyak jelantah dapat dimanfaatkan kembali dengan cara menyerap impuritis dan warna yang terdapat pada minyak jelantah menggunakan adsorben. Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan tingkat warna yang keruh dan kadar FFA dari minyak jelantah dengan menggunakan adsorben dari kulit salak dan biji kurma dengan variasi perbandingan massa kulit salak dan biji kurma 25:75, 50:50, dan 75:25 gram dari total massa bahan baku dan lama waktu pengadukan adsorben 50, 70, dan 90 menit. Adsorben yang paling baik dalam penurunan tingkat kekeruhan warna dan kadar FFA adalah adsorben dengan perbandingan massa biji kurma dan kulit salak 25:75 pada menit ke-90 waktu pengadukan. Adsorben mengurangi tingkat kekeruhan warna minyak jelantah dari 1,2 abs menjadi 0,23 abs dan menurunkan kadar FFA minyak jelantah dari 1,768% menjadi 0,358%.
UPAYA PEMERINTAH VIETNAM DALAM MENANGANI PERDAGANGAN MANUSIA WARGA NEGARA VIETNAM DI KAMBOJA PADA TAHUN 2020-2023 Dini Shabrina; Umi Oktyari Retnaningsih
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 13: Edisi I Januari - Juni 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study analyzes Vietnam’s efforts to address human trafficking of its nationals in Cambodia from 2020 to 2023. The issues intensified during the COVID-19 pandemic, when China’s zero-COVID policy restricted cross-border trade, exacerbating poverty and unemployment among Vietnamese communities. These vulnerabilities were exploited by trafficking networks in Cambodia, leading to a surge in victims in 2022. In response, the Vietnamese government implemented measures focused on prevention, victim protection and international cooperation. This study employs a descriptive qualitative approach, utilizing the perspective of Liberalism and the theory of Multi-Track Diplomacy (MTD). The research relies on secondary data and highlights that the Vietnamese government’s efforts have involved multiple actors across different MTD tracks. Within this framework, the diplomacy applied encompasses Track One, Track Two, and Track Nine of Multi-Track Diplomacy. This study finds that the Government of Vietnam has pursued notable efforts to combat human trafficking of its nationals in Cambodia through diplomatic engagement with the Greater Mekong Subregion (GMS), UNODC, UN-ACT, and IOM under Track One of Multi-Track Diplomacy. Collaboration has also been established with the Blue Dragon Children’s Foundation under Track Two and the Pacific Links Foundation under Track Nine. Supplementary measures include policies and programs targeting trafficking prevention, poverty reduction, and victim support. However, these efforts have not been fully effective, as the Vietnamese government has not demonstrated substantial results in resolving the human trafficking cases documented during the period studied. Keyworrds: Vietnamese Government, Cambodia, Human Trafficking, Effort, Multi-Track Diplomacy