Ayip M.R
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Nilai-Nilai Pancasila Terhadap Kemampuan Dalam Mengamalkan Sila-Sila Pancasila Siswa Di Kelas VIII SMP Negeri 3 Singojuruh Semester Ganjil Tahun Ajaran 2017/2018 Nurma Indana Zulfa; Ayip M.R
JPPKn Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : PPKn Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.676 KB)

Abstract

Berbagai permasalahan yang terjadi pada bangsa Indonesia saat ini sangatlah kompleks, salah satunya karena lemahnya pemahaman para generasi muda sebagai generasi penerus bangsa akan pentingnya makna Pancasila  sebagai ideologi bangsa. Hal ini dibuktikan dari berbagai permasalahan yang timbul di kalangan remaja yang dianggap menyimpang dari nilai-nilai Pancasila  itu sendiri. Hal ini dapat ditunjukkan dengan gejala-gejala yang muncul dalam kehidupan sehari-hari anak muda sekarang.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan siswa dalam memahami dan mengamalkan sila-sila pancasila pada siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Singojuruh semester ganjil tahun ajaran 2017/2018. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan subjek penelitian ini yaitu siswa kelas VIII Semester ganjil Tahun akademik 2017/2018 yang jumlah 30 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, metode angket, dan interview.Teknik analisis data menggunakan teknik analisis regressi sedehana. Hasil analisis dan pengujian hipotesis data instrumen penelitian berupa angket tertutup.Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran) pada mata pelajaran PKn dari hasil perhitungan statistic dapat disimpulkan bahwa mayor untuk menentukan taraf signifikansi dari regresi, kriterianya dapat ditentukan berdasarkan uji F atau uji T dengan ketentuan, jika Nilai Signifikansi < 0,05, maka model regresi adalah linier, dan berlaku sebaliknya. Uji Signifikansi T yang diperoleh dalam penelitian ini adalah 0,0000000302, maka terdapat pengaruh yang positif antara pengamalan Sila-sila Pancasila  di lingkungan sekolah maupun keluarga terhadap Nilai-nilai Pancasila siswa di kelas VIIIA SMP Negeri 3 Singojuruh tahun pelajaran 2017/2018.
POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP REMAJA PADA KELUARGA TENAGA KERJA INDONESIA Nurul Dwi Febriliani; Ayip M.R
JPPKn Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : PPKn Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.662 KB)

Abstract

Pengasuhan anak yang ideal dalam keluarga dilakukan oleh kedua orangtua. Pengasuhan pada dasarnya yaitu tanggung jawab bersama antara ayah dan ibu. Namun, kondisi tersebut tidak dapat selalu dipertahankan karena kebutuhan keluarga yang variatif. Hal itulah yang terjadi di lingkungan MTsN 5 Banyuwangi dikarenakan setelah dilakukan pengamatan ada beberapa siswa yang bermasalah di sekolahan tersebut, dan setelah diteliti sebagian besar siswa bermasalah tersebut berasal dari keluarga yang pengasuhan orangtua nya kurang lengkap. Dari latar belakang tersebut diperoleh rumusan masalah 1. Bagaimanakah pola asuh orang tua terhadap remaja pada keluarga TKI siswa/siswi kelas IX di MTsN 5 Banyuwangi? 2. Bagaimana dampak pola asuh yang ditimbulkan terhadap remaja pada keluarga TKI siswa/siswi kelas IX di MTsN 5 Banyuwangi? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data lapangan diperoleh dengan teknik observasi dan wawancara. Analisis data menggunakan analisis kualitatif, yaitu analisis yang memberikan deskripsi mendalam dan kesimpulan yang sesuai dengan topik dan tujuan dari penelitian. Hasil penelitian mengenai pola pengasuhan anak pada keluarga TKI di MTsN 5 Banyuwangi adalah bahwa dalam mengasuh anak orangtua tunggal-ayah menerapkan pola pengasuhan permissive neglectful (mengabaikan). Orangtua tnggal-ayah dengan sengaja kurang perduli, perhatian, acuh, dan lebih memprioritaskan kepentingan sendiri diatas kepentingan anak. Hal ini menjadikan anak terabaikan baik fisik, afeksi, maupun sosialnya. Orangtua tunggal-ibu ada yang menerapkan pola pengasuhan demokratis tetapi tidak maksimal karena keterbatasan waktu, perhatian, dan tenaga dalam menjalankan tugasnya deorang diri. Orangtua pengganti (kerabat/kakek-nenek) menerapkan pola pengasuhan permissive indulgent (menuruti).