Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PEMBUATAN PETA JARINGAN UNTUK MEMONITORING KONEKSI KOMPUTER MENGGUNAKAN PEMROGRAMAN BASH SCRIPT Nurhanif, Nurhanif; Maizi, Zahrul
JOURNAL OF INFORMATICS AND COMPUTER SCIENCE Vol 5, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Ubudiyah Indonesia University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.953 KB)

Abstract

Telah dirancang dan dibuat sebuah sistem monitoring jaringan komputer berbasis peta ruang. Sistem tersebut sangatdibutuhkan karena belum adanya sistem untuk mendukung monitoring jaringan komputer tersebut di Universitas Ubudiyah.  Sistem  monitoring tersebut  berkaitan erat  dengan  pengelolaan keseluruhan jaringan  pada  unit-unit administrasi dan akademik Universitas yang berbasis komputer. Aplikasi monitoring berbasis peta ruang ini dapat membantu admin dalam menangani masalah jaringan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dalam pengumpulan data IP dan pendataan keadaan jaringan. Aplikasi berbasis peta ruang ini dijalankan di sistem operasi Linux Ubuntu dengan menggunakan protokol ICMP, bahasa pemrograman Bash, AWK, PHP, Web Server Apache, MySQL dan Adobe Flash. Di dalam skrip Bash terdapat perintah Bash dan AWK. Perintah Bash akan menjalankan perintah-perintah berupa ping ke setiap client dan hasil ping disimpan dalam bentuk teks yang diproses oleh AWK. Hasil dari file AWK disimpan dalam bentuk teks di folder Web Server. Web Server selanjutnya akan melakukan penjadwalan (crontab) untuk menjalankan suatu perintah yang dibuat dalam script Bash. Aplikasi ini dapat dijalankan dengan Browser komputer dan dapat diakses di lingkungan Universitas, yaitu melalui desktop, laptop dan smartphone. Hasil penelitian ini dapat memudahkan pengelola jaringan di tingkat Universitas untuk memantau pengguna jaringan yang mengalami gangguan koneksi dan membantu admin dalam penanganan koneksi jaringan. Tampilan monitoring berbasis peta ruang ini menggunakan aplikasi Adobe Flash. Kata Kunci :   Adobe Flash, AWK, Bash, Crontab, MySQL, Monitoring Jaringan, PHP, dan Web Server Apache. 
PEMBUATAN PETA JARINGAN UNTUK MEMONITORING KONEKSI KOMPUTER MENGGUNAKAN PEMROGRAMAN BASH SCRIPT Nurhanif, Nurhanif; Maizi, Zahrul
JOURNAL OF INFORMATICS AND COMPUTER SCIENCE Vol 5, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Ubudiyah Indonesia University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jics.Vol5.Iss2.557

Abstract

AbstrakTelah dirancang dan dibuat sebuah sistem monitoring jaringan komputer berbasis peta ruang. Sistem tersebut sangatdibutuhkan karena belum adanya sistem untuk mendukung monitoring jaringan komputer tersebut di Universitas Ubudiyah.  Sistem  monitoring tersebut  berkaitan erat  dengan  pengelolaan keseluruhan jaringan  pada  unit-unit administrasi dan akademik Universitas yang berbasis komputer. Aplikasi monitoring berbasis peta ruang ini dapat membantu admin dalam menangani masalah jaringan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dalam pengumpulan data IP dan pendataan keadaan jaringan. Aplikasi berbasis peta ruang ini dijalankan di sistem operasi Linux Ubuntu dengan menggunakan protokol ICMP, bahasa pemrograman Bash, AWK, PHP, Web Server Apache, MySQL dan Adobe Flash. Di dalam skrip Bash terdapat perintah Bash dan AWK. Perintah Bash akan menjalankan perintah-perintah berupa ping ke setiap client dan hasil ping disimpan dalam bentuk teks yang diproses oleh AWK. Hasil dari file AWK disimpan dalam bentuk teks di folder Web Server. Web Server selanjutnya akan melakukan penjadwalan (crontab) untuk menjalankan suatu perintah yang dibuat dalam script Bash. Aplikasi ini dapat dijalankan dengan Browser komputer dan dapat diakses di lingkungan Universitas, yaitu melalui desktop, laptop dan smartphone. Hasil penelitian ini dapat memudahkan pengelola jaringan di tingkat Universitas untuk memantau pengguna jaringan yang mengalami gangguan koneksi dan membantu admin dalam penanganan koneksi jaringan. Tampilan monitoring berbasis peta ruang ini menggunakan aplikasi Adobe Flash. Kata Kunci :   Adobe Flash, AWK, Bash, Crontab, MySQL, Monitoring Jaringan, PHP, dan Web Server Apache.
GAMBARAN PERAN PERAWAT TERHADAP PEMENUHAN KEBUTUHAN SPIRITUAL PASIEN DI RUANG ICU Nurhanif, Nurhanif; Purnawan, Iwan; Sobihin, Sobihin
Journal of Bionursing Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.902 KB) | DOI: 10.20884/bion.v2i1.27

Abstract

Background. ICU patients ' spirituality is very important. Spirituality will be the way the patient searches for the meaning of life, including a disease-related affliction. In spiritual needs, nurses who view the patient holistically play an important role.Methods. This research is a phenomenologically approached qualitative descriptive form. While the collection of participants by purposeful sampling method.Results. The results of this study found the 8 themes of 5 special purposes. These themes are: 1) definition of spirituality, 2) function of spirituality, 3) the factors of spiritual distres, 4) the characteristics of patients with spiritual distres, 5) the act of independent nurse in fulfillment spiritual needs, 6) the act of collaboration nurse in fulfillment spiritual needs, 7) the obstacles fulfillme.Conclusion. Eight topics describe nurses ' understanding of spirituality, nurses ' effort in meeting spiritual needs, obstacles in meeting spiritual needs, and awareness of the role of nurses in meeting the spiritual needs of patients in the ICU.
SISTEM MONITORING DAN KENDALI SUHU RUANGAN BUDIDAYA JAMUR TIRAM BERBASISINTERNET OF THINGS Nurhanif, Nurhanif; Nurhanif Nurhanif; Yanti, Yeni; Baihaqi, Baihaqi; Maghfirah, Geubrina
Elkom: Jurnal Elektronika dan Komputer Vol. 18 No. 1 (2025): Juli : Jurnal Elektronika dan Komputer
Publisher : STEKOM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/1sp20p64

Abstract

Proses budidaya jamur tiram sangat tergantung dengan kestabilan pada kondisi lingkungan, terutama suhu ruangan dan kelembapan yang harus di perhatikan oleh para petani.  Hal ini menjadi permasalahan ketika proses pemantauan dan pengendalian lingkungan secara manual dilakukan, membutuhkan tenaga yang kuat dan waktu yang cukup besar. Penelitian ini bertujuan Mendesain rancangan sistem monitoring dan kendali suhu ruangan budidaya jamur tiram secara otomatis dan jarak jauh berbasis teknologi Internet of Things (IoT) untuk para petani. Dalam proses sistem ini penelitian ini memanfaatkan sensor suhu dan kelembapan DHT11 sebagai input, mikrokontroler Arduino Uno sebagai pemroses data, dan modul ESP8266 sebagai pengirim data nirkabel ke aplikasi Android berbasis Blynk.  Adapun metode dalam penelitia ini digunakan pengembangan yang digunakan adalah Software Development Life Cycle (SDLC) model waterfall, dan menganalisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, pengujian, hingga pemeliharaan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu membaca suhu dan mengaktifkan blower (kipas) secara otomatis ketika suhu melebihi ambang batas, serta menampilkan data suhu dan status kipas secara real-time melalui aplikasi Blynk. Dengan adanya sistem ini, pemantauan dan pengendalian lingkungan budidaya jamur dapat dilakukan lebih efisien dan fleksibel dan mendukung produktivitas budidaya secara optimal.
Prediksi Suhu Permukaan Berbasis Artificial Intelligence Untuk Adaptasi Perubahan Iklim Pada Pertanian Nurhanif, Nurhanif; Maghfirah, Geubrina; Ummah, Khairatun; Nahariyati, Kamila
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 11, No 2 (2025): Oktober
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jmkn.v11i2.13348

Abstract

Perubahan iklim global yang ditandai dengan meningkatnya variabilitas suhu permukaan memberikan dampak signifikan terhadap sektor pertanian, terutama di wilayah tropis yang sangat rentan terhadap anomali iklim. Kondisi ini menuntut adanya sistem prediksi yang akurat untuk mendukung perencanaan pertanian berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model prediksi suhu permukaan berbasis Artificial Neural Network (ANN/MLP) serta membandingkan performanya dengan metode Regresi Linier Multivariat (MLR) sebagai baseline. Data meteorologi yang digunakan meliputi suhu permukaan (T2M), kelembapan udara (RH2M), tekanan udara (PS), radiasi matahari, dan curah hujan. Model ANN dirancang dengan lima neuron input, dua hidden layer beraktivasi ReLU (64 dan 32 neuron), serta satu output neuron untuk memprediksi suhu permukaan. Evaluasi dilakukan menggunakan metrik R², RMSE, dan MSE pada data uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model ANN/MLP memiliki performa lebih baik dibandingkan MLR. ANN mampu menjelaskan 89% variabilitas data dengan nilai R² = 0.89, serta menghasilkan RMSE = 1.05 °C dan MSE = 1.10 °C², sedangkan MLR hanya mencapai R² = 0.71, dengan RMSE = 1.82 °C dan MSE = 3.31 °C². Visualisasi perbandingan prediksi memperlihatkan bahwa distribusi hasil ANN lebih dekat dengan nilai aktual dibandingkan regresi linier. Dapat disimpulkan bahwa pendekatan berbasis ANN/MLP efektif untuk meningkatkan akurasi prediksi suhu permukaan pada variabilitas iklim tropis. Implementasi model ini berpotensi mendukung pertanian cerdas iklim (climate-smart agriculture) melalui penentuan kalender tanam yang lebih tepat, efisiensi pengelolaan irigasi, serta mitigasi risiko gagal panen akibat suhu ekstrem
Analisis Kinerja Ant Colony Optimization pada Routing Jaringan Sensor Nirkabel Berdasarkan Paket, Energi, Dan Throughput Munawir, Munawir; Misbahuddin, Misbahuddin; Yanti, Yeni; Nurhanif, Nurhanif; Fania, Fania; Izzatillah, Tartillah
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI) Vol 8, No 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v8i6.10051

Abstract

Abstrak - Wireless Sensor Networks (WSN) memiliki peran penting dalam berbagai aplikasi modern seperti pemantauan lingkungan, pertanian presisi, dan smart city. Namun, keterbatasan energi node sensor dan kompleksitas komunikasi multihop menjadikan perancangan protokol routing yang efisien sebagai tantangan utama. Penelitian ini menganalisis kinerja algoritma Ant Colony Optimization (ACO) dalam optimasi routing WSN berdasarkan tiga metrik utama: jumlah paket, konsumsi energi, dan throughput. Simulasi dilakukan dengan 100 node yang tersebar acak pada area 100 × 100-meter dengan komunikasi berbasis cluster multihop. Hasil simulasi menunjukkan bahwa komunikasi Node→CH memiliki kinerja paling stabil, dengan jumlah paket berkisar antara 85–97 per ronde dan konsumsi energi relatif rendah pada kisaran 2.0–2.8 × 10⁻⁴ J. Sebaliknya, komunikasi CH→CH menunjukkan fluktuasi tajam, dengan beberapa ronde mencapai nol paket maupun nol konsumsi energi. Jalur CH→BS merupakan yang paling boros energi (2.5–3.5 × 10⁻⁴ J) dan throughput tidak konsisten, meskipun pada ronde tertentu mampu mencapai puncak hingga 3.6 × 10⁴ bit. Temuan ini memperkuat literatur bahwa komunikasi intra-cluster lebih efisien, sementara jalur antar-CH dan CH→BS memerlukan pengembangan tambahan. Secara keseluruhan, ACO terbukti efektif dalam menjaga komunikasi intra-cluster, tetapi masih memerlukan perbaikan untuk komunikasi jarak menengah dan jarak jauh. Integrasi heuristik energi residual, multipath routing, atau hibridisasi metaheuristik menjadi rekomendasi untuk penelitian selanjutnya.Kata kunci: Wireless Sensor Networks; Routing; Ant Colony Optimization; EnergyConsumption; Throughput;  Abstract - Wireless Sensor Networks (WSNs) play a vital role in various modern applications such as environmental monitoring, precision agriculture, and smart cities. However, the limited energy of sensor nodes and the complexity of multihop communication make the design of efficient routing protocols a major challenge. This study analyzes the performance of the Ant Colony Optimization (ACO) algorithm in optimizing WSN routing based on three key metrics: packet delivery, energy consumption, and throughput. Simulations were carried out with 100 nodes randomly distributed within a 100 × 100-meter area using cluster-based multihop communication. The results indicate that Node→CH communication achieved the most stable performance, with packet delivery ranging from 85 to 97 per round and relatively low energy consumption between 2.0–2.8 × 10⁻⁴ J. In contrast, CH→CH communication exhibited sharp fluctuations, with several rounds dropping to zero packets and zero energy consumption. The CH→BS path was the most energy-consuming (2.5–3.5 × 10⁻⁴ J) and demonstrated inconsistent throughput, although in certain rounds it reached a peak of 3.6 × 10⁴ bits. These findings reinforce existing literature that intra-cluster communication is more efficient, while CH→CH and CH→BS links require further optimization. Overall, ACO has proven effective in maintaining intra-cluster communication, but improvements are still needed for medium- and long-range communication. Future research should consider integrating residual energy heuristics, multipath routing, or metaheuristic hybridization to enhance routing stability and prolong network lifetime.Keywords: Wireless Sensor Networks; Routing; Ant Colony Optimization; Energy Consumption; Throughput;