Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Gambaran Sanitasi Lingkungan Pada Balita Stunting Usia 24-59 Bulan di Kelurahan Kopo UPT Puskesmas Citarip Wilayah Bojongloa Kaler Tahun 2021 Manalu, Lisbet Octovia; Indriyani, R.O.; Somantri, Budi
Jurnal Kesehatan Rajawali Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Kesehatan Rajawali
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54350/jkr.v12i2.124

Abstract

Background : Sanitation The environment affects health, including the ownership of healthy latrines and the provision of clean water and waste management. Poor environmental sanitation practices can increase the risk of infectious diseases that can affect nutritional problems in toddlers. In 2020 the number of stunting events in Kopo Village is still high. Objective: This study was to find out how the description of environmental sanitation in stunting toddlers aged 24 - 59 months in Kopo Village UPT Citarip Health Center. Methods: This research uses descriptive quantitative research by collecting data through the distribution of questionnaires given online. The population in this study were parents who had stunting toddlers totaling 167 people. The samples taken in this study were 70 people using stratified random sampling technique. Results: The results of the study on the description of environmental sanitation in stunting toddlers aged 24-59 months in Kopo village with clean and healthy categories as many as 69 people (98.4%) and unsanitary and unhealthy categories as many as 1 person (1.4%). Conclusion: Based on the results of the study, most of the respondents already had good environmental sanitation but their toddlers were stunted, this was because environmental sanitation factors were an indirect cause of stunting and the direct factors that became the risk of stunting were lack of nutritional intake and infectious diseases.
NICU Room Baby Care at the Sekarwangi Regional General Hospital: Mothers’ Satisfaction with Baby Care and Social Support for Mothers with Premature Infants Manalu, Lisbet Octovia; M. Iqbal Sutisna
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 8 No. Special Edition (2022): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aims: The hospitalization and inpatient experiences of premature babies in hospitals cause high levels of anxiety and symptoms of depression in parents, loss of confidence in caring for babies, and being overprotective for children. Premature birth and low birth weight (LBW) babies are still relatively common in Indonesia. The baby, as well as developmental and behavioral retardation problems. Pediatric nurses in providing interventions, have a role in facilitating parents to provide bonding attachments and optimizing Family Centered-Care (FCC). Objective: To determine the social support and satisfaction of mothers of premature babies with care in the NICU room at Sekarwangi Hospital. Methods: The Social Support Questionnaire and the Neonatal Instrument of Parent Satisfaction (NIPS) Questionnaire was adjusted used in this cross-sectional survey. Non-probability sampling as well as consecutive sampling are indeed methods of sampling. The Chi-Square Test was used to check. Results: Mothers' satisfaction with infant care in the NICU room is satisfying, that as 44 respondents (88 percent), and social support for mothers of premature babies receiving care there is good, according to 47 respondents (94 percent). Conclusion: Social support for mothers of premature newborns and mothers' satisfaction with the care of the infants in the NICU Room at the Sekarwangi Regional General Hospital are associated.
Bermain Terapeutik Puzzle Mempengaruhi Tingkat Kecemasan Pada Anak Usia Prasekolah (3-6 Tahun) Sebelum Pemberian Obat Intravena (Bolus) Manalu, Lisbet Octovia; Somantri, Budi; Barokah, Riski Renaldi
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 6, No 3 (2018): EDITION NOVEMBER 2018
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.041 KB)

Abstract

Bermain adalah aktivitas yang menyenangkan bagi anak. Bermain bagi anak dapat menghilangkan stress dan cemas, bahkan bermain dapat dipakai terapi dan sebagai pengalihan dari rasa kecemasan saat dilakukan tindakan invasif seperti pemberian injeksi obat melalui IV (bolus). Permainan puzzle dapat digunakan sebagai media untuk terapi bermain pada anak. Tujuan penelitian mengetahui pengaruh bermain terapeutik puzzle terhadap tingkat kecemasan anak usia prasekolah (3-6 tahun) sebelum pemberian obat intravena (bolus). Penelitian menggunakan desain eksperimen semu (Quasy experimental) pre-post test without control. Populasi pada penelitian ini berjumlah 148 anak usia prasekolah (3-6 tahun) dengan jumlah sampel 35 orang diambil dengan purposive sampling. Instrument yang digunakan pada penelitian ini adalah Lembar Observasi Skala Kecemasan (CFS)Chidren’s Fear Scale. Uji statistik yang digunakan adalah Wilcoxon. Terdapat perbedaan mean scores sebelum dan sesudah diberikan bermain terapeutik puzzle dengan nilai p 0,001. Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat dijadikan sebagai dasar untuk melakukan bermain terapeutik pada anak prasekolah dalam pemberian prosedur invasif obat IV (bolus) karena dapat menurunkan kecemasan anak prasekolah. Rumah Sakit Rajawali khususnya ruangan anak secara berkesinambungan memberikan metode bermain yang konsisten pada anak usia prasekolah saat anak dirawat di rumah sakit karena dapat dijadikan sebagai strategi utama untuk meminimalkan stresor dan tahap penyembuhan anak
Sosialisasi Pencegahan Anemia dan Pentingnya Nutrisi Pada Remaja Putri SMK 45 Lembang Haryanto, Mokh.Sandi; Purwanti, Tentry Fuji; Manalu, Lisbet Octovia; Yogaswara, Abdurrasyid Zakhir Syiham; Sukmana, Nahla Fauziah; Fatma, Nadia; Fitriani, Indri Dwi; Revana, Gina; Lestari, Elsa; Kartini, Kartini; Hanipah, Titin; Niasy, Ayu; Wulandari, Sefya Fica
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/zk2neh06

Abstract

Anemia merupakan kondisi tubuh yang ditandai dengan kadar hemoglobin (Hb) dalam darah berada di bawah nilai normal. Hemoglobin berperan penting dalam mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh. Apabila kadar hemoglobin menurun, suplai oksigen ke jaringan tubuh menjadi tidak optimal sehingga dapat menyebabkan gangguan fungsi tubuh, seperti berkurangnya produktivitas, mudah lelah, serta menurunnya daya tahan tubuh. Remaja merupakan kelompok usia yang rentan mengalami anemia akibat masa pertumbuhan yang cepat, perubahan pola makan, serta kurangnya asupan zat besi. Kurangnya pengetahuan mengenai anemia menyebabkan remaja sering tidak menyadari tanda dan gejala anemia serta cara pencegahannya, sehingga edukasi kesehatan menjadi sangat penting. Kegiatan pendidikan kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswi mengenai anemia serta upaya pencegahannya melalui edukasi yang bersifat interaktif. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi menggunakan media PowerPoint, pembagian leaflet edukatif, pelaksanaan pre-test, games interaktif, diskusi, serta post-test untuk menilai tingkat pemahaman siswi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswi, yang terlihat dari kemampuan mereka dalam menjawab pertanyaan pada sesi post-test dan quiz. Antusiasme siswi dalam sesi tanya jawab serta partisipasi aktif dalam games menunjukkan bahwa metode edukatif efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja mengenai pentingnya pencegahan anemia. Dari hasil kegiatan pendidikan kesehatan ini dapat disimpulkan bahwa edukasi kesehatan mampu meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswi mengenai anemia, faktor risiko yang memengaruhinya, serta pentingnya menjaga pola makan bergizi seimbang untuk mencegah terjadinya anemia pada remaja.
Hubungan Antara Pengetahuan Perawatan Luka Dengan Perilaku Perawatan Luka Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II Yang Pernah Mendapat Edukasi Di Rumat Area Bandung Raya Haniefa, Aulya Ratu; Istianah, Istianah; Purwanti, Tentry Fuji; Manalu, Lisbet Octovia
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Perilaku perawatan luka yang optimal pada pasien Diabetes Mellitus tipe II sangat penting untuk mencegah risiko infeksi, kekambuhan luka, dan amputasi. Meskipun edukasi telah diberikan secara terstruktur di Rumah Perawatan Luka (RUMAT) Area Bandung Raya, masih banyak pasien yang belum menerapkan perawatan luka sesuai standar. Pengetahuan perawatan luka diduga menjadi faktor predisposisi yang mempengaruhi perilaku perawatan luka pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan perawatan luka dengan perilaku perawatan luka pada pasien Diabetes Mellitus tipe II yang pernah mendapat edukasi di RUMAT Area Bandung Raya. Metode: Penelitian menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 47 responden dipilih dengan teknik total sampling dari enam unit RUMAT di Area Bandung Raya (Antapani, Cimahi, Kiaracondong, Padalarang, Setiabudi, dan Pasteur). Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Foot Care Knowledge (FCK) yang terdiri dari 11 item untuk mengukur pengetahuan, dan Modified Diabetic Foot Care Behaviors (MDFCB) yang terdiri dari 34 item untuk mengukur perilaku perawatan luka. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil: Mayoritas responden memiliki pengetahuan kategori tinggi yaitu 28 orang (59,6%) dan perilaku perawatan luka kategori baik yaitu 33 orang (70,2%). Uji korelasi Spearman Rank menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan perawatan luka dengan perilaku perawatan luka dengan nilai koefisien korelasi r = 0,400 dan nilai signifikansi p = 0,005 (p < 0,01), yang menunjukkan kekuatan hubungan sedang dengan arah positif. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan perawatan luka dengan perilaku perawatan luka pada pasien Diabetes Mellitus tipe II di RUMAT Area Bandung Raya. Pengetahuan yang tinggi cenderung diikuti dengan perilaku perawatan luka yang baik, meskipun masih terdapat faktor lain seperti dukungan keluarga, kondisi ekonomi, dan akses layanan kesehatan yang turut mempengaruhi perilaku pasien. Program edukasi perlu melibatkan keluarga dan mempertimbangkan hambatan praktis yang dihadapi pasien.
ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN GANGGUAN PERNAFASAN AKIBAT PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK (PPOK) DISERTAI EKSASEBRASI AKUT DENGAN PENERAPAN INTERVENSI BATUK EFEKTIF TERHADAP BERSIHAN JALAN NAFAS TIDAK EFEKTIF DI RUANG ICU RSUD CILILIN TAHUN 2026 Novianti, Fitri; Sutisna, M. Iqbal; Manalu, Lisbet Octovia; Rustandi, Budi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.9268

Abstract

Background: Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) is a chronic lung disease characterized by progressive and not fully reversible airflow limitation. This condition can cause impaired gas exchange leading to chronic hypoxia. Prolonged hypoxia may increase pressure in the pulmonary blood vessels, thereby increasing the workload of the heart, especially the right ventricle, which can eventually lead to cardiac enlargement or Cardiomegaly. Therefore, appropriate nursing care is needed to manage the problems that arise in patients with COPD and cardiomegaly. Objective: To identify and implement nursing care in patients with COPD and cardiomegaly through the nursing process which includes assessment, nursing diagnosis, planning, implementation, and evaluation. Methods: This scientific paper used a case study method with a nursing process approach that includes assessment, determination of nursing diagnoses, planning of nursing interventions, implementation, and evaluation in patients with COPD and cardiomegaly. Results: The results of the nursing care implementation showed that the main nursing problems found in the patient were ineffective airway clearance, impaired gas exchange, and decreased cardiac output. Nursing interventions included monitoring respiratory status, positioning the patient in a semi-Fowler position, deep breathing exercises, effective coughing techniques, and oxygen therapy as indicated. After the nursing interventions were implemented, the patient’s condition improved as indicated by reduced shortness of breath and improved breathing pattern. Conclusion: Nursing care for patients with COPD and cardiomegaly can help overcome nursing problems and improve the patient’s health condition through appropriate and continuous nursing interventions.
PENGARUH EDUKASI KESEHATAN BERBASIS MEDIA AUDIOVISUAL TERHADAP UPAYA PENCEGAHAN KOMPLIKASI MATA PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIWARUGA Agustin, Ferina Fernanda; Manalu, Lisbet Octovia; Arifin, Ahmad; Haryanto, M.Sandi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.9277

Abstract

Latar Belakang : Diabetes melitus tipe II merupakan penyakit kronis dengan prevalensi yang terus meningkat secara global dan berpotensi menimbulkan berbagai komplikasi mikrovaskular, salah satunya retinopati diabetik yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan hingga kebutaan. Upaya pencegahan komplikasi mata pada pasien diabetes melitus sangat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan, kesadaran, dan perilaku kesehatan pasien. Edukasi kesehatan merupakan salah satu strategi penting untuk meningkatkan pemahaman pasien terkait pencegahan komplikasi. Pemanfaatan media audiovisual dalam edukasi kesehatan dinilai lebih efektif karena mampu menyampaikan informasi secara lebih menarik dan mudah dipahami melalui kombinasi unsur visual dan audio. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi kesehatan berbasis media audiovisual terhadap upaya pencegahan komplikasi mata pada pasien diabetes melitus tipe II di wilayah kerja Puskesmas Ciwaruga. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimental one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 58 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mengukur upaya pencegahan komplikasi mata sebelum dan sesudah pemberian edukasi kesehatan berbasis media audiovisual. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat signifikansi 0,05.. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan upaya pencegahan komplikasi mata setelah diberikan edukasi kesehatan berbasis media audiovisual. Sebelum intervensi, sebagian besar responden berada pada kategori cukup, sedangkan setelah intervensi terjadi peningkatan kategori upaya pencegahan menjadi lebih baik. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05) yang menandakan adanya perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest.. Kesimpulan : Edukasi kesehatan berbasis media audiovisual terbukti efektif dalam meningkatkan upaya pencegahan komplikasi mata pada pasien diabetes melitus tipe II. Media audiovisual dapat direkomendasikan sebagai metode edukasi yang inovatif dan efektif dalam program promosi kesehatan untuk meningkatkan perilaku pencegahan komplikasi pada pasien diabetes melitus.
Analisis Asuhan Keperawatan pada Pasien Tn. H dengan Gangguan Sistem Kardiovaskular Akibat Congestive Heart Failure dan Chronic Kidney Disease dengan Penerapan Intervensi Posisi Semi Fowler terhadap Peningkatan Oksigenasi di Ruang ICU Oetomo Hospital Tahu Adelia, Wanda; Manalu, Lisbet Octovia
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gagal Jantung kongestif merupakan kurangnya fungsi pompa jantung yang menyebabkan kongesti akibat cairan di paru dan jaringan perifer yang merupakan hasil akhir yang sering terjadi pada banyak proses penyakit jantung. Gagal jantung kongestif terdapat pada sekitar 3 juta orang di Amerika serikat dan lebih dari 400.000 kasus baru dilaporkan setiap tahun. Gambaran klinis bervariasi untuk setiap pasien, tanda dan gejala bergantung pada seberapa cepat gagal jantung terjadi dan apakah hal tersebut mengenai ventrikel kiri, kanan, atau kedua nya (McPhee & Ganong, 2018) The study purpose: menganalisis asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan sistem kardiovaskular akibat congestive heart failure (CHF) dengan penerapan intervensi posisi Semi Fowler terhadap peningkatan oksigenasi di ruang ICU Oetomo Hospital. Materials and methods: Penelitian ini menggunakan metode kasus deskriptif pada satu pasien dengan diagnosis Congestive Heart Failure (CHF) yang dirawat di ruang ICU Oetomo Hospital. Subjek penelitian adalah Tn. H berusia 73 tahun yang mengalami keluhan sesak napas. Intervensi keperawatan yang diberikan berupa pemberian posisi Semi Fowler dengan elevasi kepala tempat tidur sekitar 150-450 untuk memantu meningkatkan ekspansi paru dan mengurangi kerja pernapasan terhadap peningkatan oksigenasi. Observasi dilakukan terhadap perubahan frekuensi napas, saturasi oksigen, dan tingkat kenyamanan pasien sebelum dan setelah intervensi. Data dikumpulkan melalui pengkajian langsung, observasi tanda-tanda vital, dan dokumentasi keperawatan selama periode perawatan pasien Results: Setelah intervensi berupa posisi Semi Fowler diberikan kondisi pasien menunjukkan perbaikan yang ditandai dengan penurunan keluhan sesak napas, saturasi oksigen mengalami peningkatan, serta peningkatan kenyamanan pasien saat bernapas. Conclusions: Penerapan posisi Semi Fowler dapat membantu meningkatkan oksigenasi dan mengurangu sesak napas pada pasien dengan Congestive Heart Failure (CHF). Intervensi ini dapat menjadi salah satu tindakan keperawatan yang sederhana dan efektif untuk mendukung fungsi pernapasan pada pasien dengan Congestive Heart Failure (CHF)