Muhammad, Azamul Fadhly Noor
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Problematika Dan Solusi Menulis Teks Narasi bagi Peserta Didik Kelas Tinggi Asmoro, Angling Indri; Muhammad, Azamul Fadhly Noor
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 5 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i5.5751

Abstract

Penelitian ini berusaha memberikan solusi strategis dalam mengatasi permasalahan terkait keterbatasan peserta didik dalam menulis teks narasi. Sampai saat ini permasalahan tersebut masih menjadi perbincangan serius bagi para pengembang metode pendidikan. Mengingat bahwa permasalahan tersebut pada dasarnya muncul akibat kurang efektifnya metode pengajaran dalam meningkatkan kualitas peserta didik dalam menulis teks narasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-analitis berbasis observasi dan dokumentasi terhadap peserta didik kelas V SD Negeri Tamanan tahun ajaran 2022/2023, yang merupakan objek utama dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahawa solusi problematika dalam menulis teks narasi bagi guru adalah: (1) Mengajak peserta didik untuk belajar di taman. (2) Membacakan cerita yang bersifat fantasional dan imajinatif. (3) Menentukan ide pokok paragraf sesuai dengan minat peserta didik. Sedangkan bagi peserta didik adalah: (1) Peserta didik dapat memilih tema yang mereka kuasai atau pahami. (2) Peserta didik harus rajin membaca agar perbendaharaan katanya banyak  sehingga dapat menuangkan ide cerita dengan lebih bebas. (3) Peserta didik harus sering berlatih dalam menyusun sebuah kalimat sederhana dan paragraf. (4) Peserta didik sebelum membuat paragraf harus mengetahui pemakaian huruf kapital dan tanda baca yang benar.
Problematika Dan Solusi Menulis Teks Narasi bagi Peserta Didik Kelas Tinggi Asmoro, Angling Indri; Muhammad, Azamul Fadhly Noor
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 5 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i5.5751

Abstract

Penelitian ini berusaha memberikan solusi strategis dalam mengatasi permasalahan terkait keterbatasan peserta didik dalam menulis teks narasi. Sampai saat ini permasalahan tersebut masih menjadi perbincangan serius bagi para pengembang metode pendidikan. Mengingat bahwa permasalahan tersebut pada dasarnya muncul akibat kurang efektifnya metode pengajaran dalam meningkatkan kualitas peserta didik dalam menulis teks narasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-analitis berbasis observasi dan dokumentasi terhadap peserta didik kelas V SD Negeri Tamanan tahun ajaran 2022/2023, yang merupakan objek utama dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahawa solusi problematika dalam menulis teks narasi bagi guru adalah: (1) Mengajak peserta didik untuk belajar di taman. (2) Membacakan cerita yang bersifat fantasional dan imajinatif. (3) Menentukan ide pokok paragraf sesuai dengan minat peserta didik. Sedangkan bagi peserta didik adalah: (1) Peserta didik dapat memilih tema yang mereka kuasai atau pahami. (2) Peserta didik harus rajin membaca agar perbendaharaan katanya banyak  sehingga dapat menuangkan ide cerita dengan lebih bebas. (3) Peserta didik harus sering berlatih dalam menyusun sebuah kalimat sederhana dan paragraf. (4) Peserta didik sebelum membuat paragraf harus mengetahui pemakaian huruf kapital dan tanda baca yang benar.
Berpikir Profetik dalam Pembelajaran Matematika SD/MI Muhammad, Azamul Fadhly Noor
Al-Bidayah : Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol. 9 No. 2 (2017): Al-Bidayah : jurnal pendidikan dasar Islam
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/al-bidayah.v9i2.3

Abstract

Dalam dunia pendidikan para siswa yang memiliki minat belajar yang tinggi dapat mengalami penurunan minat belajarnya. Salah satu contoh dalam pembelajaran matematika. Jika mereka diajarkan oleh guru dengan cara yang membosankan dan monoton, maka siswa akan cepat bosan dalam menerima pembelajaran tersebutdi kelas. Sebaiknya, siswa yang mempunyai motivasi rendah, dapat mengalami peningkatan minat belajar jika dibimbing oleh seorang guru yang mengetahui bagaimana cara berkomunikasi dan berpikir secara baik kepada siswanya. Berpikir profetik adalah berpikir sesuai dengan yang Nabi ajarkan atau lakukan. Pendidikan dengan perspektif profetik berarti mengkaji pendidikan sebagai program besar bangsa yang memiliki kekuatan prediktif ke masa depan yang lebih gemilang yang dilakukan oleh seseorang yang disebut nabi, yaitu orang yang berbicara awal atau pioner yang memproklamasikan diri dan berbicara masa depan. Dalam mengajarkanpelajaran matematika yang merupakan pelajaran yang sangat dibutuhkan oleh siswa sebagai bekal dia menjalani kehidupan di masyarakat kelak. Belum lagi paradaban bangsa kita saat ini yang sangat terpuruk, sehingga kita seolah-olah telah hilang jati diri sebagai bangsa yang bermartabat, sehingga dibutuhkan kembali tingkat berpikir sesuai yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW yang sering kita sebut berpikir Profetik, yang sesungguhnya itu sudah diajarkan oleh orang tua masing-masing sebelum masuk SD.Kata Kunci: Berpikir Profetik, Pembelajaran, Matematika SD
MISKONSEPSI MATERI ORGAN PEREDARAN DARAH DALAM PEMBELAJARAN IPA KELAS 5 DI SDIT ALAM NURUL ISLAM YOGYAKARTA Farida, Jauharotul; Muhammad, Azamul Fadhly Noor
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.40319

Abstract

This study is about finding and explaining the misunderstandings that fifth-grade students have about the human circulatory system while learning science at SDIT Alam Nurul Islam Yogyakarta. The research used a qualitative method with a descriptive design. The participants were fifth-grade students chosen using purposive sampling. Information was gathered through open-ended diagnostic tests, semi-structured interviews, and review of documents. The data was analyzed using an interactive model that included reducing data, displaying it, and drawing conclusions. To make sure the data was reliable, the study used multiple sources and methods for verification. The results show that students have some basic knowledge of the circulatory system, but they still have many misunderstandings. These mainly concern where and how the parts of the heart work, the difference between arteries and veins, and the paths of blood in the body and lungs. The overall path of the circulatory system was found to be the most misunderstood concept. Some reasons for these misunderstandings are that the teaching mostly uses lectures, there is not enough use of real or visual teaching tools, and students are not very involved in learning activities. The study suggests that teaching should focus on key scientific concepts, use real or visual tools, and involve students more in their learning to help reduce these misunderstandings.
Kefektifan Model Pembelajaran Example Non Example Berbantuan Alat Peraga Kuda Lantar terhadap Minat Belajar Siswa di Era Globalisasi Pada Siswa Kelas III SD Negeri Nglemplong Tebai, Lamek; Muhammad, Azamul Fadhly Noor
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36926

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui Keefektifan Model Pembelajaran Example Non Example Berbantuan Alat Peraga Kuda Lantar Terhadap Minat Belajar Siswa Di Era Globalisasi Pada Siswa Kelas III SD Negeri Nglempong. Salah satu masalah yang ditemukan dalam pembelajaran di Kelas 3 SD Negeri Nglempong, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman adalah masih rendahnya minat belajar siswa yang dapat dilihat dari rata-rata hasil belajar siswa yang masih memerlukan perbaikan, ini terjadi karena pembelajaran yang belum menarik minat siswa itu sendiri dan disebabkan oleh pembelajaran yang masih berpusat pada guru. Untuk mengatasi hal tersebut peneliti memberikan solusi penggunaan “Keefektifan Model Pembelajaran Example Non Example Berbantuan Alat Peraga Kuda Lantar Terhadap Minat Belajar Siswa Di Era Globalisasi Pada Siswa”. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas III SD Negeri Nglempong sedangkan kelas IIIA ditetapkan sebagai kelas kontrol, sementara kelas IIIB dijadikan sebagai kelas eksperimen. Hasil uji t-test menunjukkan nilai t sebesar 4.987 dengan derajat kebebasan (df) sebesar 54, serta nilai p-value (baik one-sided maupun two-sided) yang lebih kecil dari 0.001. Hal ini mengindikasikan bahwa perbedaan dalam minat belajar antara kedua kelompok adalah signifikan secara statistik pada tingkat kepercayaan 95%. Dengan kata lain, model pembelajaran Example Non Example berbantuan alat peraga kuda lantar secara signifikan lebih efektif dalam meningkatkan minat belajar kelas 3 SD Negeri Nglempong.
Peran Guru dalam Optimalisasi Papan Interaktif Digital pada Pembelajaran Pengolahan Data di SD Negeri 1 Karangmloko Utami, Linda Tri; Muhammad, Azamul Fadhly Noor
Jurnal Pendidikan Madrasah Vol. 11 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Madrasah
Publisher : Pusat Pengembangan Madrasah (PPM), dan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpm.2026.307-316

Abstract

This study aims to describe the teacher's role in optimizing the use of Digital Interactive Boards (DIB) in teaching data processing topics in fifth-grade mathematics at SD Negeri Karangmloko 1. The integration of digital technology in mathematics is considered an effective strategy to improve learning quality by presenting concepts in a more visual, interactive, and meaningful manner. This study employed a qualitative approach with a descriptive research design. The participants consisted of a fifth-grade teacher and fifth-grade students of SD Negeri Karangmloko 1. Data were collected through observations, interviews, and documentation and analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing techniques. The findings revealed that teachers played a crucial role throughout the learning process, including planning, implementation, and evaluation stages. During the planning stage, teachers prepared instructional materials, designed digital learning media, and developed visual representations of data processing concepts. In the implementation stage, teachers acted as facilitators by guiding students to actively engage with the Digital Interactive Board. During evaluation, teachers utilized interactive quiz features to assess students’ understanding and provide immediate feedback. The use of DIB enhanced students’ attention, motivation, participation, and comprehension of data processing materials. Therefore, the successful integration of Digital Interactive Boards in mathematics learning is highly dependent on teachers’ ability to design, manage, and evaluate technology-based instruction effectively.