Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMANFAATAN INSTAGRAM SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI PEMASARAN DIGITAL PADA AKUN@TEMUKAMU.WHITEFOREST Winata, Aditya Kuspanca; Nasher, Ahmad
Mediakom : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/mkm.2024.v8i2.14859

Abstract

Banyaknya pengguna internet di Indonesia yang mencapai 215,63 juta orang serta dengan konten internet yang sering diakses merupakan media sosial maka melakukan pemasaran melalui internet tepatnya di media sosial merupakan hal yang sangat tepat. Seperti yang diterapkan oleh tempat usaha temukamu whiteforest yang ingin terus memperluas komunikasi pemasarannya dengan melalui media sosial instagram. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan penelitian kualitatif yang terdiri dari wawancara dan dokumentasi. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Difusi inovasi yang diperkenalkan oleh Everett Rogers (1962) dan konsep intergrated marketing communication yang dikembangkan oleh Schrutz (1980an). Hasil yang Peneliti dapatkan dari wawancara dengan pihak temukamu whiteforest mengenai strategi pemanfaatan instagram sebagai media komunikasi pemasaran telah menerapkan serta memenuhi lima karakteristik difusi inovasi yang digagas oleh Everett Rogers serta beberapa bentuk aktivitas intergrated marketing communication yang digagas oleh Schrutz, kelima bentuk yang digunakan tersebut yaitu advertising, sponsorship, public relation, personal selling, dan sales promotion. Terdapat satu bentuk yang tidak di gunakan yakni Sponsorship karena belum terlalu terfokus kearah tersebut. Hal itu menunjukkan bahwa strategi pemanfaatan instagram sebagai media komunikasi pemasaran memiliki peran penting dalam menjalankan suatu bisnis yang dikomunikasikan melalui media sosial instagram.
STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN MRT JAKARTA DALAM MENYELENGGARAKAN EVENT HARI MRT TAHUN 2O25 Nabiil, Kaisar; Umam, Choirul; Fitriyah, Pipit; Harianto, Fery; Nasher, Ahmad
BroadComm Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : AKMRTV Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53856/fvt26h58

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi pemasaran yang diterapkan oleh MRT Jakarta dalam meningkatkan partisipasi publik pada perayaan Hari MRT Tahun 2025. Perayaan ini bukan hanya sebagai bentuk apresiasi terhadap keberadaan sistem transportasi publik modern, tetapi juga sebagai upaya membangun kedekatan emosional antara MRT Jakarta dengan masyarakat pengguna Teori utama yang digunakan adalah model AISAS (Attention, Interest, Search, Action, Share), yang relevan untuk menganalisis perilaku konsumen di era digital, terutama dalam konteks keterlibatan publik melalui media sosial dan platform digital lainnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis untuk memahami secara mendalam  proses komunikasi yang terjadi. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam dengan pihak MRT Jakarta dan partisipan acara, observasi partisipatif, dokumentasi, serta studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi pemasaran MRT Jakarta mampu menciptakan proses komunikasi dua arah yang efektif. Tahap Attention dicapai melalui penggunaan konten visual yang menarik di media sosial; Interest dibangun lewat desain kampanye yang interaktif; tahap Search difasilitasi dengan informasi mudah diakses melalui kanal digital resmi; Action terwujud melalui berbagai program seperti promo spesial, kompetisi, dan aktivasi publik; serta Share diperkuat dengan mendorong audiens untuk membagikan pengalaman mereka melalui tagar dan repost di media sosial. Strategi ini tidak hanya meningkatkan awareness dan  partisipasi masyarakat, tetapi juga menciptakan efek  viral yang memperkuat citra positif  MRT Jakarta sebagai institusi publik yang modern, terbuka, dan adaptif terhadap era digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan strategi komunikasi berbasis model AISAS memberikan kontribusi signifikan dalam membangun engagement publik serta memperkuat positioning MRT Jakarta.
Kontestasi kebhinekaan pancasila dalam ekosistem media sosial Tunggali, Ade Putranto Prasetyo Wijiharto; Nasher, Ahmad
Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 12 No 1 (2026): April 2026 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitian
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jk.v12i1.43513

Abstract

Abstract The digital age has brought significant changes to society’s communication patterns, including the mechanisms for disseminating national values. Current trends indicate a shift in perception, whereby values such as courtesy, mutual respect, and tolerance—which serve as the nation’s foundational bonds—are increasingly viewed as irrelevant by some citizens. There is a growing tendency to regard local culture as a traditional entity incompatible with modern progress. Consequently, a paradigm shift is needed in national life to respond to intensive interaction with foreign cultures. This study analyzes digital communication patterns to promote the values of Pancasila’s diversity through social media platforms. Pancasila, as the state ideology, now faces both challenges and new opportunities amid the dominance of social media as the primary communication platform. This research aims to examine these changes and analyze effective digital communication patterns to promote the values of Pancasila’s diversity. This study aims to examine these changes and analyze effective digital communication strategies for promoting the values of Pancasila’s diversity. Using a qualitative approach, this study explores various strategic methods to enhance public awareness and participation. The research findings indicate that strategies based on interactive content, collaboration with public figures (influencers), and the optimization of social media algorithms can significantly enhance the effectiveness of disseminating the values of Pancasila. This study concludes that it is crucial to adapt communication strategies to advancements in digital technology and the characteristics of contemporary audiences. This is essential to ensure that national values remain relevant, resilient, and well-received by the younger generation amidst the dynamic currents of globalization. Keywords: Pancasila values; social media; communication patterns.   Abstrak Era digital telah membawa perubahan signifikan dalam pola komunikasi masyarakat, termasuk dalam mekanisme penyebaran nilai-nilai nasional. Fenomena saat ini menunjukkan adanya pergeseran persepsi di mana nilai-nilai kesopanan, saling menghormati, dan toleransi sebagai perekat dasar bangsa mulai dianggap kurang relevan oleh sebagian warga negara. Muncul kecenderungan untuk memandang budaya lokal sebagai entitas tradisional yang tidak kompatibel dengan kemajuan zaman. Akibatnya, diperlukan perubahan paradigma dalam kehidupan berbangsa dan bernegara guna merespons interaksi intensif dengan budaya asing. Studi ini menganalisis pola komunikasi digital untuk mempromosikan nilai-nilai Kebhinekaan Pancasila melalui platform media sosial. Pancasila, sebagai ideologi negara, kini menghadapi tantangan sekaligus peluang baru di tengah dominasi media sosial sebagai platform komunikasi utama. Penelitian ini bertujuan mengkaji perubahan tersebut serta menganalisis pola komunikasi digital yang efektif untuk mempromosikan nilai-nilai Kebhinekaan Pancasila. Menggunakan pendekatan kualitatif, studi ini mengeksplorasi berbagai metode strategis untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi publik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa strategi berbasis konten interaktif, kolaborasi dengan tokoh publik (influencer), serta optimalisasi algoritma media sosial secara signifikan dapat meningkatkan efektivitas penyebaran nilai-nilai Pancasila. Studi ini menyimpulkan pentingnya adaptasi strategi komunikasi terhadap perkembangan teknologi digital dan karakteristik audiens kontemporer. Hal ini krusial untuk memastikan nilai-nilai nasional tetap relevan, resilien, dan diterima dengan baik oleh generasi muda di tengah arus globalisasi yang dinamis. Kata-kata Kunci: Nilai pancasila; media sosial; communication pattern.