Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN PENGARUH TEMAN DENGAN FREKUENSI KONSUMSI FAST FOOD MODERN PADA MAHASISWA UNIVERSITAS XYZ DI KOTA DEPOK Erdianti, Nur Putri
Edu Dharma Journal :Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat Vol 5, No 2 (2021): Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/edj.v5i2.172

Abstract

ABSTRACTExcessive consumption of fast food can increase the incidence of obesity and other health problems in adolescents. Eating fast food more than twice per week can increase BMI z-score significantly, compared to eating fast food once a week or not eating fast food at all. This study aims to determine the relationship between the influence of friends with the frequency of modern fast food consumption among students XYZ University in Depok. The research method used is quantitative with cross-sectional study design conducted to 148 students XYZ University Depok selected by systematic random sampling. It used questionnaire about individual characteristics, food characteristics, and environmental characteristics, while data of frequency fast food consumption from FFQ. Result showed that 51,4% of respondents consumed fast food often. Furthermore, there is a difference proportion in the influence of friends (p = 0.001) in determining the frequency of fast food consumption. Students with strong friend influences are 3.6 times more likely to eat fast food more often compared to poor friend influences. ABSTRAKKonsumsi fast food yang berlebihan dapat meningkatkan kejadian obesitas dan masalah kesehatan lainnya pada remaja. Mengonsumsi fast food lebih dari dua kali per minggu dapat meningkatkan BMI z-score secara signifikan, dibandingkan dengan yang mengonsumsi fast food seminggu sekali atau tidak mengonsumsi fast food sama sekali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor pengaruh teman dengan frekuensi konsumsi fast food modern pada mahasiswa Universitas XYZ di Kota Depok. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain studi cross-sectional yang dilakukan kepada 148 mahasiswa Universitas XYZ yang dipilih dengan systematic random sampling. Data karakteristik diperoleh dari kuesioner, sedangkan data frekuensi konsumsi fast food diperoleh dari FFQ. Hasil penelitian ini menunjukkan sebanyak 51,4% responden mengonsumsi fast food dengan frekuensi sering. Terdapat perbedaan proporsi pada pengaruh teman (p=0,001) dalam menentukan frekuensi konsumsi fast food. Mahasiswa dengan pengaruh teman yang kuat berpeluang 3,6 kali lebih sering mengonsumsi fast food dibandingkan mahasiswa dengan pengaruh teman lemah.
Hubungan Status Imunisasi Dan Kunjungan Posyandu Dengan Kesehatan Balita Erdianti, Nur Putri; Astuti, Dwi Puji; Pratiwi, Aisyah Putri; Nurtika, Deti; Dewi, Intan Puspita; Fitria, Tri Utami
Jurnal Bina Cipta Husada Vol 22 No 1 (2026): Jurnal Bina Cipta Husada
Publisher : STIKes Bina Cipta Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Imunisasi merupakan upaya kesehatan masyarakat yang terbukti efektif dalam mencegah penyakit menular pada anak. Namun, rendahnya cakupan imunisasi dasar lengkap masih menjadi tantangan di berbagai daerah, termasuk Desa Simpangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status imunisasi dan kunjungan posyandu dengan status kesehatan balita di Desa Simpangan, Kecamatan Cikarang Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif-analitik dengan pendekatan cross sectional, melibatkan 32 balita yang dipilih melalui teknik cluster sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur. Analisis data uji Chi-Square digunakan untuk melihat hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar balita memiliki status imunisasi tidak lengkap (50%), rutin berkunjung ke posyandu (68,7%), dan berada dalam kondisi tidak sakit (78,1%). Uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara status imunisasi dengan kesehatan balita (p = 0,007). Sebaliknya, kunjungan posyandu tidak berhubungan signifikan dengan kesehatan balita (p = 0,089). Dapat disimpulkan bahwa kelengkapan imunisasi berperan penting dalam menjaga kesehatan balita, sedangkan kunjungan posyandu belum menunjukkan hubungan signifikan pada penelitian ini, meskipun secara deskriptif tetap berkontribusi pada pemantauan tumbuh kembang anak. Upaya peningkatan cakupan imunisasi dan optimalisasi fungsi posyandu perlu diperkuat untuk meningkatkan derajat kesehatan balita