PRABOWO, MUHAMMAD AGUNG
Universitas Sebelas Maret

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kinerja Rugi dan Manajemen Laba di Indonesia: Perspektif Governance Prabowo, Muhammad Agung
Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : Accounting Study Program, Faculty Economics and Business, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.793 KB) | DOI: 10.20961/jab.v19i2.425

Abstract

The paper investigates the effect of accounting loss on earnings management in Indonesia. Research gap hinges upon the differences in institutional setting between Indonesia and developed markets, of which has been previously studied extensively. Earnings management refers to discretionary accruals. Theoretical background follows corporate governance framework originated from agency theory. Governance framework claims that loss might provide manager with incentive to commit either positive accruals or negative accruals. Under manager-owner conflict, insider might prefer to choose positive accruals while, under manager-creditor conflict, it is negative accruals that might be selected. Analysis is based on firms engaging in manufacturing operation that listed in Indonesian Stock Exchange during 2009 to 2014. The results reveal that loss triggers manager to commit negative accruals and that results are robust to the definition and the endogeneity of loss. The shortcomings include the issues of discontinuity and trade of between real and accrual earnings management that, accordingly, require a due care in interpreting the results.Penelitian ini menginvestigasi pengaruh kinerja rugi perusahaan terhadap manajemen laba di Indonesia. Celah penelitian merujuk pada perbedaan setting kelembagaan antara Indonesia dengan negara maju yang menjadi basis penelitian sebelumnya. Manajemen laba merujuk pada akrual diskresioner. Latar belakang teoritis mengikuti rerangka konseptual corporate governance yang bersumber dari teori keagenan. Dari perspektif konflik keagenan antara manajer-pemilik maka diprediksi bahwa kinerja rugi dapat menyebakan perusahaan melakukan akrual positif. Pada konflik keagenan manajer-kreditur maka diprediksi perusahaan yang mengalami kinerja rugi akan melakukan akrual negatif untuk mendapatkan termin renogosiasi yang lebih baik. Analisa dilakukan dengan menggunakan data perusahaan manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia periode 2009 sampai dengan 2014. Hasil analisa menunjukkan bahwa kinerja rugi mendorong perusahaan memilih akrual negatif. Hasil tersebut robust terhadap isu definisi kinerja rugi dan isu endogeneitas kinerja rugi. Kelemahan penelitian mengacu pada isu discontinuity kinerja rugi dan isu trade-off antara manajemen laba berbasis akrual dengan berbasis aktivitas rill yang mengharuskan kecermatan dalam mengintepretasikan hasil analisa.
Kualitas Audit dan Manajemen Laba Berbasis Operasional Prabowo, Muhammad Agung; Hananto, Santoso Tri; Budiwati, Christiyaningsih; Triatmoko, Hanung; Widjajanto, Anis
Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : Accounting Study Program, Faculty Economics and Business, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.051 KB) | DOI: 10.20961/jab.v20i2.570

Abstract

This paper investigates the effect of audit quality on real earnings management. Audit quality refers to the size of the audit office. Conceptual framework borrows from agency theory positing that earnings management reflects managerial opportunistic behavior to influence the contractual outcome imposed by stakeholders. The size of the auditors’ office represents available resources within the firm that eventually enables the auditor to maintain independence and to invests in auditing techno logy that results in higher technical competence. The hypothesis predicts that auditor size negatively affects real earnings management. The sample consists of firms engaging in manufacturing operations listed in Bursa Efek Indonesia, which meetspecific requirements. In contrast with a hypothesis, the analysis reveals that auditor size is positively related to real earnings management. the results hold after controlling for self-selection bias. The paper conjectures that deep-pocket insurance might dominate audit quality in that relationship. Several caveats are in place that require due care in interpreting the results. Penelitian ini menguji pengaruh kualitas audit, dengan menggunakan ukuran auditor sebagai surogasi, terhadap manajemen laba berbasis operasi riil. Rerangka konseptual mengacu pada teori keagenan yang mengklaim bahwa manajemen laba merupakan tindakan opportunistik manajemen untuk mempengaruhi keputusan pemangku kepentingan. Ukuran auditor berasosiasi dengan ketersediaan sumber daya yang memungkinkan auditor mempertahankan independensi dan meningkatkan kompetensi teknis pengauditan. Hipotesa memprediksi bahwa ukuran kantor auditor berpengaruh secara negatif terhadap manajemen laba. Sampel terdiri dari perusahaan manufaktur di Indonesia yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia dengan kriteria tertentu. Sumber data adalah laporan tahunan perusahaan. berlawanan dengan prediksi awal, hasil pengujian menunjukkan bahwa ukuran auditor berpengaruh secara postif terhadap manajemen laba. Hasil tersebut robust terhadap isu self-selection bias. Penjelasan yang mungkin dari hasil tersebut adalah deep-pocket insurance lebih mendominasi daripada isu kualitas audit. Penelitian ini mengandung beberapa kelemahan dan oleh karean tiu diperlukan kecermatan dalam mengintepretasikan hasil penelitian