Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN MERUPAKAN SALAH SATU PENGEJAWANTAHAN DIMENSI MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU, SOSIAL, SUSILA, DAN MAKHLUK RELIGI Azmi, Shofiyatul
Jurnal Likhitaprajna Vol 18 No 1 (2016): April 2016
Publisher : FKIP Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.287 KB) | DOI: 10.37303/likhitaprajna.v18i1.30

Abstract

Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) adalah membawa misi pendidikan moral bangsa, membentuk warga negara yang cerdas, demokratis, dan berakhlak mulia, yang secara konsisten melestarikan dan mengembangkan cita-cita demokrasi dan membangun karakter bangsa. Sedangkan visi pendidikan Kewarganegraan adalah mewujudkan proses pendidikan yang terarah pada pengembangan kemaampuan individu, sehingga menjadi warga Negara yang cerdas, partisipatif, dan bertanggung jawab. Dengan demikian akan membentukwarga negara Indonesia yang didasarkan pada Pancasila dan karakter positip masyarakat Indonesia. Dimensi manusia sebagai makhluk individual, makhluk sosial, makhluk susila, dan makhluk religi dalam kedudukan kita sebagai warga Negara Indonesia, hendaknya dikembangkan secara seimbang. Dimensi manusia tersebut secara konsisten diperjelas dan dipertajam di dalam memandang dirinya sendiri dengan potensi diri pribadi, dan pengembangan kerjasama dengan orang lain untuk membawa keunggulan bangsa dan Negara, serta kepatuhannya untuk mematuhi norma-norma dalam masyarakat, dan aktualiasi dirinya untuk bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, hal itulah merupakan beberapa materi Pendidikan Kewarganegraan Indonesia, disamping materi-materi lainnya. Kata Kunci: Pkn, Pengejawantahan, Makhluk Individual, Sosial, Susila, Religi.
PELAKSANAAN AMANDEMEN TERHADAP UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945 Azmi, Shofiyatul
Jurnal Likhitaprajna Vol 16 No 2 (2014): September 2014
Publisher : FKIP Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.742 KB) | DOI: 10.37303/likhitaprajna.v16i2.35

Abstract

Reformasi merupakan salah satu tuntutan yang terus menerus berkembang dan terjadi dalam masa orde baru (pertengahan tahun 1998), baik oleh masyarakat, pemerintah, maupun oleh kekuatan Sosial Politik, termasuk parpol. Salah satu tuntutan yang digulirkan itu adalah perubahan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, kemudian tuntutan itu diperjuangkan oleh fraksi-fraksi yang ada dalam MPR.Paparan terhadap perubahan Undang-Undang Dasar 1945  telah terwujud dalam lembaga-lembaga Negara, dan perubahan dimaksudkan untuk meneguhkan pelaksanaan tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara yang sesuai dengan cita-cita proklamasi kemerdekaaan, yaitu: melindungi segenap  bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa. ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial.Kata Kunci:  amandemen,  UUD 1945.
MENUMBUHKAN PROFESIONALISME GURU DALAM PEMBELAJARAN BERKELANJUTAN Azmi, Shofiyatul
Jurnal Likhitaprajna Vol 15 No 1 (2013): April 2013
Publisher : FKIP Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37303/likhitaprajna.v15i1.71

Abstract

Pembelajaran berkelanjutan bagi guru adalah usaha pengembangan profesionaldengan meningkatkan empat kompetensi (Kompetensi pedagogik, profesional,kepribadian, dan sosial). Upaya ini diperlukan untuk memantapkan formulasikompetensi, sehingga memiliki nilai-nilai yang lebih fungsional, sosial, maupunkepribadiannya sehingga akan menjadi guru yang bermartabat, disenangi siswanya,dan melakukan pembelajaran secara efektif. Pembelajaran berkelanjutan, merupakanlangkah pengembangan profesionalitas yang terus menerus harus dilakukan dinamis,dan meningkat, hal tersebut dilakukan oleh tiap guru. Kebijaksanaan Pemerintahuntuk mewadai pelaksanaan pembelajaran berkelanjutan terutama untuk guru-guruyang memiliki kompetensi di bawah standar adalah pengembangan keprofesianberkelanjutan (PKB) yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan guru untukmencapai standar kompetensi profesi dan/atau meningkatkan kompetensinya di atasstandar kompetensi profesinya yang sekaligus berimplikasi kepada perolehan angkakredit untuk kenaikan pangkat/jabatan fungsional guru. U n s u r PKB mencakup tigahal; yakni pengembangan diri, publikasi ilmiah, dan karya inovatif.Kata Kunci : Profesionalisme, Guru, Pembelajaran, Berkelanjutan.
MENINGKATKAN PEMBELAJARAN DAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DENGAN STRATEGI INQUIRI SOSIAL Azmi, Shofiyatul; Roshidin, Roshidin
Jurnal Likhitaprajna Vol 21 No 1 (2019): April 2019
Publisher : FKIP Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.696 KB) | DOI: 10.37303/likhitaprajna.v21i1.134

Abstract

This study aims to improve the learning process and learning achievement of PKn by applying social inquiry learning strategies. Social inquiry strategies are one of the learning strategies by systematically structured ways of thinking and ways to find out their own (inquiry) knowledge and concepts. This type of research is classroom action research using a qualitative approach. The study was conducted with 2 cycles in 2 (two) meetings. The research subjects were XI IPA1 SMA Sunan Kalijaga Jabung Malang. Data obtained in the form of observation sheets of student and teacher activities and tests of student learning outcomes each cycle. The results of this study are the achievement of improved PKn learning process as evidenced by the scor activity of students in the first cycle (3.1) interpreted active student activities, and cycle II obtaining scor (3.78) means that in the learning process students are very active. Observation of teacher activities also showed an increase with scor in the first cycle (3.1) which means that the teacher's activities in the learning process were in a good category, experienced an increase in cycle II with Scor (3.7) which was very good. Student learning achievement also increased with the value of the test cycle I amounting to (78.9) with the percentage of completeness (68.4%) increasing in the second cycle the test score was (86.3) with the percentage of completeness (92.1%). The conclusion is by applying the strategy of social inquiry learning in improving learning and learning achievement in PKn subjects. Keywords: learning process, learning achievement, social inquiry