Rohaningsih, Denalis
Program Studi Magister Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, Institut Teknologi Bandung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

AKUMULASI LOGAM TIMBAL (PB) PADA KANGKUNG DARAT (IPOMOEA REPTANS POIR) Rohaningsih, Denalis; Muntalif, Barti Setiani
Jurnal Teknik Lingkungan Vol 21, No 2 (2015)
Publisher : ITB Journal Publisher, LPPM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.508 KB) | DOI: 10.5614/jtl.2015.21.2.6

Abstract

Abstrak: Timbal, salah satu logam berat yang berbahaya terhadap organisme dan lingkungan, ditemukan dalam limbah yang berasal dari kawasan industri textil Leuwigajah, Cimahi. Selain memiliki kelarutan yang baik dalam air dan dapat terakumulasi di dalam tanah, tanaman yang tumbuh di lahan tercemar dapat menyerap substansi yang berbahaya ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana logam timbal dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Pada penelitian ini hanya dikaji pengaruh akumulasi timbal pada tanaman kangkung darat (Ipomoea retans Poir). Selain konsentrasi timbal, pengaruh kehadiran kromium dalam tanah ikut dikaji pada penelitian ini. Penelitian diawali dengan (1) karakterisasi awal sampel tanah dari lokasi studi, (2) rancangan penanaman, (3) penanaman kangkung darat, (4) panen/pengampilan sampel, dan (5) analisis logam. Konsentrasi timbal mulai dianalisis pada kangkung darat berumur satu minggu. Analisis logam timbal dilakukan menggunakan metode spektrofotometri serapan atom. Dibuat empat variasi media tanam. Berdasarkan hasil pengukuran, logam timbal paling banyak terakumulasi di bagian akar kangkung darat kecuali kangkung darat variasi A dan variasi C yang mengakumulasi lebih banyak di bagian batang. Hingga hari ke-25, konsentrasi timbal dalam jaringan tanaman kangkung darat semua variasi belum melebihi baku mutu, yakni 0,5 mg kg-1. Kangkung darat variasi C memiliki kandungan timbal dengan jumlah tertinggi pada keseluruhan jaringan tanamannya (245,22 mg kg-1). Akumulasi timbal paling banyak terjadi pada bagian batang (89,18 mg kg-1). Adanya kromium di dalam media tanam variasi C dan variasi D menyebabkan akumulasi logam timbal menurun. Penambahan pupuk pada media tanam variasi B dan variasi D terbukti menurunkan akumulasi timbal dalam jaringan tanaman kangkung darat. Pengaruh logam pada pertumbuhan kangkung darat mulai terlihat pada hari ke-10. Terjadi klorosis pada beberapa daun kangkung darat variasi C. Semua variasi kangkung darat memiliki nilai faktor biokonsentrasi < 1 (variasi A = 0,32; variasi B = 0,33; variasi C = 0,34; variasi D = 0,36). Hanya kangkung darat variasi B yang memiliki nilai faktor translokasi < 1. Nilai ini dibuktikan dengan akumulasi timbal yang paling tinggi di bagian akar. Kata kunci: timbal, kromium, kangkung darat, Ipomoea reptans Poir, akumulasi Abstract : Lead, a heavy metal that harms different organisms, has been found in the waste of the garment industry in industrial area of Leuwigajah, Cimahi. As lead accumulated easily in water and soil via waste being discharged into the environment, plants in the contaminated area can absorb this hazardous substance. This situation calls into an assessment of ?to which extent the toxicity of lead can impact the growth of plants?. Within the research scope, only water spinach (Ipomoea reptans Poir) will be studied. Beside the dose of lead, the study also takes the presence of chromium into consideration. The sequences of research include: (1) An initial measurement of soil from sampling site, (2) planting design, (3) plantation of water spinach, (4) havest/sampling, and (5) analysis of metal. Lead concentration analysis begin with one-week-old water spinach. Analysis of lead performed by atomic absorption spectrophotometry method. Four variations of planting medium has been made. The result showed that lead mostly accumulated in root except variant A and variant C which accumulate more lead in stem. Until day 20th, lead concentration in water spinach plant tissues not yet exceed the regulation for maximum lead in vegetables (0.5 mg kg-1). Water spinach variant C has the highest amount of lead in its tissues (245.22 mg kg-1). Lead mostly accumulated in stem part (89.18 mg kg-1). The presence of chromium in planting medium variant C and variant D decreases the accumulation of lead. Addition of fertilizer in planting medium variant B and variant D proven decreases the accumulation of lead in plant tissues. Effect of metal presence on water spinach growth seen at day 10th. There is chlorosis in leaves of water spinach variant C. All of water spinach variations have bioconcentration value below 1 (variant A = 0.32; variant B = 0.33; variant C = 0.34; variant D = 0.36). Only water spinach variant B that has translocation value below 1. This value has proven by highest lead accumulation in its root. Key words: lead, chromium, water spinach, Ipomoea reptans Poir, accumulation