Purwaningsih, Novi Sri
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Nation, Nation-state, dan Nasionalism dalam “Sajak Seorang Tua tentang Bandung Lautan Api” Karya W.S. Rendra Purwaningsih, Novi Sri
Jurnal Sasindo UNPAM Vol. 3 No. 2 (2016): Jurnal Sasindo UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sasindo.v3i2.51-57

Abstract

AbstrakPembicaraan mengenai nasionalisme atau yang lebih dikenal sebagai paham nasionalis (cinta tanah air) belum ada akhirnya. Pembicaraan atau pembahasan mengenai hal ini selalu direproduksi dan melebur dalam berbagai bidang. Dalam dunia sastra Indonesia, nasionalisme dibicarakan dalam karya sastra, kritik, atau teori-teori. Selain konsep nasionalisme yang sudah lazim didengar, konsep nation dan nation-state juga penting untuk dibicarakan dan dipahami, terutama kemunculannya dalam karya sastra Indonesia. “Sajak Seorang Tua tentang Bandung Lautan Api” karya W.S. Rendra merupakan representasi peristiwa bersejarah Bandung Lautan Api yang terjadi di kota Bandung pada tahun 1946. Sehubungan dengan latar belakang pencipataannya, penulis menggunakan konsep nation, nation-state, dan nasionalism untuk melakukan analisis terhadap puisi ini. Berikut ini merupakan hal-hal yang dapat ditemukan. Pertama, konsep nation (bangsa) dalam “Sajak Seorang Tua tentang Bandung Lautan Api” karya W.S. Rendra mengacu pada sikap kebersamaan, kesatuan, dan persatuan yang pada penjajahan (peristiwa Bandung lautan Api) sangat diperlukan dalam menghadapi penjajah. Kedua, konsep nation-state (negara-bangsa) cenderung mengacu pada keadaan setelah Indonesia memproklamasikan diri sebagai negara merdeka hingga saat ini. Ketiga, nasionalisme sebagai antikolonialisme yang memuat kesatuan, kepribadian, kebebasan, kebersamaan, dan hasil usaha. Kata kunci: nation, nation-state, nasionalism
ANALISIS GENRE DALAM KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER PERIODE 1950-AN Purwaningsih, Novi Sri
Jurnal Sasindo UNPAM Vol. 5 No. 2 (2017): Jurnal Sasindo UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sasindo.v5i2.%p

Abstract

AbstrakSebuah karya tidak pernah dilahirkan dari kekosongan budaya. Kenyataan atau realitas menjadi acuan dan sumber inspirasi bagi penciptanya. Pramoedya Ananta Toer merupakan salah satu sastrawan Indonesia yang tidak pernah memiliki akhir untuk diperbincangkan, baik karena karyanya maupun pandangan dunianya. Penelitian terhadap karya-karyanya tak terhitung lagi jumlahnya dengan berbagai sudut pandang dan isu yang diangkat. Namun, belum banyak penelitian yang memfokuskan pada macam-macam tema (analisis genre) yang diangkat atau diceritakan Pramoedya dalam karya-karyanya. Dengan melihat dari keterjalinan unsur-unsur pembangun prosa pada tiga novelnya, yakni Midah Si Manis Bergigi Emas, Korupsi, dan Calon Arang, peneliti mendapatkan simpulan bahwa karya-karya Pram banyak menyoroti ketimpangan-ketimpangan sosial, percintaan antar kelas sosial, dan menyerang mentalitas salah satu kelas tertentu, priyayi misalnya.Kata kunci: Pandangan Dunia, Genre, Priyayi, Kelas Sosial.