This Author published in this journals
All Journal Logistik
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KEGIATAN KAPAL KEAGENAN PT. SRIJAYA SEGARA UTAMA DALAM PROSES PORT CLEARANCE UNTUK PERCEPATAN KEGIATAN BONGKAR PELABUHAN TANJUNG PRIOK Sungkono Ali; Fandry H Sipahutar
LOGISTIK Vol 7 No 2 (2014): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam mengoprasikan kapal terdapat permasalahan yaitu pada proses kegiatan/aktivitas penanganan masuk dan keluar kapal dalam pelaksanaannya banyak ditemui hambatan-hambatan tersebut berupa dokumen atau sertifikat kapal tersebut. hambatan-hambatan tersebut berupa dokumen atau sertifikat kapal yang sudah habis masa berlakunya, informasi kedatangan kapal yang kurang akurat di terima oleh agen pelayaran mengakibatkan penetapan PPKB (Permintaan Pelayanan Kapal dan Barang) menjadi terlambat dan belum tersedianya fasilitas dermaga untuk tempat sandar kapal karena masih di tempati oleh kapal lain. Ketiga hal tersebut apabila tidak cepat–cepat di tangani, maka akan menghambat kelancaran operasional kapal selama di pelabuhan.Sebaiknya dengan mengatur perencanaan kedatangan kapal atau sandar kapal dengan baik yang dibuat oleh PT. Srijaya Segara Utama harus disesuaikan lagi dengan adanya rapat kordinasi kapal untuk mengetahui dan merencanakan akan melakukan pembongkaran muatan kapan dan dimana kapal akan sandar, agar tidak terjadinya keterlambatan kapal.
Optimalisasi Rencana Kerja Terhadap Ketepatan Waktu Bongkat Muat di PBM PT. Diasy Mutiara Samudra Sungkono Ali; Muhammad Gunawan
LOGISTIK Vol 8 No 1 (2015): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan bongkar muat barang dari dan atau ke kapal meliputi kegiatan pembongkaran barang dari palka ke atas dermaga di lambung kapal atau sebaliknya (Stevedoring), kegiatan pemindahan barang dari dermaga dilambung kapal ke gudang lapangan penumpukan atau sebaliknya (cargo doring).Rencana Kerja yang baik akan sangat membantu dalam proses kegiatan bongkar muat karna dengan adanya rencana kerja pihak PBM dapat menentukan langkah kerja yang digunakan dalam kegitatan tersebut, selain itu pihak pemilik barang juga dapat mengetahui kapan barang/muatannya selesai dibongkar.Kegiatan kepelabuhanan adalah mata rantai yang tidak dapat terputus satu dan lainnya, seperti halnya PBM tidak dapat bekerja sendiri apalagi ketika terjadi kendala, koordinasi yang baik dengan pihak yang berkaitan seperti pihak agen pelayaran dalam suatu kegiatan bongkar muat sangat dibutuhkan karna dapat meminimalisir kendala teknis yang bisa saja terjadi dilapangan