Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perancangan Blade dan Pengembangan Prototipe Tangensial Drum Mesin Roasting Kopi Dwiartomo, Bolo; Andriyanto, Yoseph; Purnomo, Wahyudi; Ruswandi, Ayi
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 17, No 1 (2022): Volume 17, Nomor 1, April 2022
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jrm.v17i1.2798

Abstract

Kopi Arabika yang tumbuh di dataran tinggi beriklim tropis memiliki nilai ekonomi tinggi bila diproses dengan standart kualitas baik. Salah satu pengolahan paska panen yang sangat menentukan terhadap aroma, cita rasa dan homogenitas warna adalah proses roasting. Salah satu bagian terpenting pada mesin roasting adalah drum. Terdapat dua jenis, rotary drum dan tangensial drum. Pengembangan dilakukan pada tangensial drum di mana dinding drum diam sebagai stator dan blade berputar sebagai rotor. Proses perpindahan panas terjadi secara konveksi, sehingga dihasilkan proses peroastingan yang homogen dan merata secara konsisten dibandingkan tipe rotary drum berkonstruksi sederhana. Blade melekat pada dinding drum dan berputar bersama. Perpindahan panas terjadi secara konduksi, labil terhadap hasil akhir sehingga membutuhkan seorang profesional roastery untuk mengoperasikan. Tangensial drum  membutuhkan akurasi dinamik tinggi pada gap antara dinding dengan blade, idealnya 1±0.5 mm di seluruh permukaan. Industri dalam negeri belum mampu menghasilkan drum tipe tangensial secara komersial. Pabrikan terkemuka duniapun hanya menghasilkan mesin roasting tipe tangensial drum berkapasitas besar 10 kg atau lebih dengan peruntukan industri besar berharga jual sangat tinggi. Kebutuhan mesin roasting tangensial berkapasitas relatif kecil yang mudah dioperasikan tanpa membutuhkan seorang roastery profesional sangat diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sentra-sentra perkebunan kopi. Proses perancangan  dilakukan secara reverse engineering. Detail drawing menggunakan perangkat lunak CAD membantu proses konversi bentang blade dari 3D menjadi penampang potong 2D berbahan plat stainlessteel 304. Pengembangan ini menghasilkan prototipe blade tangensial dengan diameter drum 300 mm dalam dan panjang efektif 350 mm untuk kapasitas 2,5 kg greenbean. Pengujian dilakukan terhadap pengukuran gap dengan 75% sebaran hasil berada dalam rentang yang ditentukan dan performa blade melakukan agitasi biji kopi. Hasil pengujian laju pengeluaran kopi, aroma dan cita rasa yang berimbang serta homogenitas warna menunjukkan hasil baik.
MODIFIKASI PROSES PENGHALUSAN GULA AREN MENJADI GULA SEMUT MENGGUNAKAN MESIN GILING DI KELOMPOK TANI HUTAN BUNIKASIH Suryatini, Fitria; Dwiartomo, Bolo; Mulia, Sandy Bhawana; Salam, Abyanuddin
PUAN INDONESIA Vol. 5 No. 2 (2024): Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Puan Indonesia Vol 5 No 2 Januari 2024
Publisher : ASOSIASI IDEBAHASA KEPRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37296/jpi.v5i2.154

Abstract

Palm sugar is a food commodity with good economic value compared to the production of palm sugar in the form of bulk blocks, especially if it can meet export standards. One of the production centers for ant palm sugar is in Buni Kasih Village, Cupunegara Village, Cisalak District, Subang Regency, West Java. To produce palm sugar, several machines are needed in the process, including evaporation, crystallization, roasting, grinding and sifting. One of the problems that occur in the production process is milling. The existing machine always produces a process of melting palm sugar every five minutes, the process is carried out so that it must always be cleaned and takes quite a long time, thereby reducing the productivity of the machine which is quite significant. There are two possible causes for the melting, namely engine construction errors or engine speed that is too high around 2200 rpm. The engine modification process was carried out by replacing the gasoline engine drive with high rpm to an electric motor with a rotation of 1400 rpm along with modifications to the mount. Setting the reduction of engine speed is done by using a pulley-belt system. Tests were carried out on engine rotation between 500 rpm to 1000 rpm. Optimal rotation is obtained at 900 rpm where 90% of the powdered sugar produced by the mill is successfully sieved to be ready for packaging, while 10% is re-milled. At 1000 rpm the resulting powdered sugar can reach 95%, but the machine must be cleaned every hour so that the sugar does not start to melt.