Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Respon Beberapa Varietas Mentimun (Cucumis sativus L.) Terhadap Pemberian Air Kelapa Tua Bayu Kusuma; Syakhril syakhril; Bambang Supriyanto
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 35, No 3 (2012)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v35i3.51

Abstract

Towards of coconut water ripe treatment, and how much ripe coconut water concentration which is good for that, also how both treatment interaction to growth and yield of cucumber. This experiment was conducted from March to May 2012 at the Sempaja street, TVRI building komplex, Samarinda. The experiment was arranged in Completely Randomized Design (CRD) factorial 3 x 6 with 5 replication. The first factor was cucumber varieties (M), i.e. Hercules (m1), Harmony (m2) and Magic (m3). While the second factor was ripe coconut water concentration (K), i.e. 0% (k0l), 10% (k1), 20% (k2) , 30% (k3), 40% (k5), and 50% (k6). Data was analyzed using analysis of variance and continued by Least Significant Different (LSD) of 5%. Results of the experiment showed that : (1) cucumber varieties was hight significantly different on plant height at 10 and 15 days after planting, the number knuckle plant at 20 days after planting, and fruit diameter. Cucumber varieties significantly different on plant height at 20, 25 and 30 days after planting, total fruit per plant, and fresh weight fruit per plant. Cucumber varieties was not significantly different on the knuckle plant at 30 days after planting, the first harvest, the last harvest, and fruit length. The highest of fresh weight fruit at Harmony with 1996,43 grams; (2) the ripe coconut water concentration was very significantly different on plant height at 10, 15, 20 and 25 days after planting, the number knuckle plant at 20 and 25 days after planting. Ripe coconut water concentration was significantly different on the plant height at 30 days planting. Ripe coconut water concentration was not significantly different on the first harvest, the last harvest, total fruit, fruit length, fruit diameter and fresh weight fruit per plant. The highest of fresh weight fruit at concentred 10% with 1945,84 grams: and (3) the interaction between both cucumber varieties and ripe coconut water concentration treatment was not significantly different to all observation variable.
Analisis Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur Daulika, Putri; Fahrunsyah, Fahrunsyah; Syakhril, Syakhril; Saleh, Muhammad; Karno, Karno
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 2 (2025): Mei - Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i2.860

Abstract

Kesejahteraan masyarakat termasuk petani merupakan tujuan dari dilaksanakannya pembangunan. Peningkatan pembangunan pertanian diharapkan mampu untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Seberapa jauh pembangunan pertanian mampu meningkat kesejahteraan petani perlu dilakukan pengkajian. Pendekatan yang dapat dipakai untuk mengukur tingkat kesejahteraan petani adalah dengan mengukur Nilai Tukar Petani (NTP). Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perilaku nilai tukar petani, dan unsur-unsur pembentuk nilai tukar petani di Kabupaten Kutai Kartanegara. Data dianalisis menggunakan indeks nilai tukar petani yaitu dengan menggunakan formula NTP. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Secara umum nilai NTP petani padi sawah di atas 100, dengan rata-rata 104,14 yang menunjukkan harga hasil panen yang diterima petani lebih tinggi daripada biaya yang mereka keluarkan untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga, biaya produksi, dan penambahan barang modal.
Assessing the Internal and External Factors Influencing Farmers’ Welfare Daulika, Putri; Fahrunsyah, Fahrunsyah; Syakhril, Syakhril; Saleh, Muhammad; Karno, Karno; Setiawan, Maman
Journal of Agriprecision & Social Impact Vol. 2 No. 3 (2025): November: JAPSI (Journal of Agriprecision & Social Impact)
Publisher : CV. Komunitas Dunia Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62793/japsi.v2i3.84

Abstract

Farmer welfare is indicated by the level of purchasing power, which is calculated based on the ratio between the price index received from agricultural products and the price index paid for household consumption and production inputs. This study aims to analyze the internal and external factors influencing farmers’ welfare in Kutai Kartanegara Regency. The research data is primary and secondary data with a mixed method. The analysis was conducted using multiple linear regression to identify the factors that significantly affect farmers’ welfare. The results show that income, commodity prices, household consumption, and agricultural input costs are significant determinants of farmers’ welfare. Income and commodity prices have a positive effect, while agricultural input costs have a negative effect. The coefficient of determination (R²) values of 81.70% for the food crop subsector and 64.67% for the plantation subsector indicate that these variables explain a large portion of the variation in farmers’ welfare in the study area. Increased income increases welfare, but if consumption expenditure and input costs increase more than the increase in income, then farmer welfare will actually decrease. There is a need for policies to stabilize agricultural product prices, reduce production costs, and increase farmer productivity in Kutai Kartanegara Regency by strengthening market access, providing affordable inputs, and implementing technology and training so that agricultural products have added value and farmer welfare increases.
RESPONS TIGA VARIETAS JAGUNG KOMPOSIT TERHADAP PUPUK DAUN NATURALPLUS bujangenam, kiting; Abidin Alaydrus, Ali Zainal; Rusdiansyah, Rusdiansyah; Saleh, Muhammad; Syakhril, Syakhril
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 22 No 2 (2025): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fp.v22i2.4780

Abstract

Jagung merupakan salah satu komoditas pangan yang sangat penting. Upaya peningkatan produksi jagung dilakukan melalui penggunaan varietas unggul dan pemanfaatan pupuk daun Naturalplus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (1) mengetahui interaksi antara varietas jagung komposit dan pupuk daun Naturalplus terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung, (2) mengetahui varietas jagung komposit yang menunjukkan respon pertumbuhan dan hasil terbaik terhadap aplikasi pupuk daun Naturalplus, dan (3) menentukan konsentrasi pupuk daun. Naturalplus yang memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik pada tanaman jagung. Penelitian ini dilaksanakan di Taman Teknologi Pertanian, Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara pada bulan Februari hingga Mei 2024. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor perlakuan dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah varietas dengan tiga taraf, yaitu j1: Sukmaraga, j2: Jakarin, j3: Bisma. Faktor kedua adalah konsentrasi pupuk daun Naturalplus dengan empat taraf, yaitu n0: kontrol, n1: 0,5 cc/L air, n2: 1,0 cc/L air, dan n3: 1,5 cc/L air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara varietas dan pupuk daun Naturalplus pada sebagian besar variabel pengamatan, kecuali pada jumlah daun umur 42 HST. Varietas Jakarin memberikan respon pertumbuhan dan hasil terbaik terhadap aplikasi pupuk daun Naturalplus. Konsentrasi pupuk daun Naturalplus 1,5 cc/L air menghasilkan rata-rata pertumbuhan dan hasil tertinggi. Toto 4D https://kadinkalsel.org/tentang-kadin/ https://kadinkalsel.id/tentang-kadin/struktur-organisasi/ https://kadinprovjakarta.id/tentang-kadin/ Toto 4D https://astragraphia.org/id/tentang-kami/dewan-komisaris/ https://globalmedia.journals.ac.za/ https://ejournal.staiat-tahdzib.ac.id/ https://octopusinstitute.org https://ojs.incomoza.md/ https://jmsys.org/ https://mirrago.com/ https://utimebilliards.com https://jhswn.com https://ijciet.com https://ijbmla.com/ https://jurnal.senirupaikj.ac.id https://jurnal.pelitaumat.id https://stanfordgroup.org https://jsonsiunjani.com/ https://jurnal.yayasanyutapendidikancerdas.com/ toto slot situs 4d slot777 https://kmc.unirazak.edu.my/ Nana4D Nana4D Nana4D Nana4D slot88
Pengaruh Perbandingan Campuran Media Tanam dan Interval Pemupukan NPK Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Tahap Pre Nursery Idris, Suria Darma; Syakhril, Syakhril; Saleh, Muhammad; Akbar, Makmun
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 8, No 2 (2026): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 8 Nomor 2 Februari 2026
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jatl.8.2.2026.21939.54-61

Abstract

Pemilihan media tanam merupakan upaya memperoleh bibit kelapa sawit yang sehat. Pemupukan dapat meningkatkan kualitas bibit. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh perbandingan campuran tanah dan kompos, interval pemupukan NPK, interaksi kedua kedua perlakuan tersebut terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit tahap pre nursery. Penelitian dilakukan pada bulan November 2023 sampai April 2024. Rancangan yang digunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) factorial, 4 ulangan. Perlakuan perbandingan tanah dan kompos bokashi (M) terdiri atas 4 taraf yaitu tanah tanpa kompos bokashi (m0), tanah dan kompos bokashi 3:1 (m1), tanah dan kompos bokashi 2:1 (m2), serta tanah dan kompos bokashi 1:1 (m3). Sedangkan perlakuan interval pemupukan NPK (N) terdiri atas 3 taraf yaitu interval 4 minggu (n1), 2 minggu (n2), 1 minggu (n3). Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah helai daun, diameter bonggol pelepah, panjang helai daun, dan lebar helai daun. Data dianalisis menggunakan analysis of varians (ANOVA) taraf 5%., dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan, perlakuan perbandingan campuran media tanam berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi bibit, jumlah helai daun, diameter bonggol pelepah, panjang helai daun, serta lebar helai daun. Perlakuan interval pemupukan NPK berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi bibit, jumlah helai daun, panjang helai daun, serta lebar helai daun. Interaksi perbandingan campuran media tanam dan interval pemupukan NPK berpengaruh nyata pada parameter lebar helai daun, namun tidak berpengaruh pada parameter yang lain. Kombinasi perlakuan campuran media tanam dan kompos bokashi 1:1 (m3) dengan pemupukan NPK interval 1 minggu (n3) memberikan pertumbuhan bibit kelapa sawit terbaik.