Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PERCEPATAN WAKTU PENYELESAIAN PROYEK MENGGUNAKAN METODE FAST-TRACK DAN CRASH PROGRAM Stefanus, Yohanes
Media Teknik Sipil Vol 15, No 1 (2017): Februari
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.013 KB) | DOI: 10.22219/jmts.v15i1.4494

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui percepatan waktu dan biaya yang dapat dihemat pada proyek Hotel Dewarna Tahap II Bojonegoro. Berdasarkan laporan realisasi sampai minggu ke-13 atau 86 hari kerja baru mencapai 34,58% sedangkan persentase rencana awal sebesar 53,522%, sehingga terjadi deviasi antara rencana dan realisasi. Akibatnya pekerjaan mengalami keterlambatan waktu yang awalnya direncanakan selesai dalam waktu 233 hari menjadi 261 hari. Untuk mempercepat waktupenyelesaian proyek agar tidak terjadi keterlambatan maka kajian ini menggunakan metode fast-track dan crash program untuk kemudian dibandingkan hasilnya. Hasil analisis menggunakan metode fast-track dan crash program dari segi waktu bisa ditekankan kembali seperti rencana awal yaitu proyek selesai dalam waktu 233 hari. Dari segi biaya dengan metode fast-track membutuhkan biaya sebesar Rp 26.376.440.619, sedangkan dengan metodecrash program membutuhkan biaya sebesar Rp 26.504.146.817.Kedua metode tersebut mampu mengurangi biaya akibat keterlambatan proyek yang awalnya sebesar Rp 27.059.140.712. dari segi biaya metode fast-track lebih murah, akan tetapi  memiliki resiko yang lebih besar karena apabila salah satu pekerjaan yang berada pada lintasan kritis mengalami keterlambatan akan mempengaruhi pekerjaan lainnya.
Di Balik Topeng Penderitaan: Telaah Etis Teologis Atas Dramaturgi Pura-Pura Miskin Saputra, Andi; Stefanus, Yohanes; Zebua, Arwani
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 4.D (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the phenomenon of “pretending to be poor” through an ethical-theological approach using dramaturgical theory from Erving Goffman. The focus lies on identity distortion, violations of honesty and love, and their implications for social justice and church diaconal practices. This research employs a qualitative library method with descriptive-interpretative and hermeneutical analysis. The findings reveal that this phenomenon reflects a rupture in human relationships with God, others, and self, and calls for the renewal of Christian ethics and diakonia grounded in integrity, verification, and holistic empowerment.