Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH WHISTLEBLOWING TERHADAP PENCEGAHAN KECURANGAN DALAM LAPORAN KEUANGAN Bagaskara, Muhammad; Purwati, Atiek Sri; Fitrijati, Krisnhoe Rachmi
Soedirman Accounting, Auditing and Public Sector Journal Vol 1 No 1 (2022): SOEDIRMAN ACCOUNTING, AUDITING, AND PUBLIC SECTOR JOURNAL
Publisher : Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.59 KB) | DOI: 10.32424/1.saap.2022.1.1.8034

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh whistleblowing terhadap pencegahan kecurangan laporan keuangan. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Bank Syariah Indonesia yang ada di Jakarta Pusat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metoe kuantitatif dengan survey. Teknik pengumpulan data dengan penyebaran kuisioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi berganda dengan menggunakan software SPSS v.23. Hasil penelitian menunjukan bahwa aspek struktural, aspek operasional dan aspek perawatan secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap pencegahan kecurangan laporan keuangan
Hubungan Sedentary Life dan Durasi Screentime Terhadap Risiko Penyakit Jantung Koroner pada Pegawai RS Insan Permata, Kota Tangerang Selatan 2024 Bagaskara, muhammad; Intan Farida Yasmin; Komalasari, Rita
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i6.4892

Abstract

Sekitar 31% populasi global yang berusia ≥15 tahun tidak cukup aktif secara fisik, sehingga menyebabkan 3,2 juta kematian setiap tahun. Di Indonesia, gaya hidup sedenter meningkat dari 26,1% (2013) menjadi 33,5% (2018), dengan 24,1% penduduk menjalani perilaku sedenter ≥6 jam per hari. Perilaku sedenter menyumbang sepertiga kematian akibat penyakit jantung koroner (PJK) di AS, dengan 1,9 juta kematian dini menurut WHO. Studi ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara gaya hidup sedenter dan screentime gawai terhadap risiko PJK terhadap pegawai di RS Insan Permata, Kota Tangerang Selatan. Penelitian ini menggunakan kuesioner Framingham Risk Score (FRS), 18 items screen time questionnare”, Sedentary Behavior Questionnaire (SBQ). Penelitian ini menunjukkan bahwa 66,3% pegawai memiliki gaya hidup sedenter, 88,1% memiliki screentime tinggi, dan 98% berisiko rendah terhadap PJK. Analisis bivariat menggunakan korelasi Spearman menunjukkan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara durasi tidur (p = 0,086) maupun screentime (p = 0,604) dengan risiko penyakit jantung koroner (PJK), karena kedua nilai p melebihi 0,05. Sebaliknya, faktor usia dan jenis kelamin menunjukkan hubungan signifikan terhadap risiko PJK, dengan nilai p masing-masing di bawah 0,05.