Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN PUPUK HERBAGREEN DAN HUMID ACID TERHADAP PERTUMBUHAN ANAKAN SENGON (Albizia falcataria) DI LAHAN GAMBUT KALIMANTAN TENGAH Yanarita, Yanarita; Johanna, Johanna; Indrayanti, Lies; Firdara, Eritha Kristina
Jurnal Warta Rimba Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan rehabilitasi hutan dan lahan gambut adalah  perubahan status hidrologi lahan gambut akibat pembangunan drainase, akan menyebabkan perubahan jenis vegetasi yang adaptif di kawasan tersebut. Penelitian pengaruh pemberian pupuk herbagreen dan humicasid dalam beberapa konsentrasi terhadap pertumbuhan anakan sengon (albizia falcataria) di lahan gambut diharapkan dapat memberikan informasi vegetasi yang adaptif dengan perubahan dan  sebagai salah satu alternatif keberhasilan rehabilitasi hutan dan lahan gambut. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dan analisis menggunakan SPSS 20. Hasil analisis menunjukkan bahwa perlakuan jenis pupuk dan konsentrasi menunjukkan hasil pertumbuhan diameter dan tinggi yang berbeda. Pada pertumbuhan tinggi bebas cabang perlakuan pupuk Humid Acid pada konsentrasi 50% memberikan pertumbuhan lebih baik, berbeda sangat nyata dibandingkan pupuk herbagreen dan campuran humid acid+herbagreen. Namun pemberian konsentrasi pupuk humid acid tidak berbeda nyata antara 10%, 30% dan 50%. Pertumbuhan tinggi sampai pucuk sengon dengan perlakuan kontrol memberikan pertumbuhan lebih baik dan berbeda sangat nyata dibandingkan perlakuan pemberian pupuk herbagreen, humid acid dan herbagreen + humid acid. Pertumbuhan diameter batang sengon dengan perlakuan pupuk herbagreen pada konsentrasi 30% memberikan pertumbuhan lebih baik, tetapi hanya berbeda nyata pada taraf 5% dibandingkan perlakuan lainnya. Prosentase hidup sengon 100% untuk semua perlakuan pemberian pupuk. Secara umum, pemberian pupuk herbagreen dan humidacid terhadap pertumbuhan awal sengon dapat digunakan, dan sebagai vegetasi yang adaptif untuk rehabilitasi lahan gambut.Kata kunci : herbagreen, humid acid, konsentrasi larutan pupuk, rehabilitasi lahan gambut
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK HERBAGREEN DAN HUMID ACID TERHADAP PERTUMBUHAN ANAKAN SENGON (Albizia falcataria) DI LAHAN GAMBUT KALIMANTAN TENGAH Yanarita, Yanarita; Johanna, Johanna; Indrayanti, Lies; Firdara, Eritha Kristina
Jurnal Warta Rimba Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan rehabilitasi hutan dan lahan gambut adalah  perubahan status hidrologi lahan gambut akibat pembangunan drainase, akan menyebabkan perubahan jenis vegetasi yang adaptif di kawasan tersebut. Penelitian pengaruh pemberian pupuk herbagreen dan humicasid dalam beberapa konsentrasi terhadap pertumbuhan anakan sengon (albizia falcataria) di lahan gambut diharapkan dapat memberikan informasi vegetasi yang adaptif dengan perubahan dan  sebagai salah satu alternatif keberhasilan rehabilitasi hutan dan lahan gambut. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dan analisis menggunakan SPSS 20. Hasil analisis menunjukkan bahwa perlakuan jenis pupuk dan konsentrasi menunjukkan hasil pertumbuhan diameter dan tinggi yang berbeda. Pada pertumbuhan tinggi bebas cabang perlakuan pupuk Humid Acid pada konsentrasi 50% memberikan pertumbuhan lebih baik, berbeda sangat nyata dibandingkan pupuk herbagreen dan campuran humid acid+herbagreen. Namun pemberian konsentrasi pupuk humid acid tidak berbeda nyata antara 10%, 30% dan 50%. Pertumbuhan tinggi sampai pucuk sengon dengan perlakuan kontrol memberikan pertumbuhan lebih baik dan berbeda sangat nyata dibandingkan perlakuan pemberian pupuk herbagreen, humid acid dan herbagreen + humid acid. Pertumbuhan diameter batang sengon dengan perlakuan pupuk herbagreen pada konsentrasi 30% memberikan pertumbuhan lebih baik, tetapi hanya berbeda nyata pada taraf 5% dibandingkan perlakuan lainnya. Prosentase hidup sengon 100% untuk semua perlakuan pemberian pupuk. Secara umum, pemberian pupuk herbagreen dan humidacid terhadap pertumbuhan awal sengon dapat digunakan, dan sebagai vegetasi yang adaptif untuk rehabilitasi lahan gambut.Kata kunci : herbagreen, humid acid, konsentrasi larutan pupuk, rehabilitasi lahan gambut
DISTRIBUSI KETEBALAN GAMBUT DAN SIFAT-SIFAT TANAH DI HUTAN RAWA GAMBUT KALAMPANGAN, KALIMANTAN TENGAH Indrayanti, Lies; Marsoem, S.N; Prayitno, T.A; Supriyo, H.; Radjagukguk, B
Jurnal Wana Tropika Vol 5 No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Kehutanan Institut Pertanian STIPER Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (773.865 KB)

Abstract

Conducted in peatland forest of Central Kalimantan, Kalampangan, the aim of this research is to study about the distribution of peatland thickness and peatland traits based on peatland thickness differences and the depth of sampling test. Determination of plots are carried out by the path system which is parallel with river. Derived from 12 different points of observation, the result show peatland thickness variations. The range of thickness is between 3,72m – 6,2m. Those peatland thickness is categorized as very deep. Distance from river does not determine the number of thicknesss. Maturity level of the peat is categorized as hemic and sapric. The average volume in 100cm depth is0,15 g.cm-3 and 0,23 g.cm-3 in 50cm depth. Peatland thickness affects moisture content and total Fe. Peatland depth affects moisture content, volume and total Cu. The moisture content and total Cu are lower in 50cm depth compare to 100cm depth. On the other hand, the volume is higher in 50cm depth. Interaction between peatland thickness and sampling test depth affects moisture content and total N content. The highest moisture content is in 4m and 6m thickness and in 100cm depth. Keywords : Deep peat, thickness distribution, physics and chemistry traits