Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENINGKATAN KINERJA SIMPANG DENGAN KOORDINASI SINYAL LALU LINTAS DI SIMPANG BPK DAN BADRAN YOGYAKARTA Romadhona, Prima Juanita; Zainuri, Muhammad Akbar
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 8, No 1 (2019): Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v8i1.10655

Abstract

Abstract : BPK and Badran intersection located at the center of Yogyakarta City that can not be separated from traffic issues. Both intersections have a closed distance within 380 meters with the high volume of vehicles that passing through them. Traffic microsimulation using VISSIM software was used to perform queue length, travel time, delay on existing condition and signal coordination design. The research was conducted by field survey method to find the traffic volume, geometry and vehicle speed. Level of service of the intersection was refers to the Minister of Transportation Regulation number 96/2015. As the result, the performance of two intersections at the existing have not been coordinated and has low value of service level. Therefore, two solutions design were used to coordinate signals between intersections. Alternative I was coordinated signals of intersections and the second alternative was used the signals coordination with one-way system at the road beetwen intersection. From both alternatives, the second alternative was better than the other.Keywords : Signal Coordination, Microsimulation, One Way System, VISSIM.Abstrak: Simpang BPK dan Simpang Badran yang terletak di pusat Kota Yogyakarta tidak lepas dari permasalahan lalu lintas. Selain karena tata guna lahan di sekitarnya yang sibuk juga dikarenakan kedua simpang tersebut memiliki jarak 380 meter. Dalam penelitian ini, mikrosimulasi lalu lintas dengan software VISSIM digunakan untuk melakukan analisis panjang antrian, perjalanan waktu tempuh, dan tundaan pada kondisi eksisting dan perancangan koordinasi sinyal. Survei pengambilan data primer meliputi volume lalu lintas, geometri simpang dan kecepatan kendaraan. Setelah dimodelkan dengan software VISSIM, tingkat kinerja simpang dianalis dengan mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan nomor PM 96 Tahun 2015. Dari hasil analisis, diketahui bahwa Simpang BPK dan Simpang Badran belum terkoordinasikan. Setelah itu, dilakukan dua solusi perancangan untuk melakukan koordinasi sinyal antar simpang pada kedua simpang tersebut. Alternatif I mengkoordinasikan sinyal kedua simpang tersebut dan alternatif kedua dengan menggunakan sistem satu arah di jalan penghubung dengan tetap terkoordinasi sinyal waktunya. Dari kedua alternatif perancangan tersebut, didapatkan alternatif kedua yang terbaik.Kata kunci : Koordinasi Sinyal, Mikrosimulasi, Sistem Satu Arah, VISSIM.
Safety Level Of Pedestrian In Urban Area Romadhona, Prima Juanita
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 4 (2012): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v24i4.1016

Abstract

There are other road users who have high rates involvement as victims of accidents, namely vulnerable road users such as pedestrians. The study concern to find out the safety level and facilities of pedestrians. This study takes place within official and residential areas with high pedestrians mobility. Furthermore, traffic conflict analysis used as the method to measure the safety level of pedestrians. From the survey results, urban areas especially in study case is not equipped with safety facilities for pedestrians such as pedestrians crossing, road sign, mark, speed limit for vehicles, and 70% serious traffic conflict lead to potential accident which involving pedestrians. The result proves low safety level for pedestrians in urban area. As the recommendation, land use and innovation in pedestrians safety facilities installation is needed such as combination of zebra cross, speed limit, sign, mark, and speed hump to reduce vehicle speed when approaching the crossing facilities.Keywords: pedestrians safety, traffic conflict analysis Terdapat pengguna jalan lain yang memiliki angka keterlibatan yang tinggi sebagai korban kecelakaan, yaitu pengguna non kendaraan bermotor seperti pejalan kaki. Kajian ini mengenai tingkat pelayanan keselamatan dan fasilitas bagi pejalan kaki. Kajian ini mengambil lokasi wilayah perkantoran dan wilayah pemukiman dengan mobilitas pedestrian yang tinggi. Selanjutnya, digunakan analisis konflik lalu lintas sebagai metode pengukuran tingkat keselamatan responden. Dari hasil survey, kawasan perkotaan dalam studi kasus tidak difasilitasi dengan fasilitas keselamatan bagi pejalan kaki yaitu tidak adanya batasan kecepatan bagi kendaraan bermotor serta tetjadinya 70% konflik serius yang mengarah kepada potensi kecelakaan selama jam pengamatan yang melibatkan pejalan kaki. Diperlukan penanganan bagi keselamatan pejalan kaki yaitu pemanfaatan tata guna lahan dan pemasangan fasilitas keselamatan seperti zebra cross, pembatasan kecepatan, rambu, marka, dan speed hump untuk mengurangi kecepatan kendaraan bermotor yang akan melewati fasilitas penyeberangan. Kata Kunci: keselamatan, pejalan kaki, analisis konflik lalu lintas
Tingkat Pelayanan Angkutan Perintis di Daerah Terisolir Romadhona, Prima Juanita
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 23 No. 2 (2011): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v23i2.1056

Abstract

Indonesia is an archipelago country which causing unequal development distribution in some areas. As one of the gauernment's efforts towards equitable development, they built pioneer transportation in remote areas that is expected to increase the local economy level. Based quantitative analysis, the aim of this study is to find out the services of pioneer transportation in remote areas. On of pioneer transportation route services is at East Nusa Tenggara Prauince which through 4 pools namely Kefamenanu Pool, Pool Ende, Waingapu Pool, and Pool Kupang. Routes that cross these pools have load factor between 30-40%. In addition, comparison of the level of fleet operation and high availability on all routes pioneer in East Nusa Tenggara Prauince reached 100%. This means all existing vehicles to operate to serve the routes pioneers. Nevertheless, there are several routes that have a high level of service that is Kefamenanu - Motadik, Kefamenanu -Wini - Ponu, Kefamenanu - Oekolo, Kupang - Kuanfatu, Kupang - Kolbano, and Kupang - Naikliu. Based on the respondents perception, more than 90% said that pioneer transportation is needed in order to open mobility for remote areas. Moreauer, also concluded that the tariff of pioneer transport that expects the prauision is affordable then need additional fleet quality that fix in the pioneer route.Keywords: remote areas, pioneer transportation
Fasilitas Keselamatan Pada Halte Transjogja Romadhona, Prima Juanita
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 23 No. 4 (2011): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v23i4.1093

Abstract

Nowadays, Bus Rapit Transit (BRT) is favourite mode of transportation in most countries in the world. One of the BRT implementation in indonesia is Trans Jogja at Yogyakarta. As the the entry place and the place for delivering or transfering the passenger, halte should has safety facilities as a safety guarantee for the passenger. In accordance with quantitative analysis by BRT standart requirement, there are 3 facilities from some minimal safety facilities requirements that already installed but not meet the determinant such as transfer access, shelter width, and ramp. In the other hand, there are no safety apparatus at the shelter such as CCTV fire extinguisher and first aid. Keywords: Bus Rapid Transit, Trans Jogja, safety facilities
Tarif Ideal Bus Trans Jakarta Berdasarkan Analisis Willingness To Pay dan Ability To Pay Romadhona, Prima Juanita; Maimunah, Siti
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 23 No. 5 (2011): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v23i5.1103

Abstract

Based on a suroey of YLKI (Indonesian Consumers Foundation), 2010 that less than 20% of TransJakarta's users has low income. The study is expected to get the ideal rate based on ability and willingness to pay of passengers. The result shows that the average WTP is Rp.4.760,and the average of ATP is Rp.5.013,-. Based on that, 73% (based on WTP) and 86% (by ATP) of the passengers have the ability to pay more than current rates. Keywords: TransJakarta, Willingness To Pay, Ability To Pay
Analisis Kebutuhan Fasilitas Integrasi Antarmoda Dalam Upaya Peningkatan Pelayanan Di Stasiljn Tugu Yogyakarta Lestari, Sri; Romadhona, Prima Juanita
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 6 (2010): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v22i6.1105

Abstract

In an effort to impraue passenger rail senrice to the Monument station, Jogjakarta, the need faradditional supporting infrastructure and facilities for passengers wlw will continue the jaurnei; withother rrwdes. T17erefare necessan; to know haw Jar the perception of the needs of the facility at StationIntegration Antamwda rrwnument. T11is study aimed to obtain the rrwst SUTJPOrtive infrastructurefor impraved seroice to users within the framework of Jogjakarta Tugu Station inter-modal integration.T11is studi using UMDEP 7.0 software analysisi. Based on modeling and field conditions, thereis the possibiliti; of design planning additionnl locations for tlze integration of inter-modal Jaciliti; atTugu Stntion, Yogi;nknrtn. Additional facilities nre conducted nt Tugu Stntion east parking area.Trans ]ogja placement nnd DAMRI stop there on tlze north side entrance to Monument Station or onthe sidewalk 1~st of Road Mangkubumi.
DAMPAK PENUTUPAN PERLINTASAN KERETA API LEMPUYANGAN TERHADAP RUAS JALAN DI SEKITARNYA. Romadhona, Prima Juanita; Wisnumurti, Raditya
Jurnal Teknik Sipil Vol 19, No 1 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2019
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.954 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v19i1.35590

Abstract

Rencana pemerintah dalam meningkatkan pelayanan keselamatan transportasi kereta api berujung pada penutupan secara permanen perlintasan kereta api termasuk perlintasan Lempuyangan. Maka dari itu, dibutuhkan penelitian lalu lintas untuk mengetahui kinerja ruas jalan di sekitar lingkup perlintasan tersebut sehingga dapat mengetahui tingkat pelayanan ruas jalan serta memberikan permodelan lalu lintas akibat penutupan perlintasan kereta api Lempuyangan. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei langsung lapangan Yogyakarta untuk mendapatkan data yang diperlukan. Analisis pada penelitian ini mencakup analisis tingkat pelayanan ruas Jalan Layang Dr.Sutomo dan Simpang Bawah Jalan Layang tersebut. Dalam analisis tingkat pelayanan ruas jalan digunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997 yang nantinya juga akan menggunakan aplikasi permodelan VISSIM untuk memodelkan pada kondisi eksisting dan pasca penutupan perlintasan kereta api. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa nilai derajat kejenuhan pada semua ruas jalan di simpang bawah flyover cenderung mengalami peningkatan yang berarti penurunan kinerja ruas jalan kecuali pada ruas jalan flyover Dr. Sutomo. Sedangkan untuk nilai kecepatan, kecenderungan peningkatan terjadi pada ruas Jl. Lempuyangan, Jl. Argolubang dan Jl. Dr. Sutomo. Namun terjadi penurunan pada ruas Jl. Flyover Dr. Sutomo. Selain itu, Jl. Wahidin Sudirohusodo tidak mengalami perbedaan karena tidak ada kendaraan yang melintas akibat penutupan perlintasan kereta api
Pengaruh penutupan perlintasan sebidang kereta api di jalan h.o.s. Cokroaminoto, yogyakarta Romadhona, Prima Juanita; Artistika, Shafira
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 16 No. 2 (2020)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.16.2.119-131.2020

Abstract

Maraknya kecelakaan transportasi khususnya pada perlintasan sebidang kereta api membuat pemerintah berupaya untuk menutup perlintasan sebidang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja ruas sekitar perlintasan sebidang kereta api Jalan H.O.S. Cokroaminoto Yogyakarta kondisi eksisting, penutupan perlintasan, dan penutupan perlintasan dengan flyover. Hasil kinerja tersebut kemudian digunakan untuk mendapatkan tingkat pelayanan ruas jalan. Tujuan selanjutnya memberikan permodelan lalu lintas akibat penutupan perlintasan kereta api pada perlintasan tersebut. Penelitian ini membutuhkan survei lapangan berupa volume lalu lintas, kecepatan kendaraan, driving behavior, waktu siklus, dan waktu kedatangan kereta api yang melintas. Analisis kinerja ruas jalan menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997 untuk mengetahui nilai derajat kejenuhan, dan untuk mengetahui nilai kecepatan kendaraan menggunakan aplikasi permodelan VISSIM. Dari hasil tersebut kemudian dapat diketahui tingkat pelayanan ruas jalan yang mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan nomor PM 96 Tahun 2015. Hasil penelitian menunjukkan pada kondisi penutupan perlintasan, nilai derajat kejenuhan pada semua ruas jalan mengalami penurunan, yang menunjukkan peningkatan kinerja ruas jalan, kecuali di Jalan Pembela Tanah Air pada simpang 3 Selatan perlintasan, karena terjadi pembebanan volume pada ruas tersebut. Kecepatan kendaraan berbanding lurus dengan derajat kejenuhan, hanya di Jalan Pembela Tanah Air yang mengalami penurunan kecepatan. Pada kondisi penutupan perlintasan dengan flyover, semua ruas mengalami penurunan derajat kejenuhan yang berarti peningkatan kinerja ruas jalan dengan pelebaran jalan pada Jalan Pembela Tanah Air. Sedangkan untuk kecepatan, hanya ruas yang berada tepat di sebelah Utara perlintasan saja yang mengalami penurunan dikarenakan kondisi menanjak pada flyover.