Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EVOLUSI IDENTITAS BRAND DI TENGAH ARUS GLOBALISASI Ratriyana, Ina Nur
Scriptura Vol 6, No 1 (2016): JULY 2016
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.067 KB) | DOI: 10.9744/scriptura.6.1.14-20

Abstract

Dalam konteks komunikasi, globalisasi bisa kita pahami sebagai sebuah relasi sosial dalam sebuah kesatuan ruang dan waktu. Ada dua kubu berbeda dalam memahami globalisasi dan pengaruhnya pada identitas yakni, pertama, kubu yang berfikir globalisasi sebagai sesuatu yang positif karena mampu membentuk identitas brand yang bersifat global dengan tetap membawa keyakinan dan nilai budaya lokal di tingkat dunia. Kedua, pihak yang melihat globalisasi sebagai sesuatu yang negatif dan menganggap globalisasi sebagai ancaman identitas. Dengan menggunakan metode literature review, tulisan ini mencoba menggali fenomena evolusi identitas brand di tengah nilai global dan lokal. Berdasar pada Teori Imperialisme Budaya (cultural imperialism theory) terdapat penegasan bahwa sistem ekonomi global didominasi oleh negara maju. Sebuah brand harus memiliki identitas yang kuat dalam membangun positioningnya di tengah pasar global dengan unique value menjadi modal utama untuk bersaing sehingga mampu memenangkan pasar. Di tengah maraknya perdebatan mengenai globalisasi kemudian muncul konsep project identity dan hybrid brand dan menegaskan bahwa sebenarnya brand lokal bisa bangkit dan bersaing dengan produk global.
RELASI INTERNET DAN MEDIA SOSIAL DALAM PEMBENTUKAN BRAND AWARENESS, IMAGE DAN EXPERIENCE PRODUK ASING Ratriyana, Ina Nur
Informasi Vol. 46 No. 1 (2016): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.857 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v46i1.9654

Abstract

The effect of globalization on communication process appears especially in digital media which made communication exchange faster. Cultural process also create homogenization of product choice, when global brand looks more familiar than local brand. Internet and social media give an opportunity for consumer to access the product information and interact with them. Interactivity as part of digital media offers unlimited access and the power of word of mouth in terms of internet and social media. In the end, it will affect the brand awareness, image and attitude about product, especially in Generation Y who are close with media digitalization itself as part of their life.Kemunculan globalisasi mempengaruhi proses komunikasi terutama dengan adanya media digital yang semakin mempercepat pertukaran informasi. Hal ini kemudian mempengaruhi proses kebudayaan, termasuk diantaranya mendorong homogenisasi dalam pemilihan produk, saat brand global menjadi lebih familiar dibandingkan dengan produk lokal. Internet dan media sosial muncul dan memberikan kesempatan pada konsumen untuk mengakses informasi sekaligus berinteraksi dengan produk. Interaktivitas merupakan sebuah hal baru yang ditawarkan oleh media digital. Internet dengan akses informasi yang tanpa batas dan media sosial dengan kekuatan word of mouth yang mempengaruhi pembentukan kesadaran, persepsi dan pembelian sebuah produk terutama di kalangan Generasi Y yang memiliki kedekatan dengan duniadigital.
Developing Integrated Multimedia Communication for Deaf Students in Higher Education Ratriyana, Ina Nur; Nuswantoro, Ranggabumi
INKLUSI Vol. 9 No. 1 (2022)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ijds.090101

Abstract

Having communication with Deaf students is a challenge for some lecturers. Multimedia provides a potential solution for this situation; however, few people know how to develop it ideally. This study uses primary and secondary data to create a strategic model for multimedia-based learning for Deaf students through focus group discussion with the expert, lecturers, parents, and practitioners. At the same time, however, this model recognises that multimedia communication is not sufficient in and of itself for full engagement with them. This article, thus, proposes implementing several activities within universities based on four stages: identify the level of hard hearing, choose the learning style, design multimedia learning, and create engagement. By developing these strategies, Deaf students in higher education can have a comfortable and effective place to learn to minimize the communication barriers between Deaf student and others. Melakukan komunikasi dengan mahasiswa Tuli merupakan sebuah tantangan bagi para pengajar di pendidikan tinggi. Multimedia merupakan sebuah potensi sebagai solusi dalam situasi ini, hanya saja tidak semua orang memahami dengan baik cara implementasinya secara ideal. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder untuk menciptakan model strategi berdasarkan pembelajaran berbasis multimedia untuk mahasiswa Tuli melalui diskusi kelompok dengan pihak yang berpengalaman, dosen, orang tua, dan juga praktisi di bidang ini. Pada saat bersamaan, model ini juga melihat bahwa komunikasi multimedia tidak cukup untuk membangun hubungan kedekatan dengan mahasiswa Tuli. Melalui artikel ini, peneliti mengajukan empat tahap pelaksanaan aktivitas di pendidikan tinggi yakni: identifikasi level Tuli, pemilihan gaya mengajar, desain multimedia, dan pembentukan hubungan. Melalui strategi ini, mahasiswa Tuli merasakan pendidikan tinggi dengan lebih nyaman dan efektif yang mampu mengurangi hambatan komunikasi antara mereka dengan yang lain.