Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN STOPHOLE PADA BAHAN KOMPOSIT EPOXY SERAT KACA Soemardi, Heryanto B.; Kasijanto, Kasijanto; Wahjudi, Sadar; Sari, Nurlia P.
Otopro Vol 13, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/otopro.v13n2.p54-57

Abstract

Telah banyak diteliti metode stophole untuk menghambat pertumbuhan retak pada bahan logam, namun belum ada penelitian tentang metode stophole ini untuk menghambat retak pada bahan komposit. Penelitian ini mengguankan komposit epoxy dan serat kaca dengan katalis epoxy hardener (polyaminoamide), arah serat yang digunakan adalah serat acak, lapisan komposit terdiri dari 4 lapis,  dengan komposisi 30% serat, 69.7% resin, dan 0,3% katalis digunakan. Spesimen uji menggunakan CTS sesuai standar pengujian ASTM E 647 dengan retak awal sepanjang 20 mm dengan variasi diameter lubang stophole 2mm, 3mm, 4mm, dan 5mm serta jarak lubang dan retak 5mm, 10mm, dan 15mm. Hasilnya didapatkan jarak lubang yang paling optimum yang menyebabkan tegangan tarik tertinggi terletak pada jarak 10mm dari ujung retak, dan diameter optimumnya adalah 5mm dengan kekuatan tarik maksimum 22.74 Mpa, lebih tinggi daripada kekuatan tarik maksimum tanpa stophole (13.3 Mpa). Sehingga dapat disimpulkan adanya variasi stophole mempengaruhi tegangan tarik maksimum komposit epoxi serat gelas, karena pada ujung retak dan sisi lubang terdapat pemusatan tegangan, dan juga perbedaan mode patahan.
Pengaruh Penambahan Stophole Pada Bahan Komposit Epoxy Serat Kaca Soemardi, Heryanto B.; Kasijanto, Kasijanto; Wahjudi, Sadar; Sari, Nurlia P.
Otopro Vol 13, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/otopro.v13n2.p54-57

Abstract

Telah banyak diteliti metode stophole untuk menghambat pertumbuhan retak pada bahan logam, namun belum ada penelitian tentang metode stophole ini untuk menghambat retak pada bahan komposit. Penelitian ini mengguankan komposit epoxy dan serat kaca dengan katalis epoxy hardener (polyaminoamide), arah serat yang digunakan adalah serat acak, lapisan komposit terdiri dari 4 lapis,  dengan komposisi 30% serat, 69.7% resin, dan 0,3% katalis digunakan. Spesimen uji menggunakan CTS sesuai standar pengujian ASTM E 647 dengan retak awal sepanjang 20 mm dengan variasi diameter lubang stophole 2mm, 3mm, 4mm, dan 5mm serta jarak lubang dan retak 5mm, 10mm, dan 15mm. Hasilnya didapatkan jarak lubang yang paling optimum yang menyebabkan tegangan tarik tertinggi terletak pada jarak 10mm dari ujung retak, dan diameter optimumnya adalah 5mm dengan kekuatan tarik maksimum 22.74 Mpa, lebih tinggi daripada kekuatan tarik maksimum tanpa stophole (13.3 Mpa). Sehingga dapat disimpulkan adanya variasi stophole mempengaruhi tegangan tarik maksimum komposit epoxi serat gelas, karena pada ujung retak dan sisi lubang terdapat pemusatan tegangan, dan juga perbedaan mode patahan.
Media dan monopoli dagang; Percetakan dan penerbitan di Indonesia pada masa VOC Kasijanto, Kasijanto
Wacana, Journal of the Humanities of Indonesia Vol. 10, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article addresses the research on media history in Indonesia. The VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie) period of the seventeenth/eighteenth century, also known as the early modern period, is regarded as a starting point in this study. It was during this time that printing machines were imported from Europe by the VOC authorities. The availability of paper and printing ink also made it possible for the production of printed matter such as forms, books, and other material. The first known printed media was the Bataviasche Nouvelles, which served as a kind of newspaper. This period saw three types of publishing houses: (1) urban publishing; (2) publishing houses working under contract; and (3) royal publishing houses. Basically however, all these different publishing activities were aimed at supporting the existence of the VOC. Publishing companies were generally engaged in providing service to the Church and meeting the VOC's administrative requirements. Communication media, based on enhancing freedom of opinion and disseminating information, would pose a problem as it would come face to face with VOC's power monopoly.