Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pemantauan Perubahan Posisi Garis Pantai Patimban untuk Mendukung Perencanaan Kawasan Pesisir Berkelanjutan Putra, Andika Permadi; Nurrohman, Andy Wibawa
LaGeografia Vol 23, No 3 (2025): Juni
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/lageografia.v23i3.73901

Abstract

Shoreline monitoring in the Patimban Beach area is needed to understand the phenomenon of sedimentation and abrasion that affect development patterns in coastal areas. The method used to obtain shoreline change data is the Digital Analysis Shoreline System (DSAS), using shoreline position data for several different times. Existing shoreline data is obtained from processing Sentinel 2 satellite imagery that utilizes green and near-infrared channels to separate water bodies and land with the Normalized Difference Water Index (NDWI) algorithm. The results obtained from the DSAS method for Patimban Beach from 2020-2024 are the occurrence of coastal accretion and abrasion. In general, the acceleration of changes in Patimban Beach between 2020-2024 ranges from -35.54 meters per year. From the results of this calculation, it is hoped that it will be a reference for the sustainable development of the Patimban Beach area.AbstrakPemantauan garis Pantai di kawasan Pantai patimban diperlukan untuk memahami fenomena sedimentasi dan abrasi yang berpengaruh terhadap pola Pembangunan di akwasan pesisir. Metode yang digunakan untuk mendapatkan data perubahan garis Pantai adalah Digital Analysis Shoreline System (DSAS), dengan menggunakan data posisi garis Pantai untuk beberapa waktu yang berbeda. Data garis Pantai eksisiting didapatkan dari pengolahan citra satelit Sentinel 2 yang memanfaatkan kanal hijau dan infrared dekat untuk memisahkan badan air dan daratan dengan algoritma Normalized Difference Water Index (NDWI). Hasil yang didapatkan dari metode DSAS untuk Pantai Patimban dari tahun 2020-2024 adalah terjadinya akresi dan abrasi Pantai. Secara umum, percepatan perubahan Pantai Patimban antara tahun 2020-2024 berkisar antara -35.54 meter per tahun. Dari hasil penghitungan ini, diharapkan jadi acuan untuk Pembangunan kawasan Pantai Patimban yang berkelanjutan. 
Identifikasi Lokasi Potensial Mikrohidro Menggunakan Metode AHP dan SIG di DAS Sembakung Kalimantan Utara Nurrohman, Andy Wibawa; Adyatma, Rafi; Awaliah, Rohmatul Arsy; Fadilah, Hasna Rizqi
LaGeografia Vol 23, No 3 (2025): Juni
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/lageografia.v23i3.73816

Abstract

Microhydro Power Plant (MHP) is a promising renewable energy solution for remote rural areas that have not been reached by electricity, especially in areas with abundant water resources. This study aims to identify potential locations for MHP development in the Sembakung Watershed, North Kalimantan, by integrating the Analytical Hierarchy Process (AHP) and Geographic Information System (GIS) methods. Seven spatial parameters were used in the analysis, namely elevation, slope, distance from the river, land cover, number of electricity customers, and level of ground motion vulnerability. Each parameter was weighted using AHP based on its level of influence on the feasibility of MHP development, and processed in GIS to produce a location suitability map. The results of the analysis show that the Lumbis Ogong sub-district area has a high level of suitability for MHP development, supported by ideal geographical characteristics and urgent electrical energy needs. This study shows that the AHP-SIG approach is effective in supporting spatial decision-making and can be a local potential-based renewable energy planning strategy. The findings also provide an opportunity to sustainably accelerate rural electrification in Indonesia's border regions, which are still lagging in terms of energy infrastructure.
Korelasi antara NDVI dan Potensi Air Tanah: Validasi Model SIG Multiparameter di DAS Mahakam Hilir, Indonesia Sumaamijaya, Adithya Kresna; Pujaretna, Auliya Dewi Ayu; Hariri, Farhan Fahrezi; Rohmat, Dede; Nurrohman, Andy Wibawa
Jurnal Geosains dan Remote Sensing Vol 6 No 2 (2025): JGRS Edisi November
Publisher : Department of Geophysical Engineering, Faculty of Engineering, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jgrs.ft.unila.510

Abstract

Sub-DAS Mahakam Hilir di Kalimantan Timur mengalami degradasi lingkungan akibat deforestasi, alih fungsi lahan, dan aktivitas antropogenik yang memengaruhi ketersediaan air tanah. Penelitian ini memodelkan potensi air tanah menggunakan pendekatan overlay multiparameter berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan mempertimbangkan curah hujan, jenis tanah, geologi, kemiringan lereng, tutupan lahan, dan NDVI. NDVI dihitung dari citra Sentinel-2 dan diklasifikasikan menjadi lima kelas. Validasi menggunakan 29 titik sumur bor menunjukkan akurasi model sebesar 89,7%. Daerah berpotensi tinggi berada di dataran rendah berendapan aluvial, sedangkan wilayah berbatu keras menunjukkan potensi rendah. Analisis NDVI tahun 2020–2025 menunjukkan penurunan kerapatan vegetasi sebesar 9,56%. Hasil korelasi menunjukkan hubungan yang sangat lemah dan tidak signifikan antara potensi air tanah dan NDVI (R² = 0,1018). Hal ini menunjukkan bahwa kerapatan vegetasi tidak berbanding lurus dengan potensi air tanah, dan faktor geologi serta topografi lebih dominan memengaruhinya.
Pemanfaatan Metode Universal Soil Loss Equation untuk Penentuan Kawasan Konservasi Lahan di Sub Daerah Aliran Sungai Cihaur Herliawati, Reisha; Awaliah, Khusnul; Nurrohman, Andy Wibawa; Ihsan, Haikal Muhammad
Jurnal Geografi, Lingkungan dan Kesehatan Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Geografi, Lingkungan dan Kesehatan
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jglk.3.2.21530

Abstract

Erosi tanah merupakan salah satu permasalahan utama dalam pengelolaan daerah aliran sungai (DAS), khususnya pada wilayah dengan topografi curam dan intensitas hujan tinggi seperti DAS Citarum. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi laju erosi dengan metode Universal Soil Loss Equation (USLE) serta menentukan zonasi kawasan konservasi lahan di Sub DAS Cihaur. Data yang digunakan meliputi faktor erosivitas hujan (R), erodibilitas tanah (K), panjang dan kemiringan lereng (LS), penutup lahan (C), serta tindakan konservasi (P), yang dianalisis secara spasial menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil analisis menunjukkan bahwa Sub DAS Cihaur memiliki variasi Tingkat Bahaya Erosi (TBE) dari sangat ringan hingga sangat berat. Sebagian besar wilayah termasuk kategori sangat ringan hingga ringan (±69,4%), sedangkan wilayah dengan kategori berat hingga sangat berat mencakup ±21,5% dari total area, yang umumnya berada di lereng curam dengan penggunaan lahan pertanian terbuka. Zonasi konservasi yang dihasilkan merekomendasikan perlindungan vegetasi alami dan pengendalian alih fungsi lahan pada TBE sangat ringan–ringan, konservasi vegetatif intensif seperti agroforestri, cover crops, dan rotasi tanaman pada TBE sedang, serta konservasi mekanik sederhana, revegetasi prioritas, dan penanaman strip rumput pada TBE berat–sangat berat. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa novelty pada penerapan USLE dalam konteks Sub DAS Cihaur yang belum banyak dikaji sebelumnya. Hasil penelitian tidak hanya menghasilkan prediksi kuantitatif erosi, tetapi juga memberikan dasar aplikatif bagi penentuan kawasan konservasi lahan, sehingga dapat mendukung strategi pengelolaan DAS Citarum Hulu yang berkelanjutan.