ABSTRAKPeranan kepemimpinan menjadi sangat penting karena seorang pemimpin merupakan tokoh kunci yang selalu diharapkan mampu menjalankan kepemimpinan dengan baik dan diharapkan memiliki syarat-syarat seorang pemimpin. Seorang Pemimpin harus dapat melakukan pengawasan, memberikan motivasi, mampu membangun hubungan yang baik dengan pengikutnya, dan dapat melaksanakan pengambilan keputusan dengan cara yang demokratis.Penelitian ini dilaksanakan pada instansi Kantor Kecamatan Tatapaan Kabupaten Minahasa Selatan dengan menggunakan metode penelitain deskriptif kualitatif akibat adanya indikasi permasalahan yang berkaitan dengan kepemimpinan yang tidak efektif terkait dengan gaya kepemimpinan camat di Kecamatan Tatapaan Kabupaten Minahasa Selatan. Merujuk pada teori Stoner (1996:165) yang mengatakan bahwa gaya kepemimpinan (leader style) adalah berbagai pola tingkah laku yang disukai oleh pemimpin dalam proses mengarahkan dan mempengaruhi pekerja. Stoner membagi dua gaya kepemimpinan yaitu:(1) Gaya yang berorientasi pada tugas mengawasi pegawai secara ketat untuk memastikan tugas dilaksanakan dengan memuaskan.(2) Gaya yang berorientasi pada pegawai lebih menekankan pada memotivasi ketimbang pengendalian bawahan. Gaya ini menjalin hubungan bersahabat, saling percaya, dan saling menghargai dengan pegawai yang sering kali diizinkan untuk berpartisapasi dalam membuat keputusan yang mempengaruhi mereka.Hasil penelitian ini membuktikan bahwa pengawasan dan motivasi yang dilakukan Camat belum begitu maksimal. Gaya kepemimpinan yang kurang efektif menyebabkan upaya untuk meningkatkan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi terhambat.Kata Kunci : Gaya Kepemimpinan, Camat