Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Industrial Engineering Online Journal

PERBANDINGAN KUALITAS LAYANAN BIOSKOP MENGGUNAKAN COMPETITIVE ZONE OF TOLERANCE BASED IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS (Studi Kasus Pada Bioskop X dan Bioskop Y Kota Semarang) Barus, Monalisa Putri; Prastawa, Heru; Mahachandra, Manik
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.263 KB)

Abstract

Perkembangan industri film di Indonesia yang sangat pesat menyebabkan banyaknya muncul jenis bioskop. Bioskop X sebagai salah satu bioskop yang baru muncul di industri film yang memiliki pesaing Bioskop Y yang telah menguasai pangsa pasar industri film. Agar kedua perusahaan tersebut dapat mengetahui kedudukan bersaingnya, maka dilakukan benchmarking antar keduanya dengan menggunakan metode CZIPA (Competitive Zone of Tolerance based Importance-Performance Analysis). Penggunaan metode CZIPA dilakukan untuk menentukan prioritas masing-masing bioskop dalam melakukan perbaikan. Dimensi yang digunakan adalah dimensi tangible, responsivness, empathy, assurance, reliability, availability, price dan promosi. Tujuan yang ingin dicapai adalah mengetahui indikator kualitas layanan yang lebih unggul yang dimiliki oleh bioskop X dan bioskop Y serta membuat prioritas layanan yang akan ditingkatkan pada kedua bioskop. Data yang dikumpukan melalui kuisioner terhadap 121 responden. Penelitian ini menemukan masalah utama yang dihapai bioskop X adalah promosi yang tidak menjangkau semua media dan tidak tersedianya aplikasi pembelian tiket secara online. Pada bioskop Y, masalah utamanya adalah promosi yang diberikan  bioskop tidak dapat  mempertahankan  jumlah pengunjung.Abstract [Comparison Of The Quality Of Cinema Services Using Competitive Zones of Tolerance Based Importance Performance Analysis] In Indonesia, film  industry is growing rapidly cause many kind of cinema came up. Cinema X is one of newbie cinema in film industry that has a competitor, Cinema Y which dominate the market in film industry. In order to know about each other company competing position, this research figure out about benchmarking between both of company using CZIPA (Competitive Zone of Tolerance based Importance-Performance Analysis). CZIPA method is used to determine the priority of every improvement that each cinema need. The dimension that used in this research are tangible, responsivness, empathy, assurance, reliability, availability, price and promotion. The purpose of this reseach is knowing the best of service quality indicator which Cinema X and Cinema Y have and make the service priority that both of this cinema can improve. Data is collected from 121 participants. This research show that the main problem in Cinema X is promotion doesn’t reach any kind of media and Cinema X doesn’t available ticket booking in online application. In Cinema Y, the main problem is promotion that Cinema Y has  offered can’t keep the number of customer.
PERANCANGAN DESAIN KEMASAN PRODUK CARICA DENGAN KONSEP KANSEI ENGINEERING DAN MODEL KANO Harman Donida, Deandy Audy; Prastawa, Heru; Mahachandra, Manik
Industrial Engineering Online Journal Vol 8, No 2 (2019): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2019
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.806 KB)

Abstract

Salah satu unsur penting dalam penjualan produk yaitu berada pada aspek kemasan, namun sering dilupakan oleh para pelaku usaha. Pada zaman sekarang ini, kemasan menjadi salah satu komponen utama dalam penjualan suatu produk. Kemasan merupakan salah satu bentuk usaha branding seorang pelaku usaha. Penelitian ini akan mencoba menerapkan prinsip-prinsip Kansei Engineering terhadap produk kemasan carica salah satu UMKM di Wonosobo. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui desain seperti apakah yang dihendaki oleh konsumen produk carica sehingga mendorong mereka untuk melakukan pembelian terhadap produk tersebut. Metode yang digunakan adalah metode Kansei Engineering yang kemudian akan dikolaborasikan dengan metode model Kano serta analisis konjoin. Kansei Engineering akan membantu penelitian ini dalam menentukan aspek-aspek apa saja yang ingin dirasakan konsumen ketika akan membeli suatu produk carica. Setelah itu, menggunakan prinsip model Kano, akan ditentukan kategori dari setiap aspek yang dirasakan konsumen menjadi beberapa bagian yaitu basic attributes, linier attributes, attractive attributes, dan non-significant attributes. Aspek yang termasuk pada kategori non-significant attributes dinilai tidak cocok untuk digunakan sebagai konsep desain baru kemasan carica. Pada akhirnya aspek-aspek kemasan yang ingin dirasakan oleh konsumen ketika membeli produk tersebut akan dihubungkan dengan desain baru menggunakan analisis konjoin. Penelitian ini menyimpulkan kemasan yang baru akan berbentuk kotak dan berbahan kaca serta memilki label yang bergambarkan buah serta memiliki tema warna jingga.Abstract [Packaging Redesign on Manisan Kansei Engineering and Kano Model] One of the important elements in product sales is packaging, but often forgotten by many businessmen. Nowadays, packaging is one of the main components in the sale of a product. Packaging is one form of branding business of a business party. This study was conducted to apply the principles of Kansei Engineering to packaging products of Carica, one of the MSMEs in Wonosobo. This research was conducted to find out what kind of design desired by consumers of Carica products so as to encourage them to make purchases of these products. The method used is the Kansei Engineering method which will then be collaborated with the Kano model method and conjoint analysis. Kansei Engineering will help this research in determining what aspects consumers want to feel when they buy a Carica product. After that, using the Kano model principle, will be determined categories from each aspect that consumers feel into several parts, namely basic attributes, linear attributes, attractive attributes, and non-significant attributes. Aspects included in the non-significant attributes category are considered not suitable to be used as a new design concept of carica packaging. Finally, the packaging aspects that consumers want to feel when buying these products will be linked to the new design using conjoint analysis. This research concludes that the new packaging will be square and made of glass and has a label that has a fruit picture and has an orange theme.
REKOMENDASI PERBAIKAN TERHADAP OPERATOR PAINTING DENGAN MENGGUNAKAN METODE NATIONAL AERONAUTICS AND SPACE ADMINISTRATION – TASK LOAD INDEX (NASA – TLX) (STUDI KASUS: PT. WIKA INDUSTRI DAN KONSTRUKSI) Hilmi, Dianda Muhammad; Mahachandra, Manik
Industrial Engineering Online Journal Vol 12, No 1 (2023): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2023
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPT. Wijaya Karya Industri & Konstruksi merupakan perusahaan yang bergerak di bidang memproduksi Pabrikasi Baja. Setiap pekerja memiliki tugas (job description) yang berbeda-beda dan setiap pekerjaan juga akan menghasilkan beban kerja tersendiri. Oleh sebab itu,beban kerja mental sangat wajib diperhatikan oleh setiap perusahaan untuk meningkatkan kinerja para karyawannya Berdasarkan hasil wawancara pada proses Painting, Hal tersebut menimbulkan beberapa gejala yaitu pusing,sesak nafas,mata iritasi ,kurang waspada dan terdapat tekanan dan kehilangan semangat dalam melakukan pekerjaan. Sehingga membuat output dari proses produksi tidak maksimal. Hal ini mendorong dilakukan adanya analisis beban kerja mental menggunakan metode National Aeronautic and Space Administration-Task Load atau biasa disebut NASA-TLX.Kata kunci : Beban Kerja Mental, NASA-TLXABSTRACT [RECOMMENDATIONS FOR REPAIR OF PAINTING OPERATORS USING THE METHOD METODE NATIONAL AERONAUTICS AND SPACE ADMINISTRATION – TASK LOAD INDEX (NASA – TLX) (Case study: : PT. WIKA INDUSTRI DAN KONSTRUKSI)] PT. Wijaya Karya Industri & Construction is a company engaged in producing Steel Fabrication. Each worker has a different task (job description) and each job will also produce its own workload. Therefore, the mental workload must be considered by every company to improve the performance of its employees. Based on the results of interviews in the Painting process, this causes several symptoms, namely dizziness, shortness of breath, irritated eyes, less alert and there is pressure and loss of enthusiasm in doing work. . So that the output of the production process is not optimal. This encourages mental workload analysis using the National Aeronautic and Space Administration-Task Load method or commonly called NASA-TLX.Keywords: Mental Workload, NASA-TLX
ANALISIS PERBAIKAN KETERLAMBATAN PENGIRIMAN PRODUK DENGAN METODE SIX SIGMA (STUDI KASUS: DSP PLUMPANG, PT PERTAMINA LUBRICANT) Hakim, Muhammad Lukman; Mahachandra, Manik
Industrial Engineering Online Journal Vol 13, No 3 (2024): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2024
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kualitas pelayanan merupakan upaya pemenuhan kebutuhan konsumen yang berdasar pada produkmaupun jasa serta ketepatan pengiriman untuk mengimbangi kebutuhan dan harapan konsumen.Salah satu aspek terpenting dalam kualitas pelayanan adalah keandalan. Keandalan pengirimanbarang tepat waktu kepada konsumen perlu dianalisis sehingga dapat tercapainya kepuasanpelanggan dan terhindarkan dari dampak buruk keterlambatan dalam pengiriman barang. Selamakeberjalanan distribusi pengiriman produk PT Pertamina sering kali mengalami keterlambatanpengiriman ke pihak distributor ataupun konsumen. Hal ini dapat berdampak buruk dalamkeberjalanan bisnis perusahaan. Dampak buruk yang didapatkan perusahaan dapat berupamenurunnya kepuasan pelanggan, meningkatkanya biaya simpan dan biaya perawatan, sertapenuhnya ruang penyimpanan gudang. Maka dari itu diperlukannya Analisa keterlambatanpengiriman barang pada salah satu DSP Pertamani Lubricant dengan tujuan dapat mengurangi biayayang tidak diperlukan. Salah satu metode perbaikan dan peningkatan kualitas pelayanan dalam suatuperusahaan adalah metode Six Sigma. Nilai six sigma proses pengiriman produk pada DSPPlumpang menuju ke DSP Medan sebesar 2,281 dan peluang keterlambatan pengiriman sebesar46%. maka diperlukannya perbaikan agar dapat mengurangi keterlambatan pengiriman dan dapatmeminimalisir segala biaya yang mungkin timbul akibat keterlambatan pengiriman. Usulanperbaikan yang dapat dilakukan yaitu membeli tiket kapal yang mendekati jadwal pengiriman danpengiriman dilakukan secara parsial, meningkatkan kapasitas dooring di DSP tujuan, menggunakanSlip Sheet sebagai pengganti pallet.Kata kunci: Kualitas Pelayanan, Keandalan, keterlambatan pengiriman, Six SigmaAbstract [Title: ANALYSIS AND IMPROVEMENT OF PRODUCT DELIVERY DELAY USING SIXSIGMA METHOD (CASE STUDY: DSP PLUMPANG, PT PERTAMINA LUBRICANT)]Service quality is an effort to fulfill consumer needs based on products and services, as well as timelydelivery to meet consumer needs and expectations. One of the most important aspects of servicequality is reliability. The reliability of delivering goods on time to customers needs to be analyzedin order to achieve customer satisfaction and avoid the negative impact of delays in product delivery.During the distribution process, PT Pertamina often experiences delays in delivery to distributorsor customers. This can have a negative impact on the company's business operations, includingdecreased customer satisfaction, increased storage and maintenance costs, and the full utilizationof warehouse storage space. Therefore, an analysis of delayed product delivery is needed at one ofthe Pertamina Lubricant DSPs in order to reduce unnecessary costs.One method for improving andenhancing service quality in a company is Six Sigma method. The Six Sigma value of the productdelivery process at DSP Plumpang towards DSP Medan is 2.281, with a 46% chance of deliverydelay. Therefore, improvement is needed to reduce delivery delays and minimize any costs that mayarise due to delivery delays. Proposed improvements include purchasing tickets for ships that arecloser to the delivery schedule and partial delivery, increasing the dooring capacity at thedestination DSP, and using Slip Sheets as a substitute for pallets."Keywords: Delivery delay, Realibity, Service Quality, Six Sigma
PENILAIAN DAN ANALISIS BEBAN KERJA FISIK DENGAN METODE CARDIOVASCULAR LOAD (CVL) DAN WORKLOAD ANALYSIS (WLA) PADA DIVISI PERMESINAN DAN DIVISI PENGELASAN INSTALASI INDUSTRI LOGAM SEMARANG Fatah, Alfian Roja Sulthon; Mahachandra, Manik
Industrial Engineering Online Journal Vol 13, No 1 (2024): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2024
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPerformansi pekerja tentu sangat dipengaruhi oleh beban kerja yang dibebankan kepada pekerja. Namun, terkadang perusahaan hanya menuntut performansi yang baik dan sesuai standar kepada pekerja tanpa memperhatikan beban kerja yang diberikan. Setelah dilakukan pengamatan lebih lanjut, diketahaui bahwa divisi permesinan dan divisi pengelasan pada Instalasi Industri Logam Semarang mempunyai beban kerja antar divisi yang tidak merata. Lalu, juga terlihat ketidakseimbangan beban kerja yang dibebankan antar pekerjanya baik pada divisi permesinan dan pengelasan. Ketidakmerataan dan keteidakseimbangan ini dapat dilihat dari porsi kerja dari bagian yang satu dengan bagian lainnya di satu divisi yang sama. Oleh karena itu, dalam mengetahui informasi mengenai pengalokasian sumber daya pekerja dalam menyelesaikan tugas serta beban kerja yang dibebankan dilakukan analisis beban kerja dengan menggunakan metode Workload Analysis (WLA) sehingga dapat diketahui tingkat persentase beban kerja dari setiap job yang diberikan. Pada divisi permesinan dan pengelasan Instalasi Industri Logam Semarang, beban kerja yang dilakukan dapat dikategorikan sebagai beban kerja fisik karena lebih banyak atau dominan dalam menggunakan kebutuhan otot dan energi fisik dari pekerja. Dalam menghitung beban kerja fisik dapat dilakukan dengan metode Cardiovascular Load (CVL) dengan menghitung denyut nadi pekerja sebelum dan sesudah melakukan pekerjaan.Keywords: Beban kerja, Beban kerja fisik, Workload Analysis (WLA), Cardiovascular Load (CVL)AbstractWorker performance is strongly influenced by the workload assigned to workers. However, sometimes companies only demand good performance and according to standards for workers without paying attention to the workload given. After further observation, it was found that the machining division and welding division at the Semarang Metal Industry Installation had uneven workloads between divisions. Then, there is also an imbalance in the workload charged between workers in both the machining and welding divisions. This unevenness and imbalance can be seen from the portion of work from one division to another in the same division. Therefore, in knowing information about the allocation of worker resources in completing tasks and the workload charged, a workload analysis is carried out using the Workload Analysis (WLA) method so that the percentage level of workload of each job given can be known. In the machining and welding division of the Semarang Metal Industry Installation, the workload performed can be categorized as physical workload because it is more or dominant in using the muscle and physical energy needs of workers. In calculating the physical workload, it can be done with the Cardiovascular Load (CVL) method by calculating the pulse rate of workers before and after doing work.Keywords: workload, physical workload, Workload Analysis (WLA), Cardiovascular Load (CVL)
ANALISIS POSTUR KERJA MENGGUNAKAN METODE CORNELL MUSCULOSKELETAL DISCOMFORT QUESTIONAIRRES DAN RAPID ENTIRE BODY ASSESSMENT PADA PEKERJA PENIMBANG VITAMIN DI PT INDOJAYA AGRINUSA TANJUNG MORAWA Marpaung, Jessica Octavia; Mahachandra, Manik
Industrial Engineering Online Journal Vol 13, No 1 (2024): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2024
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPT Indojaya Agrinusa Tanjung Morawa merupakan salah satu anak usaha PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk yang bergerak dalam bidang agribisnis. PT Indojaya Agrinusa Tanjung Morawa dalam pelaksanaan proses produksinya masih menggunakan tenaga kerja manusia di beberapa stasiun. Salah satunya pada penimbangan vitamin, dimana ada lima pekerja yang melakukan kegiatan penimbangan vitamin. Pekerja mengangkat karung vitamin serta menyerok ke karung sesuai penimbangan. Hasil wawancara dengan lima pekerja stasiun penimbangan vitamin di PT Indojaya Agrinusa Tanjung Morawa, kelima pekerja tersebut mengalami nyeri dan pegal saat melakukan pekerjaan tersebut dan sering dialami pada pertengahan waktu shift. Pengumpulan data lembar Cornell Musculoskeletal Discomfort Questionarries diisi dengan hasil wawancara kelima responden menunjukkan keluhan terbanyak pada bagian tubuh atas yaitu lengan kanan atas, lengan kanan bawah dan pergelangan tangan kanan. Skor akhir Rapid Entire Body Assessment menunjukkan empat dari lima responden memerlukan investigasi dan implementasi perubahan pada postur kerja yang dilakukan sedangkan postur kerja satu dari responden tersebut perlu diselediki dan dilakukan perubahan segera. Untuk menekan level resiko terjadinya MSDs pada bagian tubuh pekerja diperlukan adanya perubahan. Perubahan postur kerja ini dibantu oleh alat bantu kerja dan perubahan peletakan karung vitamin yang akan mendukung perubahan postur kerja sehingga pekerjaan dapat dilakukan dengan nyaman dan aman.Kata kunci: Ergonomi dan Faktor Manusia, Postur Kerja, CMDQ, REBAAbstract PT Indojaya Agrinusa Tanjung Morawa, a subsidiary of PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, operates in the agribusiness sector. In their production process, they still rely on manual labor at various stations. One such station is the vitamin weighing station, where five workers are responsible for weighing vitamins. These workers often experience pain and discomfort, particularly during the middle of their shifts. A survey using the Cornell Musculoskeletal Discomfort Questionnaires revealed that the workers most commonly complained of discomfort in their upper bodies, specifically in the upper right arm, lower right arm, and right wrist. The Rapid Entire Body Assessment score indicated that four out of five workers required investigation and changes in their work posture. One worker needed immediate attention. To mitigate the risk of Musculoskeletal Disorders (MSDs) in the upper bodies of these workers, changes are imperative. Ergonomic tools and adjustments in the placement of vitamin bags can support more comfortable and safer working postures. Implementing these changes is essential for the well-being of the workers and to enhance the overall efficiency and productivity of the station.Keywords: Ergonomic and Human Factor, Working Posture, CMDQ, REBA