Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

DINAMIKA KEDAI KOPI DAN INDUSTRIALISASI DI JEPANG Sarjiati, Upik
Jurnal Kajian Wilayah Vol 10, No 1 (2019): Jurnal Kajian Wilayah
Publisher : Research Center for Regional Resources-Indonesian Institute of Sciences (P2SDR-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jkw.v10i1.811

Abstract

Since 19th century coffee and coffee shop has closely related to economy, politic, social and cultural changes of Japanese society. Coffee shop has transformed into various form to meet the customer’s necessities. This article aims to analyze social history of Japanese coffee shop and how the coffee culture (idea, techniques, and practices) develop in Japan. Data was collected by literature studies, and short observation at diverse coffee shop in Japan. Coffee shops in Japan developed rapidly in near public transportation, shopping and offices area. Coffee shops are not only as sociability place but have developed as workplace. There are many types of coffee shop in Japan such as Kissaten, retail coffee shop and artisan coffee shop. Each type has different characteristics and has different customers. Keywords: coffee shop, Japan, industrializationAbstrakSejak akhir abad ke 19, kopi dan kedai kopi terkait erat dengan perubahan ekonomi, politik dan sosial budaya masyarakat Jepang. Kedai kopi mengalami berbagai jenis transformasi untuk memenuhi kebutuhan sosial pelanggan. Tulisan ini bertujuan untuk memahami bagaimana sejarah perkembangan kedai kopi dan bagaimana budaya kopi (ide, teknik, dan praktek) yang berkembang di kedai kopi Jepang. Tulisan ini merupakan studi pustaka. Observasi singkat berbagai jenis kedai kopi di Jepang dilakukan oleh peneliti untuk melengkapi data sekunder. Kedai kopi di Jepang berkembang pesat di dekat area transportasi, pusat perbelanjaan dan perkantoran. Kedai kopi tidak hanya berfungsi sebagai tempat bersosialisasi, tetapi berkembang menjadi tempat bekerja. Berbagai jenis kedai kopi berkembang di Jepang seperti Kissaten, retail coffee shop, dan artisan coffee shop. Masing-masing kedai kopi memiliki karakteristik yang berbeda dan pengunjung yang berbeda-beda. Kata kunci: kedai kopi, Jepang, industrialisasi
Nuclear Village and Risk Construction in Japan: A Lesson Learned for Indonesia Sarjiati, Upik
Journal of Indonesian Social Sciences and Humanities Vol. 5 (2015): Journal of Indonesian Social Sciences and Humanities
Publisher : RMPI-BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Japan’s success in the development of nuclear energy cannot be separated from the role of the ‘nuclear village’, a pro-nuclear group comprising experts, bureaucrats, politicians and the mass media. The nuclear village created an image of nuclear energy as ‘safe, cheap and reliable’. Using this nuclear village was one of the strategies used to construct a perception of the risk of nuclear energy. Thus, the acceptance by Japanese people of nuclear energy is an important factor in their support for economic development. However, the Fukushima nuclear accident changed the public’s perception of nuclear energy and the Japanese Government was asked to end the operation of nuclear power plants. The government decided to change energy policy by phasing out nuclear power by the end of year 2030. Conversely, the Fukushima nuclear accident has not impeded the Indonesian Government’s plans to build nuclear power plants. Thus, understanding how the Japanese Government managed nuclear risk is expected to raise Indonesian public awareness of such risks.
Praktik Transmedia Film Battle of Surabaya dan Nussa dalam Konteks Industri Animasi di Indonesia Sarjiati, Upik
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 21 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v21i1.7078

Abstract

Transmedia merupakan salah satu faktor penting perkembangan industri animasi. Namun, praktik transmedia industri animasi di Indonesia terbilang masih baru. Penelitian bertujuan memahami praktik transmedia film animasi dan keterkaitannya dengan perkembangan industri animasi di Indonesia. Metode penelitian adalah kualitatif, pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan diskusi terbatas. Penelitian ini mempelajari praktik transmedia pada tiga tingkatan yang berhubungan, yaitu tingkat produk, perusahaan atau studio, dan industri, dengan menggunakan pendekatan manajemen. Praktik transmedia film animasiBattle of Surabaya dan Nussa dianalisa untuk memahami praktik transmedia di level produk dan studio. Analisis terhadap praktik transmedia kedua film animasi tersebut bertujuan untuk memahami variasi jenis dan strategi yang dilakukan oleh kedua studio. Analisis pada level industri difokuskan pada perkembangan industri animasi Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan sejak awal produksi animasi, jalur distribusi, dan kerjasama dengan pihak lain menjadi bagian penting dalam praktik transmedia. Salah satu faktor yang membawa kesuksesan film animasi Nussa yakni membidik keluarga muda muslim sebagai target audiens. Di sisi lain, film animasi lokal menghadapi persaingan ketat dengan film animasi luar negeri yang banyak ditayangkan di Indonesia. Penelitian ini memiliki kontribusi pada konsep kajian film dan industri animasi di Indonesia terutama dari aspek transmedia yang belum banyak diskusikan.