Putra, Lukman
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS DIMENSI ETIS-SPIRITUAL DALAM PROSES PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK PADA PERMAINAN TRADISIONAL Putra, Lukman
ISSN.2252-8407
Publisher : SOSIALITAS; Jurnal Ilmiah Pend. Sos Ant

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.456 KB)

Abstract

ABSTRAKANALISIS DIMENSI ETIS-SPIRITUAL DALAM PROSES PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK PADA PERMAINAN TRADISIONAL. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Untuk mengetahui respon masyarakat sekitar terhadap adanya komunitas anak bawang (2) Untuk mengetahui peran permainan tradisional terhadap pendidikan karakter anak. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif. Sumber data dari informan, komunitas dan dokumen. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik penentu informan menggunakan purposive sampling. Untuk mencari validitas data menggunakan trianggulasi. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan (1) Respon masyarakat tentang adanya Komunitas Anak Bawang yakni sangat baik seperti Pertama, komunitas anak bawang masih bisa menyempatkan waktu untuk melakukan kegiatan sosial walaupun mereka dari mahasiswa psikologi. Kedua, komunitas anak bawang memberi dampak positif terhadap anak-anak sehingga dapat mengenalkan dan melestarikan permainan tradisional. Ketiga, komunitas anak bawang dapat membawa kembali kepada masa lampau yang anak-anak dan orang dewasa bisa menikmati kembali permainan tradisional. Keempat, komunitas anak bawang terus untuk dikembangkan lagi dikarenakan anak-anak pada zaman sekarang memerlukan media untuk bermain secara tepat seperti permainan tradisional. (2) Terdapat beberapa permainan tradisional yang dapat bermanfaat bagi anak dan sekaligus juga dapat membentuk karakter anak Pertama, permainan tradisional dhakon terdapat nilai-nilai kehidupan yang dapat diambil dari para pemain. Kedua, permainan tradisional gasing yang bisa untuk media terapi. Ketiga, permainan tradisional egrang bambu memiliki nilai budaya yang terkandung seperti kerja keras, keuletan, dan sportivitas. Keempat, permainan tradisional lompat tali mengajarkan anak untuk melatih motorik saat melompat. Kelima, permainan tradisional Surakarta mengajarkan anak strategi. Keenam, permainan tradisional Engklek Gunung, Permainan ini mengajakan anak untuk membangun rumahnya dan perjuangan manusia dalam meraih wilayah kekuasaannya.Kata Kunci: Karakter, Permainan Tradisional, Anak, Komunitas