Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN SARI BUAH BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) TERHADAP TEKANAN DARAH SISTOLIK REMAJA Asprilia, Annisa; Kusumastuti, Aryu Candra
Journal of Nutrition College Vol 5, No 3 (2016): Juli
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.326 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v5i3.16379

Abstract

Latar Belakang: Salah satu gangguan kesehatan pada remaja yang prevalensinya terus mengalami peningkatan adalah hipertensi. Remaja yang memiliki tekanan darah lebih dari normal mempunyai risiko lebih besar menderita penyakit jantung koroner atau gagal jantung saat dewasa. Buah belimbing wuluh mengandung vitamin C, kalium, flavonoid, dan saponin yang efektif menurunkan tekanan darah.Metode: Penelitian pra-eksperimental dengan rancangan the one group pretest-posttest design. Subjek sebanyak 21 orang merupakan siswa dan siswi SMA Negeri 15 Semarang dengan tekanan darah sistolik ≥130 mmHg. Subjek hanya terdiri dari 1 kelompok, yaitu kelompok perlakuan.  Sari buah belimbing wuluh diberikan pada subjek sebanyak 100 ml selama 14 hari. Pengukuran tekanan darah sistolik dilakukan pada hari ke 1 dan 15. Hasil: Seluruh subjek penelitian memiliki status gizi obesitas. Tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel asupan lemak, serat, vitamin C, natrium, kalium, dan kalsium dengan tekanan darah sistolik setelah intervensi (p > 0,05). Terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan tekanan darah sistolik seletelah intervensi (p = 0,001). Terjadi penurunan tekanan darah sistolik pada remaja sebesar 33,52 ± 5,68 mmHg (p = 0,000).Kesimpulan: Konsumsi sari buah belimbing wuluh sebanyak 100 ml sebanyak 1 kali sehari selama 14 hari mampu menurunkan tekanan darah sistolik pada remaja secara signifikan.
DETERMINAN KEPUTUSAN PEMBELIAN BAHAN PANGAN PROTEIN HEWANI Asprilia, Annisa; Muktiyanto, Ali; Istianingsih, Istianingsih
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 8 No. 6 (2025): COSTING : Journal of Economic, Bussines and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/69ec2f02

Abstract

Keputusan pembelian merupakan sebuah proses yang diawali dengan mengidentifikasi kebutuhan, mencari alternatif produk, dan memutuskan pembelian produk yang paling sesuai dengan kebutuhan. Pilihan yang dibuat oleh ibu dalam membeli bahan pangan protein hewani, dalam hal jumlah dan jenisnya, menjadi hal yang penting untuk diperhatikan karena kebutuhan asupan gizi balita stunting berbeda dengan balita lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan yang memengaruhi keputusan pembelian bahan pangan protein hewani pada ibu balita stunting di Kota Tangerang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 149 ibu yang memiliki balita stunting. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode cluster sampling, dengan pengelompokan berdasarkan wilayah Kelurahan Non Lokus Stunting dan Kelurahan Lokus Stunting, yang ditentukan melalui analisis prevalensi stunting dan cakupan layanan. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner melalui Google Formulir. Variabel independen pada penelitian ini adalah gaya hidup, pendapatan, harga, dan dukungan sosial, sedangkan variabel dependen adalah keputusan pembelian. Analisis data menggunakan metode SEM dengan perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian bahan pangan protein hewani (t = 0,654; p > 0,05), pendapatan memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian bahan pangan protein hewani (t = 2,084; p < 0,05), harga berpengaruh terhadap keputusan pembelian bahan pangan protein hewani (t = 2,084; p < 0,05), dan dukungan sosial berpengaruh terhadap keputusan pembelian bahan pangan protein hewani (t = 3,555; p < 0,05).