Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGELOLAAN SAMPAH DENGAN KONSEP 3R DI KOTA SAMARINDA Wijaya, Doni; Apriyani, Apriyani; Suyatni, Andi
Jurnal Kesehatan dan Pengelolaan Lingkungan Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jkpl.v5i1.9257

Abstract

Waste refers to objects or substances that are no longer used and thrown away because they have no further function, such as packaging, dirt or leaves. In accordance with this definition, in Article 1 of Law Number 18 of 2008 concerning Waste Management, waste is defined as residue from daily human activities or the result of natural processes in solid form. According to the Ministry of Environment and Forestry in 2019, in 2018 it estimated 85,000 tons of waste, assuming an increase of 150,000 tons/day in 2025. This type of research uses qualitative methods with a case study research design. The main informants in this research were residents of RT 76, Sungai Pinang Dalam Village, Samarinda City, supporting informants were the Head of RT 76, Sungai Pinang Dalam Village and key informants at the Temindung Sanitarian Community Health Center, Sungai Pinang Dalam Village. The technique for selecting informants in this research is Purposive Sampling. Data analysis technique using Miles and Huberman theory, 2019. Residents of RT 76, Sungai Pinang Dalam Village, never implement reuse activities in their daily lives, residents of RT 76, Sungai Pinang Dalam Village, never implement reuse activities at home due to lack of waste management facilities and personnel. waste management officers, residents of RT 76 Sungai Pinang Dalam Subdistrict do not carry out recycling activities at home. From this research, it is hoped that the residents of RT 76 Sungai Pinang Dalam Village can implement waste management using the 3R concept.
Analisis Kejadian Pneumonia Pada Balita Berdasarkan Pendekatan Bina Suasana di Wilayah Kerja Puskesmas Palaran Kota Samarinda Nimur, Sofiana; Sukra, I Putu; Suyatni, Andi
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 2 (2019): July-December
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.705 KB) | DOI: 10.24903/kujkm.v5i2.837

Abstract

Latar Belakang:Pneumonia merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan akut yang mengenai jaringan paru (alveoli). Data Dinas Kesehatan kota samarinda dilihat berdasarkan data kasus pneumonia pada tahun 2016, 2017 dan 2018 diketahui bahwa pada tahun 2018 Puskesmas Palaran merupakan Puskesmas dengan kasus kejadian pneumonia paling tinggi di antara semua puskesmas yang ada di kota samarinda, dimana pada tahun 2016 terdapat 94 kasus, 2017 86 kasus dan 2018 196 kasus.Tujuan :Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kejadian pneumonia pada balita berdasarkan pendekatan bina suasana di Wilayah Kerja Puskesmas Palaran kota Samarinda tahun 2019.Metode Penelitian:Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenalogi. data menggunakan metode wawancara mendalam dan observasi pada 3 ibu balita penderita pneumonia dan 1 orang petugas pemegang program pneumonia.Hasil : Hasil penelitian menunjukan ajakan kesehatan belum terlaksana secara maksimal karena kurang maksimalnya pendekatan  bina suasana, metode bina suasana yang terlaksana merupakan bina suasana publik yakni melaui media, namun belum efektif. Sudah ada dukungan kebijakan berupa KTR, CTPS, etika batuk, ASI eksklusif dan pemberian imunisasi yang sudah disosialisasikan ke masyarakat, dan partisipasi masyarakat belum maksimal karena peran petugas dalam bina suasana individu, kelompok masyarakat dan publik belum maksimal dilakukan.Kesimpulan: Ajakan kesehatan belum maksimal dilakukan di Wilayah Kerja puskesmas palaran disebabkan upaya menciptkan bina  suasana hanya dilakukan melalui media di Puskesmas dan media yang tersedia juga kurang efektif karena hanya menggunkan poster, leaflet dan brosure dan belum ada keterlibatan atau partisipasi dari tokoh masyarakat dan kelompok masyarakat untuk menyebarluarkan informasi pneumonia karena petugas kesehatan belum melaksanakan upaya bina suasana kepada tokoh masyarakat dan kelompok masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Palaran.