Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERENCANAAN SISTEM PEMANAS PADA RANCANG BANGUN ALAT PENGUJI EFISIENSI WIRE AND TUBE HEAT EXCHANGER BAIHAQI, MOCH
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 1, No 02 (2014): JRM : Volume 01 Nomor 02 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Perguruan tinggi sebagai penyelenggara proses pembelajaran senantiasa memberikan hal terbaik bagi para mahasiswa, dalam pembelajaran mata kuliah perpindahan panas diperlukan adanya alat praktek sehingga pembelajaran lebih faktual dan mudah difahami. Dari beberapa permasalahan di atas, studi ini hanya mengangkat permasalahan mengenai ada nya kebutuhan yang berupa alat trainer Wire And Tube Heat Exchanger. . Hasil Pengujian yang dilakukan dengan mengukur temperatur fluida masuk dalam rancangan penukar panas yaitu pada temperatur fluida masuk 500C, 600C dan 700C serta temperatur udara luar ruangan T∞ = 300C dengan tekanan 1 atm dengan daya heater 500 watt, pengambilan data dilakukan 3 kali dengan jeda waktu 5 menit setiap pengambilan data. untuk memanaskan fluida pada suhu 500C membutuhkan waktu 16,7 menit. Kemudian untuk waktu suhu steady kembali ke semula dari 540C ke 500C memerlukan waktu 10,35 menit. Selanjutnya untuk memanaskan fluida pada suhu 600C membutuhkan waktu 14,13 menit, serta waktu suhu untuk steady dari 640C ke 600C memerlukan waktu 6,83 menit. Dan untuk memanaskan fluida pada suhu 700C membutuhkan waktu  14,91 menit. Kemudian untuk waktu suhu steady kembali ke semula dari 740C ke 700C memerlukan waktu 9,08  menit. Jadi dari ke 3 hasil pengujian tersebut dapat disimpulkan bahwa berdasarkan setting thermocontrol yang dilakukan pada saat pemanasannya diperoleh bahwa perilaku temperatur kontrol meningkat, seiring dengan dengan waktu untuk menuju titik SV (setiing value) yang di inginkan. Kata Kunci : Heater, Termokontrol, Termokopel, Tangki Fluida.
PERENCANAAN SISTEM PEMANAS PADA RANCANG BANGUN ALAT PENGUJI EFISIENSI WIRE AND TUBE HEAT EXCHANGER BAIHAQI, MOCH
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 1 No 02 (2014): JRM : Volume 01 Nomor 02 Tahun 2014
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v1i02.6581

Abstract

Di Perguruan tinggi sebagai penyelenggara proses pembelajaran senantiasa memberikan hal terbaik bagi para mahasiswa, dalam pembelajaran mata kuliah perpindahan panas diperlukan adanya alat praktek sehingga pembelajaran lebih faktual dan mudah difahami. Dari beberapa permasalahan di atas, studi ini hanya mengangkat permasalahan mengenai ada nya kebutuhan yang berupa alat trainer Wire And Tube Heat Exchanger. . Hasil Pengujian yang dilakukan dengan mengukur temperatur fluida masuk dalam rancangan penukar panas yaitu pada temperatur fluida masuk 500C, 600C dan 700C serta temperatur udara luar ruangan T∞ = 300C dengan tekanan 1 atm dengan daya heater 500 watt, pengambilan data dilakukan 3 kali dengan jeda waktu 5 menit setiap pengambilan data. untuk memanaskan fluida pada suhu 500C membutuhkan waktu 16,7 menit. Kemudian untuk waktu suhu steady kembali ke semula dari 540C ke 500C memerlukan waktu 10,35 menit. Selanjutnya untuk memanaskan fluida pada suhu 600C membutuhkan waktu 14,13 menit, serta waktu suhu untuk steady dari 640C ke 600C memerlukan waktu 6,83 menit. Dan untuk memanaskan fluida pada suhu 700C membutuhkan waktu 14,91 menit. Kemudian untuk waktu suhu steady kembali ke semula dari 740C ke 700C memerlukan waktu 9,08 menit. Jadi dari ke 3 hasil pengujian tersebut dapat disimpulkan bahwa berdasarkan setting thermocontrol yang dilakukan pada saat pemanasannya diperoleh bahwa perilaku temperatur kontrol meningkat, seiring dengan dengan waktu untuk menuju titik SV (setiing value) yang di inginkan. Kata Kunci : Heater, Termokontrol, Termokopel, Tangki Fluida.