Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK KORBAN PENCULIKAN DAN KEKERASAN SEKSUAL DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 35 TAHUN 2014 ATAS PERUBAHAN UNDANG-UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2002 TENTANG PERLINDUNGAN ANAK Wuisan, Maria
LEX ET SOCIETATIS Vol 7, No 12 (2019): Lex Et Societatis
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35796/les.v7i12.27577

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perlindungan hukum terhadap anak korban penculikan dan kekerasan seksual berdasarkan undang-undang perlindungan anak dan bagaimana hak-hak anak yang dilindungi oleh undang-undang perlindungan anak. Dengan menggunakan metode penelitian yuridis normatif, disimpulkan: 1. Produk Undang-Undang sudah pasti baik sebagai rambu dan atau pedoman dalam rangka mengatur tatanan kehidupan Berbangsa dan Bernegara. Namun yang bukan hanya coretan tinta di kertas putih yang berisikan pasal-pasal dan ayat-ayat yang dibutuhkan bangsa ini. Apalagi terkait dengan perlindungan terhadap anak yang notabene adalah generasi penerus bangsa. Hal-hal implementatif dan aplikatif-lah yang dibutuhkan. Bagaimana kita menjalankan amanah undang-undang. Undang-undang No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Undang-Undang N0 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak sudah baik secara perangkat aturan. Berbagai macam hal terkait perlindungan anak diatur dengan begitu rapih. Namun yang kita butuhkan sekarang adalah implementasi dari bunyi tiap pasal kedua undang-undang tersebut. Jika hal tersebut diimplementasikan secara baik maka baik tindakan represif terkait dua kasus di atas pasti akan berkurang, oleh karena tindakan preventif yang dilakukan. 2. Melindungi hak-hak anak merupakan kewajiban kita semua, terutama kewajiban keluarga sebagai individu atau kelompok yang paling dekat dengan anak. Melakukan pembiaran dan atau penelantaran, apalagi sampai pada tindakan eksploitasi tentu tidak dibenarkan. Melindungi hak-hak anak secara substansial sama dengan melindungi anak dari bentuk tindakkan kejahatan yang mungkin menimpa anak itu sendiri.Kata kunci: Perlindungan hukum, anak korban penculikan dan kekerasan seksual, perlindungan anak
Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Kecemasan Remaja dalam Menghadapi Menarche pada Remaja Usia 10-13 Tahun di Desa Talawaan Wuisan, Maria; Natalia, Adriani; Gannika, Lenny
Mapalus Nursing Science Journal Vol. 3 No. 1 (2025): Mapalus Nursing Science Journal (Jurnal Ilmu Keperawatan Mapalus)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/mnsj.v3i1.55667

Abstract

Background: Knowledge is the result of "knowing" and this occurs after people perceive a particular object, anxiety is a subjective feeling of disturbing mental tension as a general reaction to the inability to solve a problem or a lack of security. Research Objectives: To determine the relationship between the level of knowledge and the anxiety level of adolescents in facing menarche in grades V and VI at St Nikolaus Catholic Elementary School, SD N 1, SD N 2, SD GP Talawaan. Research Methods: This research was conducted on students of grades V & VI SD with a total sample of 84 students. The sampling technique uses a purposive sample. Research Results: The results in this study were that the majority of respondents had a good level of knowledge as many as 78 people (92.2%). The majority of respondents experienced mild anxiety as many as 59 people (70.2%). Conclusion: There is no relationship between the level of knowledge and the level of adolescent anxiety in facing menarche in grades V and VI at St Nikolaus Catholic Elementary School, SD N 1, SD N 2, SD GP Talawaan. Suggestion: This research is expected to be a guideline for existing teachers to maintain education about menarche in grades V & VI SD.