Indonesia merupakan daerah rawan gempa bumi karena dilalui oleh jalur pertemuan 3 lempeng tektonik, yaitu Lempeng Indo- Australia, lempeng Eurasia dan lempeng Pasifik.Pada bangunan-bangunan di daerah rawan gempa harus di desain agar memiliki kapasitas dan kinerja yang kokoh sehingga dapat memadai dalam menahan gaya gempa dan meminimalisir terjadinya korban jiwa. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana kapasitas gedung menahan gaya gempa yang berlokasi di Padang, dan analisis pushover agar bisa diberikan perkuatan pada gedung berupa bresing tipe-x. Sistem perkuatan berupa bresing terbagi 2 diantarnya sistem rangka bresing konsentrik dan eksentrik.Perbandingan analisis struktur dilakukan pada gedung Kantor BAZNAS Kota Padang terdiri 3 lantai + 1 Basement dengan luasan 375 m2 , dalam penganlisis ini dibantu dengan software Structur Analysis Program (SAP) 2000 Versi 14 dengan pemodelan 3D.Dari hasil analisi gedung eksisiting awal dengan menggunakan data Respon Spektrum didpati displasment 3,22 cm, UBC 97 diperoleh 2,65 cm dan Statik Nonlinear Pushover 44,08 cm. Pada Analisis push over terdapat 105 titik lemah yang akan terjadi keruntuhan atau kerusakan, maka kita beri perkuatan berupa bresing baja dimensi pada daerah lemah dan diperoleh nilai displasment menjadi 7,61 cm dengan berkurang titik lemah menjadi 2 titik saja.Pengaruh penggunaan bresing ini menurunkan nilai displasment sebesar 82,73 %. dan meningkatkan kekakuan pada gedung sebesar 69,39%.Kata kunci : Gempa, Bresing tipe-x , Analisis Statik Non Linear Pushover, Displasment