Penelitian ini dilatarbelakangi oleh beberapa purnawiran TNI yang menjadi Caleg DPRD Kota Banjar, Jawa Barat. Penelitian ini mencoba menjawab (1) Apa motivasi purnawirawan TNI masuk dalam Politik, (2) Bagaimana strategi yang dijalankan oleh Caleg Purnawirawan TNI dalam memenangkan pemilu legislatif di Kota Banjar tahun 2019, Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan pendekatan studi fenomenologi yaitu studi yang berusaha mencari “esensi” makna dari suatu fenomena. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, studi dokumentasi dan studi pustaka. Informan dalam penelitian ini adalah purnawirawan TNI, elit dan kader PDIP, Golkar, Gerindra dan PBB di Kota Banjar. Penelitian ini menjelaskan ada tiga faktor yang menyebabkan masuknya purnawirawan dalam kancah politik lokal : Pertama, Dinamika politik lokal; kedua, faktor internal purnawirawan; ketiga, faktor Rekrutmen politik Parpol yang buruk. Penelitian ini menjelaskan strategi yang dilakukan oleh purnawirawan dalam memenangkan Pileg dengan pola klientelisme iterasi dan klientelisme personalistik, pilihan pada pola tersebut karena purnawirawan memiliki jaringan kuat yang terbentuk saat bertugas di militer, dan bangunan jaringannya sangat kokoh karena proses pembentukannya lama. Pola ini juga dilakukan karena sangat efektif dalam mensosialisasikan diri. Selain itu dapat meminimalisir biaya politik. penelitian ini menyimpulkan bahwa masuknya purnawirawan dalam politik lokal tidak ada hubungannnya dengan instansi militernya sebelumnya, akan tetapi purnawirawan menggunakan kekutan jaringan yang pernah dibuatnya saat di militer sebagai kekuatan dan strategi pemenangannya.