Sutoyo, Daniel
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Murid-Murid Yesus Buta Huruf? Analisis Istilah Agrammatoi dan Idiotai dalam Kisah Para Rasul 4:13 Sutoyo, Daniel; Tirakusuma, Rina Yugi; Retnowati, Eni
DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 10, No 1 (2025): Oktober 2025 (In Progress)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Intheos Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30648/dun.v10i1.1217

Abstract

Abstract. The writing of this article intended to answer the accusation that Jesus' disciples were illiterate and therefore could not have written his Gospel. The accusation is based on the statement in Acts 4:13 which refers to Peter and John as "unlettered" (agrammatoi) and "ordinary" (idiotai). For that, the researcher will provide an analysis of both the internal and external aspects of the Bible that indicate that Peter and John could read and write. The results of the study show that the statement that Peter and John were ordinary and unlettered does not mean illiterate, but rather a term that has the meaning of Peter and John's status as people who never studied academically and formally in Jewish schools, and their social status as lay people who did not have a religious position. Thus, it indicates that Jesus' disciples, especially Peter and John, were the authors of the books in the New Testament.Abstract. Penulisan artikel yang bermaksud untuk menjawab tuduhan bahwa murid-murid Yesus buta huruf sehingga tidak mungkin dapat menulis Injilnya. Tuduhan tersebut di antaranya didasarkan atas pernyataan dalam Kisah Para Rasul 4:13 yang menyebut Petrus dan Yohanes dengan istilah “tidak terpelajar” (agrammatoi) dan “orang biasa” (idiotai). Untuk itu, peneliti akan memberikan analisis baik dari internal dan eksternal dari Alkitab yang mengindikasikan bahwa Petrus dan Yohanes bisa membaca dan menulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pernyataan Petrus dan Yohanes orang biasa dan tidak terpelajar bukan berarti buta huruf, melainkan suatu istilah yang mempunyai pengertian status Petrus dan Yohanes sebagai orang yang tidak pernah belajar secara akademis dan formal di sekolah-sekolah Yahudi, dan status sosialnya sebagai orang biasa yang tidak punya jabatan religius. Dengan demikian, hal itu mengindikasikan bahwa murid-murid Yesus, terkhusus Petrus dan Yohanes, adalah penulis kitab-kitab dalam Perjanjian Baru.
Penginjilan Linier Geografis ataukah Simultan? Analisis Penginjilan dalam Kisah Para Rasul 1:8 Sutoyo, Daniel
DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 10, No 2 (2026): April 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Intheos Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30648/dun.v10i2.591

Abstract

Abstract. This study aims to analyze the model of evangelism in Acts 1:8. There are two prevailing views on this evangelism model: linear geographical evangelism and simultaneous evangelism. This study uses a qualitative method with a hermeneutic approach. The results show that Acts 1:8 is not a geographical map of evangelism. The simultaneous evangelism model aligns with the Great Commission in Matthew 28:19-20.Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi model pemberitaan Injil dalam Kisah Para Rasul 1:8. Selama ini ada dua pandangan tentang model penginjilan tersebut, yaitu penginjilan yang bersifat linier geografis dan penginjilan yang bersifat simultan. Penelitian ini dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan prinsip-prinsip hermeneutik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kisah Para Rasul 1:8 bukan sebagai peta penginjilan yang harus diikuti secara geografis. Model penginjilan secara simultan sejalan dengan Amanat Agung dalam Matius 28:19-20.