Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

2018-2019 Antimicrobial Resistance Pattern in Bacterial Pneumonia at Dr. Soedarsono Hospital Pasuruan Susanto, Felicia; Purnamawati, Catur Elvi; Riasari, Devvi
Malang Respiratory Journal Vol. 2 No. 01 (2020): Shape the Curves
Publisher : Universitaas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (904.451 KB) | DOI: 10.21776/ub.mrj.2020.001.01.2

Abstract

Pneumonia is the ninth most common disease in dr. Soedarsono Pasuruan Region General Hospital. The resistance of Klebsiella pneumoniae to third-generation Cephalosporins and Streptococcus pneumonia to Penicillin were the topics discussed on World Health Organization’s (WHO) global report for antimicrobial resistance. This study purpose is to analyze the microbial pattern and antimicrobial resistance of bacterial pneumonia from sputum culture. This is a descriptive retrospective study with a total of 59 requests for sputum culture which included a clinical diagnosis of pneumonia. There are 37 male (63%) and 22 female (37%) with the most age group was adult (18-59 years) 39 people (66%) included in this study. Gram-negative bacteria are more common as the cause of pneumonia than gram-positive. Gram-negative bacteria that caused pneumonia in this study are Klebsiella pneumoniae (25.4%), Acinetobacter baumannii (15.3%), dan Enterobacter cloacae complex (15.3%). Gram-positive are Staphylococcus haemolyticus (11.9%), Staphylococcus aureus (8.5%), and Staphylococcus epidermidis (8.5%). The most antimicrobial resistance in gram-negative bacteria is Ampicillin (94.3%) and gram-positive bacteria are Benzylpenicillin (94.1%). The number resistance of Penicillin in gram-negative and gram-positive was high; therefore empirical therapy for pneumonia still uses broad-spectrum antimicrobial like beta-lactam.
Pelatihan Strategi Branding untuk Membangun Identitas Brand dalam Meningkatkan Pemasaran Produk UMKM di Desa Jayamekar Adiputra, I Gede; Sunarja, Ani Global Karuna; Susanto, Felicia; Declan, James
Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat) Vol 5 No 6 (2025): Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakamitra.v5i6.1400

Abstract

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sendiri merupakan tulang punggung perekonomian bangsa Indonesia. Kesuksesan UMKM dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti pemasaran, teknologi, sumber daya manusia, dan modal. Jadi, salah satu hal yang harus dimanfaatkan oleh UMKM adalah kemajuan teknologi, yaitu sosial media. Sosial media ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pemasaran UMKM. Melibatkan teknologi informasi dalam menciptakan branding merupakan salah satu bentuk usaha memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan sektor ekonomi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya potensi wisata alam yang didukung ekonomi kreatif di Desa Jayamekar Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Namun dapat disayangkan pengelolaan produk pada ekonomi kreatif belum cukup membangun brand awareness konsumen. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pelaku ekonomi kreatif khususnya UMKM akan pentingnya brand atau merek karena melalui itulah produk memiliki jati diri untuk dipasarkan lebih luas. Selain itu melibatkan media sosial sebagai media untuk melakukan branding di era serba digital merupakan jalan pintas untuk pelaku usaha. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat yaitu metode pendidikan masyarakat yang dimana metode ini akan digunakan dalam setiap kegiatan penyuluhan atau pelatihan. Hasil pengabdian pada masyarakat menjelaskan bahwa sosialisasi dalam membangun branding bagi pelaku usaha terbukti efektif memberikan pemahaman strategi branding isu seperti membuat desain logo, target pasar yang tepat, partnership dan konsistensi. Analisis branding pada skala mikro mampu meningkatkan penjualan sebesar 20% dari penjualan sebelumnya, bentuk penjualan juga tidak hanya menggunakan teknik open pre order, namun juga dapat diterima langsung di toko oleh-oleh untuk menyasar target wisatawan.