This Author published in this journals
All Journal Jurnal Orasi
Handayani, Muslih Aris
IAIN Ponorogo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS WACANA KRITIS PELAYANAN KEDOKTERAN DAN KESEHATAN RSUD PURBALINGGA TENTANG GAYA HIDUP SEHAT DI SITUS INTERNET Handayani, Muslih Aris
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 10, No 2 (2019): December 2019
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v10i2.5382

Abstract

AbstrakPenelitian ini bermula dari anggapan bahwa individu, kelompok, atau institusi mengemas berbagai kepentingan dan ideologi dalam bentuk kesadaran akan kebenaran dalam sebuah teks, gambar, dan kalimat. Bermula dari anggapan ini, dilakukan kajian teks terhadap pelayanan kedokteran dan kesehatan RSUD Purbalingga di situs internet yang menjadi trend sosialisasi dalam dunia global. Berdasarkan gambaran di atas, peneliti akan menelaah dan mendeskripsikan praktek diskursusĀ  pelayanan kedokteran RSUD Purbalingga lewat media internet dalam bentuk website dengan pendekatan CDA (Critical Discourse Analysis).Hasil penelitian menunjukkan dari tema tentang pelayanan profil dan tulisan yang mendukungnya (intertekstualitasnya), situs www.rsudpurbalingga.go.id mengkonstruksi pelayanan profil sebagai pelayanan yang memuaskan. Kata memuaskan dalam kamus TESAURUS bersinonim dengan membahagiakan dan melegakan. Artinya, pelayanan profil RSUD yang memuaskan juga berarti pelayanan profil yang membahagiakan dan melegakan. Dari tema tentang pelayanan berita dan tulisan yang mendukungnya (intertekstualitasnya), situs www.rsudpurbalingga.go.idĀ  mengkonstruksi pelayanan profil sebagai pelayanan yang maksimal. Maksimal dalam kamus TESAURUS bersinonim dengan banyak dan tinggi. Pelayanan berita yang maksimal juga berarti pelayanan berita yang banyak dan tinggi. Ada pun ideologi yang muncul dalam pelayanan kedokteran dan kesehatan di RSUD Purbalingga antara lain budaya konsumerisme, kapitasisme global, dan formalisme pelayanan kedokteran dan kesehatan internet.