Agdialta, Rezfiko
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MONITORING TINGKAT KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN DENGAN METODE KEETCH BYRAM DROUGHT INDEX SELAMA PERIODE EL-NIŇO DI PROVINSI SUMATERA SELATAN Agdialta, Rezfiko
Jurnal Penelitian Kehutanan Sumatrana Vol 2, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Kehutanan Sumatrana
Publisher : Jurnal Penelitian Kehutanan Sumatrana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpks.2021.2.1.11-24

Abstract

Selain aktivitas manusia, penyebab utama terjadinya kebakaran hutan dan lahan yaitu adanya faktor pendorong dari kondisi cuaca dan iklim ekstrim seperti El-Nino. Untuk mengetahui potensi kebakaran hutan di wilayah Sumatera Selatan dalam hal ini menggunakan metode KBDI (Keetch Byram drought Index) yaitu berupaindex kekeringan yang dapat mengetahui potensi kebakaran suatu wilayah dengan menggunakan skala sifat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi kebakaran hutan dan lahan setiap bulan disuatu wilayah dengan menggunakan nilai KBDI selama periode kejadian El Niño pada tahun 2006 – 2015. Adapun data yang digunakan yaitu data curah hujan harian, data suhu maksimum harian yang diperoleh dari beberapa pos pengamatan di Kabupaten/Kota Sumatera Selatan, data titik panas dari Satelit MODIS Aqua-Terra selama periode 2006 – 2015. Analisis dilakukan dengan mencari nilai KBDI harian kemudian di rata-rata tiap bulan. Dari hasil pengeolahan tersebut menunjukkan bahwa rata-rata potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan paling tinggi selama tahun 2006, 2009dan 2015 terjadi pada bulan Juli, Agustus, September, dan Oktober. Puncaknya terjadi pada bulan September dan Oktober,dan pada bulan tersebut rata-rata KBDI berada pada tingkat ekstrim serta memiliki banyak titik panas.
IDENTIFIKASI WILAYAH DENGAN DAMPAK KARHUTLA TERTINGGI DI PROVINSI SUMATERA SELATAN MENGGUNAKAN SATELIT LANDSAT-8 (Identification Area With The Highest Forest Fire Impact In South Sumatra By Using LANDSAT-8 Satellite) Agdialta, Rezfiko
Jurnal Penelitian Kehutanan Sumatrana Vol 2, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Kehutanan Sumatrana
Publisher : Jurnal Penelitian Kehutanan Sumatrana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpks.2021.2.1.1-10

Abstract

Informasi wilayah yang terindikasi memiliki dampak terparah selama periode kebakaran hutan dan lahan sangat diperlukan untuk proses mitigasi dan adaptasi bencana pada kemudian hari. Proses Identikasi wilayah yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode Keetch-Byram Drought Index untuk mengetahui seberapa tinggi tingkat kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten dan Kota di wilayah Sumatera Selatan. Data titik panas digunakan untuk melihat adanya indikasi terjadi kebakaran hutan dan lahan. Pada penelitian ini digunakan data titik panas dari satelit NASA yaitu TERRA dan AQUA dengan menggunakan sensor MODIS (Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer). Satelit ini dapat mendeteksi perubahan suhu pada luas area 1.1 km2 dimana perubahan suhu yang terjadi dengan ekstrem dapat mengindikasikan adanya kebakaran hutan dan lahan. Satelit Landsat-8 adalah satelit yang umumnya digunakan untuk memetakan area dan luas wilayah yang hilang akibat kebakaran hutan dan lahan. Satelit Landsat-8 digunakan untuk melihat sejauh mana lahan yang semula hutan berubah menjadi lahan yang kosong dan bebatuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan wilayah di Sumatera Selatan yang memiliki dampak terparah yang diakibatkan oleh bencana kebakaran hutan dan lahan pada tahun 2015. Penelitian ini menggunakan analisis verifikasi lahan bekas terbakar yang diperoleh dari satelit Landsat-8 sebelum dan setelah terjadinya kebakaran hutan dan lahan pada wilayah yang memiliki dampak terparah yang diverifikasi berdasarkan tingkat kekeringan dengan metode Keetch-Byram Drought Index dan jumlah titik panas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa wilayah dengan dampak yang paling parah selama periode tersebut adalah wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir.
DAMPAK COLD SURGE (CS) TERHADAP NET SURFACE HEAT FLUX (NSHF) DI LAUT NATUNA Agdialta, Rezfiko; Ningsih, Nining Sari; Trilaksono, Nurjanna Joko
Jurnal Meteorologi dan Geofisika Vol. 25 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31172/jmg.v25i1.1103

Abstract

Cold Surge (CS) events are often associated with rainfall occurrences in the Jakarta area. However, there is still limited literature on how CS affects other parameters in Indonesia. This study aims to contribute to this literature, particularly regarding the crucial role of CS in the interaction between the ocean and the atmosphere. This research uses the composite difference method to compare changes in Wind Speed (WS), Latent Heat Flux (LHF), Sensible Heat Flux (SHF), Shortwave Radiation (SWR), Longwave Radiation (LWR), and Net Surface Heat Flux (NSHF) during CS phases versus neutral conditions no CS (nCS). The composite difference results indicate an increase in wind speed in the study area, Natuna Sea, with values of 1.17 m/s, 1.45 m/s, and 1.69 m/s for December, January, and February, respectively. This finding explains that the increase in wind speed significantly influences LHF in the negative direction, meaning more LHF is transferred from the ocean to the atmosphere during the CS phase. LHF also predominantly affects NSHF in the study area during the CS period, indicating that more NSHF is leaving the ocean and entering the atmosphere compared to the amount entering the ocean from the atmosphere during the CS phase.