Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JURNAL BIOSAINSTEK

Pemodelan dan Visualisasi Banjir Di Dusun Lukolamo Weda Tengah Kabupaten Halmahera Tengah Yudit Agus Priambodo; Marlina Kamis
JURNAL BIOSAINSTEK Vol 4 No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v4i2.1042

Abstract

Banjir yang terjadi di Dusun Lukolamo Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah perlu penanganan yang serius mengingat akses jalan yang terputus adalah jalan nasional. Penanganan banjir bertujuan untuk mereduksi kerugian akibat banjir dan pengamanan akses jalan nasional. Oleh karena itu memerlukan informasi kejadian dan sebaran wilayah yang dapat diperoleh melalui kajian model banjir. Dalam penelitian ini, model HEC-RAS digunakan untuk memprediksi luas, kedalaman, dan durasi banjir. Dari hasil pemodelan ini diperoleh bahwa debit banjir rencana yang digunakan adalah untuk kala ulang 5 tahun karena mendekati kondisi banjir yang terjadi di lapangan. Luas genangan banjir maksimum yang terjadi yaitu 0.529 km2. Kedalaman air banjir maksimum di dusun Lukolamo setinggi ± 4m dan juga durasi waktu terjadinya banjir mulai awal gengangan sampai akhir selama 49.75 jam atau 2.07 hari. Perlu tindak lanjut yang lebih detail lagi mengingat data topografi yang digunakan adalah data DEM dari DEMNAS yang memiliki keterbatasan akurasi. Jadi data pengukuran topografi dilapangan merupakan data yang lebih akurat dalam memprediksi luas genangan dan kedalaman air akibat debit banjir rencana.
Pemodelan Banjir Desa Wayaua Kecamatan Bacan Timur Selatan Kabupaten Halmahera Selatan Kamis, Marlina; Priambodo, Yudit Agus
JURNAL BIOSAINSTEK Vol 5 No 2 (2023): Jurnal BIOSAINSTEK
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v5i2.1645

Abstract

Bencana banjir yang terjadi di Desa Wayaua Kecamatan Bacan Timur Selatan Kabupaten Halmahera Selatan pada 03 Oktober 2021 meredam ratusan rumah yang diakibatkan curah hujan yang tinggi sehingga air sungai meluap. Dan tanggal 30 Agutus 2022 terjadi lagi banjir yang sama menggenani rumah warga. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah melakukan pemodelan banjir yang disebabkan oleh luapan sungai di desa Wayaua serta melihat cakupan wilayah genangan banjir. Desa Wayaua termasuk desa di pesisir pantai dengan luas wilayah 98.5 km2. Metode pemodelan banjir menggunakan pendekatan hidrolika dalam mensimulasikan debit air pada sungai menggunakan software HEC-HMS, serta melakukan visualisasi daerah genangan banjir serta area terdampak banjir menggunakan pendekatan GIS dengan software HEC-RAS dengan interaksi pasang surut air laut. Besar debit banjir yang didapat berdasarkan analisa hidrologi pada Software HEC-HMS untuk kala ulang Q2th, Q5th, Q10th, Q25th, Q50th, Q100th masing-masing sebesar 25.9m3/s, 42.4m3/s, 53.2m3/s, 66.6m3/s, 77.3m3/s, 87.8m3/s. Sedangkan luas genangan banjir yang didapat dari hasil pemodelan banjir pada Software HEC-RAS berdasarkan banjir kala ulang Q2th, Q5th, Q10th, Q25th, Q50th, Q100th masing-masing adalah 9.33 hektar, 9.88 hektar, 10.33 hektar, 10.72 hektar, 11.14 hektar, 11.65 hektar.
Modeling and Visualization of Flooding in the Wai Lamo River, Kao Barat District, North Halmahera Regency Kamis, Marlina; Priambodo, Yudit Agus
JURNAL BIOSAINSTEK Vol 7 No 1 (2025): Jurnal BIOSAINSTEK
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v7i1.2364

Abstract

In the North Maluku Province, specifically in the Kao Barat District of North Halmahera Regency, there is the Wai Lamo River which flows through five villages: Pitago Village, Bailengit Village, Soamaetek Village, Parseba Village, and Tuguis Village. These villages are often affected by flooding due to the river's overflow during heavy rainfall. The purpose of this study is to model the flooding caused by the overflow of the Wai Lamo River, especially in these five villages, and to assess the extent of the flood-affected area. The flood modeling method uses a hydrological approach to simulate water discharge in the river using the HEC-HMS software, and flood inundation areas and affected zones are visualized using GIS with HEC-RAS software. The flood discharge rates obtained from hydrological analysis using HEC-HMS (Hydrologic Modeling System) for return periods of 2, 5, 10, 20, 50, and 100 years at the flood-affected village control points are 115.8 m³/s, 324 m³/s, 550.2 m³/s, 848.5 m³/s, 1376.6 m³/s, and 1897 m³/s, respectively. The results of flood inundation modeling using HEC-RAS (River Analysis System) based on the return period floods show that the overflow of the Wai Lamo River impacts Pitago Village, Bailengit Village, Soamaetek Village, Parseba Village, and Tuguis Village due to their proximity to the riverbanks. Therefore, river embankments and riverbed normalization are required to protect the settlements from the overflow of the Wai Lamo River.