Pemerintah dengan program revitalisasi SMK sebagai langkah menghadapi revolusi industri 4.0 antara lain menyelenggarakan sinkronisasi kurikulum dengan industri. Penelitian dilakukan untuk mengetahui efektivitas metode probling dan prompting dalam mata pelajaran Teknik Mikroprosesor dan Mikrokontroller terhadap keaktifan siswa SMK kelas XI kompetensi keahlian Teknik Elektronika Industri dengan jumlah sampel sebanyak 70 siswa. Data diperoleh dari hasil tes dan angket kuisioner, hasil statistik didapatkan data sampel variabel dependent dan independent. Dari sampel variabel dependent dan indenpendent diperoleh data sebagai berikut dimensi aktivitas siswa sebesar 51,3% yang artinya metode Probling Prompting berpengaruh sebesar 51,3% terhadap aktivitas siswa. Teknik analisis yang digunakan adalah uji Normalitas, uji R Square, dan uji ANOVA untuk mengetahui besarnya pengaruh beberapa indikator dalam penelitian. Dimensi tekanan aspek afektif sebesar 53,6% yang artinya metode Probling Prompting berpengaruh sebesar 53,6% terhadap aktivitas siswa, dimensi kekompakkan siswa sebesar 27,1% yang artinya metode Probling Promting berpengaruh terhadap aktivitas siswa dan dimensi kebebasan sebesar 48% yang artinya metode Probling Promting berpengaruh terhadap aktifitas siswa. Disimpulkan bahwa dimensi kualitas pembelajaran berpengaruh pada keaktifan belajar siswa sebesar 45,8% sedangkan dimensi kesesuaian tingkat pembelajaran berpengaruh terhadap keaktifan belajar siswa sebesar 65,1%. Dimensi partisipasi berpengaruh terhadap keaktifan siswa sbesar 23,5%, dimensi kontribusi berpengaruh terhadap keaktifan belajar siswa sebesarĀ 38%, dan dimensi kebebasan berpengaruh terhadap keaktifan siswa sebesar 32,9%.