Martina Muiz, Fani
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIS PADA MATERI FUNGSI DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING Martina Muiz, Fani
APOTEMA : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 5 No 1 (2019): APOTEMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1219.507 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk, (1) mengetahui Pengembangan Bahan Ajar setelahdiimplementsikan kepada peserta didik kelas VIII SMP berbasis Kemampuan pemahaman matematisdengan model pembelajaran Problem Based Learning pada materi fungsi kelas VIII yang valid yangkemudian dianalisis dan dideskripsikan. Tidak hanya itu penelitian ini juga bertujuan untuk, (2)mengetahui nilai ketuntasan dari setiap peserta didik dilihat dari nilai KKM di sekolah yang peneliti telitiyaitu 75. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini metode kualitatif dan kuantitatif, metodekualitatif untuk mengenalisi uji coba terbatas terhadap soal instrumen kemampuan pemahaman matematissetelah bahan ajar modul divalidasi, sedangkan metode kuantitatif untuk mengetahui keseragamanpendapat atau uji Q-Cochran. Teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan uji instrumen. Sublekdalam penelitian ini adalah ahli matematika yang terdiri dari dosen matematika dan guru matematikadisekolah serta 30 siswa kelas VIII di SMP Negeri 3 Majalengka untuk mengidentifikasi hasil kesulitanyang dialami siswa dan juga uji coba terbatas setelah bahan ajar diimplementasikan. Desain penelitianyang digunakan yaitu dengan menggunakan model pengembangan ADDIE (analysis, design,development, implementation, evaluation). Hasil dari penelitian ini menunjukkan masih terdapat beberapakesulitan yang dialami siswa setelah menggunakan bahan ajar namun tidak seperti uji coba awal. Validasiterhadap bahan ajar modul matematika dilakukan oleh 5 validator yaitu tiga dosen ahli matematika FKIPUnswagati dan dua guru matematika SMP. Berdasarkan hasil validasi tersebut dapat disimpulkan bahwabahan ajar modul fungsi berbasis kemampuan pemahaman matematis siswa dengan model pembelajaranproblem based learning diperoleh validasi gabungan untuk bahan ajar siswa sebesar 82% artinya layakdigunakan dalam proses pembelajaran, sedangkan untuk Uji Q-Cochran pada bahan ajar modul siswa itubahwa Q hitung (8) lebih kecil dari Q tabel (9,488) jadi H0 ditolak dan H1 diterima. Ini berarti tidakterdapat perbedaan pendapat dari para ahli yang siginifikan. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa bahanajar layak atau dapat digunakan digunakan/diimplementasikan pada proses pembelajaran. Sedangkanuntuk bahan ajar pedoman guru sebesar 86% artinya layak digunakan juga dalam proses pembelajaran.Sedangkan untuk Uji Q-Cochran pada pedoman pembelajaran guru itu bahwa Q hitung (4) lebih kecil dariQ tabel (9,488) jadi H0 ditolak dan H1 diterima. Ini berarti tidak terdapat perbedaan pendapat dari paraahli yang siginifikan. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa pedoman pembelajaran guru layak atau dapatdigunakan digunakan/diimplementasikan pada proses pembelajaran. Ketuntasan nilai dari peserta didiksetelah melakukan implementasi bahan ajar sebsar 20% dari 30 peserta didik yang mengikuti tes ujiterbatas kemampuan pemahaman matematis siswa.