Misbah, Aflahal
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Muhammad Shalih As-Samarani (1820-1903 M): Representasi Dakwah Islam Nusantara dalam Kajian Akademis Khairi, Miftahuddin; Misbah, Aflahal
LENTERA VOL 3, No 02 (2019): LENTERA
Publisher : IAIN Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.163 KB) | DOI: 10.21093/lentera.v3i2.1810

Abstract

The aim of this paper is to understand how the da’wa of Islam Nusantara by Muhammad Shalih as-Samarani is represented in academic works. Data of this paper are 18 academic manuscripts dated from 2015 to date. This paper finds that there are two strands of representations about the Islam Nusantara of Muhammad Shalih as-Samarani; the dominant narrative and the ‘other alternative’. Both narratives present as-Samarani as different actor. The first narrative present as-Samarani as a mufassir (interpreter of the Qur’an) and the second narrative present as-Samarani as a person who has deep knowledge on multiple disciplines such as fiqh, orthodox tasawwuf, and education. However, both narratives share one thing in common; they present as-Samarani as a Sufi Muslim who contributed greatly to the dialogue between Islamic teachings and elements of local wisdoms.Keywords: academic works, as- Samarani, and representation of Islam Nusantara.
PROPAGANDA KIAI ṢĀLIḤ DARAT DAN HARMONI NUSANTARA (Telaah Kitab Minhāj Al-Atqiyā`) Misbah, Aflahal
FIKRAH Vol 4, No 1 (2016): FIKRAH: JURNAL ILMU AQIDAH DAN STUDI KEAGAMAAN
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.154 KB) | DOI: 10.21043/fikrah.v4i1.1629

Abstract

Akhir abad 19, Jawa menjadi panggung propaganda Kiai Ṣāliḥ Darat untuk mewujudkan harmoni di masyarakat. Berbagai pandangan yang dapat menumbuhkan semangat anti kolonial disisipkan dalam karya tulisnya, seperti dalam kitab Minhāj Al-Atqiyā`. Bukan hal aneh jika Kiai Ṣāliḥ melakukan aksi demikian. Pasalnya, pemerintah kolonial merupakan pemerintahan ẓālim yang menjajah agama dan bangsanya. Untuk mewujudkan masyarakat harmoni, berbagai penindasan, pemiskinan, serta pembodohan dari pemerintah kolonial harus dihilangkan. Lebih dari itu, propaganda Kiai Ṣāliḥ tidak terbatas pada lingkup eksternal untuk mewujudkan harmoni dalam kehidupan bangsa dan negara. Dalam lingkup internal, Kiai Ṣāliḥ terus berupaya untuk mengonsolidasikan antar kelompok keagamaan dalam Islam, yang mengalami perkembangan cukup intensif di masyarakat. Ini dilakukan untuk menciptakan suatu kekuatan yang sinergis dan kokoh untuk menghadapi kolonial. Penelitian ini ingin mengkaji teknik propaganda yang dilakukan Kiai Ṣāliḥ dalam kitab Minhāj Al-Atqiyā`. Penelitian ini merupakan kajian kepustakaan (library research), dengan pendekatan interaksionisme simbolik. Dalam kitab Minhāj Al-Atqiyā, teknik propaganda yang dilakukan Kiai Ṣāliḥ dalam lingkup eksternal adalah teknik  plain folks, name calling, card stacking, bandwagon, testimonial, dan fear arousing. Sedangkan dalam lingkup internal, teknik yang digunakan adalah Glittering Generalities. Beberapa teknik ini memberikan pesan tentang pentingnya kekuatan harmoni-internal, sebelum membangun kehidupan yang benar-benar harmoni secara lebih luas, khususnya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.