Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Plant Metaphors in Indonesian Proverbs Fauzi, Muhammad Ivan; Nirmala, Deli
Lingua Cultura Vol 14, No 1 (2020): Lingua Cultura (In Press)
Publisher : Bina Nusantara University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21512/lc.v14i1.6395

Abstract

This research was related to the use of plant metaphors in Indonesian proverbs. It was aimed to describe (1) the use of the name of the plants in Indonesian proverbs; (2) plant metaphorical interpretation in Indonesian proverbs. The data used were written data from the Indonesian proverbs dictionary by Badudu and the collection of proverbs by Lestari. The proverbs in the proverb book collections were observed, collected, and selected based on the topic using the plant names in Indonesian proverbs. The result shows that there are plant names used in the proverbs. Those are (1) the parts of the plant consisting of seeds, roots, stems, branches, leaves, and flowers; (2) plant classification based on the seed is dicot and monocot. Dicot plant includes pomegranate, nuts, coffee, jackfruit, yam, chili, ‘cempedak’, durian, limes, and pepper. In contrast, monocot plants are bamboo, cucumber, rice, grass, sugar cane, roses, bananas, corn, coconut, turmeric, and betel. The interpretation of the metaphorical meanings shows that proverbs tell the plants as a representation of strength and weakness, good attitude, fortune, the simple life, and the bad things.
KONSEPTUALISASI METAFORA DALAM PIDATO PELANTIKAN PRESIDEN JOKO WIDODO Fauzi, Muhammad Ivan
Lingua Vol 17, No 1 (2021): January 2021
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTulisan ini bertujuan untuk menemukan serta menjelaskan bagaimana proses kognitif dalam konseptualisasi ungkapan metafora yang digunakan Joko Widodo pada pidatonya di pelantikan presiden periode kedua. Penelitian ini menggunakan metode simak dan teknik catat. Teknik purposif juga digunakan untuk memilih ungkapan metafora yang ada di dalam data. Penulis juga menggunakan kemampuan intuitif sebagai pendukung pengumpulan data. Dalam metode analisis, penulis menggunakan metode referensial dan metode semantis untuk menjabarkan dan membandingan hubungan antara ungkapan metafora sebagai sumber dan makna target yang dimaksud. Hasilnya, penulis menemukan tiga konseptualisasi yang Joko Widodo gunakan untuk menghasilkan ungkapan metafora dalam pidatonya, yakni konseptualisasi berdasarkan pengalaman yang dapat dirasakan tubuh, konseptualisasi berdasarkan ciri dan konseptualisasi berdasarkan sifat.Kata kunci: konseptualisasi, metafora konseptual, proses kognitif. 
Evaluasi Program Kartu Indonesia Pintar Kuliah di Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat Fauzi, Muhammad Ivan
Public Administration Journal (PAJ) Vol 9, No 1 (2025): Public Administration Journal
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Majene memiliki empat universitas yang menerima kuota program KIP Kuliah dengan jumlah 500-2000 mahasiswa. Namun penelitian ini hanya terfokus pada dua universitas, yaitu Universitas Sulawesi Barat dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bina Bangsa Majene. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis evaluasi program Kartu Indonesia Pintar Kuliah pada Universitas Sulawesi Barat dan STIKES Bina Bangsa di Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif dengan rancangan pendekatan postpositivisme, yaitu modifikasi dari pendekatan positivisme. Informan dalam penelitian ini berjumlah 13(tujuh belas) orang. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara dan dokumentasi penelitian. Dari hasil penelitian didapatkan kesimpulan, yaitu: Pertama, Evaluasi program Kartu Indonesia Pintar Kuliah pada Universitas Sulawesi Barat dan STIKES Bina Bangsa di Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat, sudah dilakukan dengan efektif, efisien, cukup, adil, responsif, dan tepat sasaran. Hal tersebut dilakukan dengan melihat kemampuan akademik penerima KIP Kuliah, kemampuan ekonomi penerima KIP Kuliah, dan kondisi penerima KIP Kuliah, setiap semester untuk memastikan layak menjadi penerima KIP Kuliah. Kedua, Kriteria-kriteria evaluasi program Kartu Indonesia Pintar Kuliah pada Universitas Sulawesi Barat dan STIKES Bina Bangsa di Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat, antara lain mahasiswa masih tercatat aktif statusnya sebagai mahasiswa, memiliki IPK minimal 3,00, tidak melakukan tindakan kriminal, belum menikah, dan mematuhi peraturan dan tata tertib kampus.Ketiga, Faktor pendukung pelaksanaan dari sosialisasi, penyaringan, penetapan hingga pencairan program Kartu Indonesia Pintar Kuliah pada Universitas Sulawesi Barat dan STIKES Bina Bangsa di Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat, antara lain adanya koordinasi dan komunikasi antar pihak-pihak yang terkait, adanya sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dibidangnya dan adanya pendanaan yang memadai dalam pelaksanaan program KIP Kuliah. Dan faktor penghambat pelaksanaan dari sosialisasi, penyaringan, penetapan hingga pencairan program Kartu Indonesia Pintar Kuliah pada Universitas Sulawesi Barat dan STIKES Bina Bangsa di Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat, yaitu terkadang dana KIP Kuliah terlambat cair, tidak terakreditasinya Prodi, kurangnya sosialisasi kepada mahasiswa pada prodi tertentu, kuota beasiswa prodi tertentu hangus karena tidak terpakai, kurangnya dukungan sumber daya manusia yang dibutuhkan, anggaran program kebijakan yang terbatas, dan waktu seleksi penerimaan beasiswa yang singkat.