Mahardhika, Debiy Eryana
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGGUNAAN DEIKSIS PADA RUBRIK CERKAK DALAM MAJALAH PANJEBAR SEMANGAT Mahardhika, Debiy Eryana
Sutasoma : Jurnal Sastra Jawa Vol 2 No 1 (2013): Sutasoma
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sutasoma.v2i1.2542

Abstract

PENGGUNAAN DEIKSIS PADA RUBRIK CERKAK DALAM MAJALAH PANJEBAR SEMANGAT Mahardhika, Debiy Eryana
Sutasoma : Jurnal Sastra Jawa Vol 2 No 1 (2013): Sutasoma
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sutasoma.v2i1.2542

Abstract

Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah jenis deiksis yang terkandung dalam Rubrik Cerkak Dalam Majalah Panjebar Semangat dan fungsinya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui jenis-jenis deiksis apa saja yang terdapat dalam Rubrik Cerkak Dalam Majalah Panjebar Semangat dan fungsinya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah pendekatan metodologis dan pendekatan teoretis. Pendekatan metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan pendekatan deskriptif. Pendekatan teoretis yang digunakan dalam pendekatan ini adalah pendekatan wacana. Data penelitian ini adalah berupa bentuk bahasa baik itu morfem, kata maupun frasa. Sumber data penelitian ini adalah Rubrik Cerkak Dalam Majalah Panjebar Semangat. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam kajian ini adalah dengan menggunakan metode dokumentasi. Pemaparan hasil analisis data menggunakan metode informal. Berdasarkan penelitian jenis-jenis deiksis yang terdapat dalam Rubrik Cerkak dalam Majalah Panjebar Semangat diperoleh hasil temuan sebagai berikut. (1) Deiksis persona pertama contohnya seperti kata aku, kula, awake morfem –ku, tak-, dak- dan frasa awake dhewe. (2) Deiksis persona kedua contohnya seperti kata kowe, njenengan, sliramu morfem kok-, dan morfem –mu. (3) Deiksis persona ketiga contohnya kata dheweke, panjenengane morfem –ne, dan morfem –e. (4) Deiksis tempat seperti kana, kene, kono, dan iku. (5) Deiksis waktu seperti frasa esuk nganti bengi, dan mbesuk malem minggu. (6) Anafora seperti purnawirawan mayor, putra ontan-anting dokter kewan, (7) katafora seperti prawan ayu dan sopire bapak, dan (8) deiksis sosial meliputi kata Drs, dokter kewan, dan doktere.