Mandra, I Wayan
Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

IMPLEMENTATION OF TRI HITA KARANA TEACHING TO FORM STUDENTS CHARACTERS QUALITY Mandra, I Wayan; Dhammananda, Dhammananda
Jurnal Penjaminan Mutu Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : LPM IHDN Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/jpm.v6i1.1300

Abstract

Tri Hita Karana di lingkungan sekolah dasar merupakan upaya dalam pembelajaran agama Hindu dalam mengembangkan ke tiga aspek yaitu kognitif, afektif dan psikomotor. Melalui Pendidikan Agama siswa Agama Hindu dibimbing agar selalu membina hubungan yang harmonis dengan Tuhan, sesama dan dengan lingkungan. Ajaran Tri Hita Karana akan terwujud melalui keseimbangan dalam pelaksanaannya dalam menjaga hubungan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesamanya, dan manusia dengan alam lingkungannya. Dari pengamatan awal terdapat beberapa jenis pelanggaran atau penyimpangan perilaku siswa yang cenderung negatif antara lain perilaku siswa yang kurang hormat kepada guru, melawan atau menentang nasehat guru, siswa yang selalu bercanda saat melaksanakan tri sandya, ada beberapa siswa yang kurang aktif dalam kegiatan kerja bakti dengan lebih banyak mengobrol atau menjauh saat teman temannya bergotong royong untuk  membersihkan  lingkungan  sekolah,  dan  ada  beberapa  siswa  yang  terlihat  lebih  suka membuang sampah sembarangan di ruang kelas atau di halaman sekolah.
OUTBOUND DALAM PEMBELAJARAN BAHASA BALI PADA KELOMPOK BELAJAR ANAK-ANAK PENYULUH BAHASA BALI Yasa, Putu Pertama; Mandra, I Wayan; Subagia, I Nyoman
PANGKAJA: JURNAL AGAMA HINDU Vol 24, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Balinese language learning is generally carried out in three fields, namely formally, informally and non-formally. It is formally carried out at the school level starting from SD to SMA / SMK level, informally carried out in the family environment so that it is often referred to as the Mother Language, at this stage is the initial stage before the children learn formally in school. In the non-formal field, this can be done through courses which are usually carried out by certain institutions or organizations. Balinese language instructors who contribute to Balinese language learning non-formally develop methods or learning models with the concept of learning while playing, and bring learning to the surrounding environment or often called Outbound. As for the focus of this research are (1) the background of the emergence of the Balinese Language Outbound program (2) the form of the implementation of the Balinese Language Outbound (3) the implications of the implementation of the Balinese Language Outbound in the Learning group of SD Class V Balinese Language Instructors at Kalianget Village, Kec. . Seririt, Kab. Buleleng. The theories used to support this research are Behavioristic Learning Theory, Cognitive Learning Theory, Constructivism Theory.
Implementation Of Tri Hita Karana Teaching To Form Students Characters Quality Mandra, I Wayan; Dhammananda, Dhammananda
Jurnal Penjaminan Mutu Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : LPM IHDN Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/jpm.v6i1.1300

Abstract

Tri Hita Karana di lingkungan sekolah dasar merupakan upaya dalam pembelajaran agama Hindu dalam mengembangkan ke tiga aspek yaitu kognitif, afektif dan psikomotor. Melalui Pendidikan Agama siswa Agama Hindu dibimbing agar selalu membina hubungan yang harmonis dengan Tuhan, sesama dan dengan lingkungan. Ajaran Tri Hita Karana akan terwujud melalui keseimbangan dalam pelaksanaannya dalam menjaga hubungan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesamanya, dan manusia dengan alam lingkungannya. Dari pengamatan awal terdapat beberapa jenis pelanggaran atau penyimpangan perilaku siswa yang cenderung negatif antara lain perilaku siswa yang kurang hormat kepada guru, melawan atau menentang nasehat guru, siswa yang selalu bercanda saat melaksanakan tri sandya, ada beberapa siswa yang kurang aktif dalam kegiatan kerja bakti dengan lebih banyak mengobrol atau menjauh saat teman temannya bergotong royong untuk  membersihkan  lingkungan  sekolah,  dan  ada  beberapa  siswa  yang  terlihat  lebih  suka membuang sampah sembarangan di ruang kelas atau di halaman sekolah.
OUTBOUND DALAM PEMBELAJARAN BAHASA BALI PADA KELOMPOK BELAJAR ANAK-ANAK PENYULUH BAHASA BALI Yasa, Putu Pertama; Mandra, I Wayan; Subagia, I Nyoman
PANGKAJA: JURNAL AGAMA HINDU Vol 24, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/pkj.v24i1.2182

Abstract

Balinese language learning is generally carried out in three fields, namely formally, informally and non-formally. It is formally carried out at the school level starting from SD to SMA / SMK level, informally carried out in the family environment so that it is often referred to as the Mother Language, at this stage is the initial stage before the children learn formally in school. In the non-formal field, this can be done through courses which are usually carried out by certain institutions or organizations. Balinese language instructors who contribute to Balinese language learning non-formally develop methods or learning models with the concept of learning while playing, and bring learning to the surrounding environment or often called Outbound. As for the focus of this research are (1) the background of the emergence of the Balinese Language Outbound program (2) the form of the implementation of the Balinese Language Outbound (3) the implications of the implementation of the Balinese Language Outbound in the Learning group of SD Class V Balinese Language Instructors at Kalianget Village, Kec. . Seririt, Kab. Buleleng. The theories used to support this research are Behavioristic Learning Theory, Cognitive Learning Theory, Constructivism Theory.