Sudarman, Kurmen
Peneliti Badan Litbang Pertanian di Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi, Jl. Tentara Pelajar No. 1A, Bogor 16111, Jawa Barat

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGEMBANGAN SISTEM PEMANTAUAN ELEVASI MUKA AIR LAHAN GAMBUT UNTUK PERTANIAN DI KOTA BANJARBARU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Runtunuwu, Eleonora; Syahbuddin, Haris; Supriyo, Agus; Raihan, Suaidi; Kartiwa, Budi; Sosiawan, Hendri; Sari, Kharmila; Sudarman, Kurmen; Nugroho, Wahyu Tri
Jurnal Tanah dan Iklim (Indonesian Soil and Climate Journal) Vol 37, No 2 (2013)
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jti.v37n2.2013.87-100

Abstract

Abstrak. Kendala utama dalam melakukan pengukuran elevasi muka air di lahan gambut adalah permukaan tanah yang bergelombang, sehingga membutuhkan banyak titik pengamatan untuk mendapatkan data elevasi muka air yang representatif. Penelitian ini mengembangkan sistem pemantauan elevasi muka air yang merupakan prosedur untuk mendapatkan seri data elevasi muka air pada beberapa titik pengamatan dengan menggunakan titik referensi yang sama. Data pengamatan elevasi ini selanjutnya dimanfaatkan untuk pengelolaan air lahan gambut untuk memenuhi kebutuhan air tanaman padi. Telah dilakukan penelitian di Desa Syamsudin Noor, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan, dari bulan Maret sampai Oktober 2011, yang meliputi instalasi satu unit Automatic Weather Station, dua puluh empat piezometer di lahan pertanian, lima rambu ukur dan dua pintu air di saluran tersier. Pembukaan dan penutupan pintu air pada waktu yang tepat mengakibatkan elevasi muka air dapat dipertahankan pada kondisi 20 cm terhadap kedalaman muka air tanah yang sesuai dengan kebutuhan tanaman padi. Masalah pada musim kemarau adalah terbatasnya pasokan air dari saluran drainase ke lahan yang menyebabkan tanaman padi tidak selalu tergenang. Oleh karena itu, pintu air pada saluran tersier barat dan timur perlu ditinggikan agar elevasi muka air lahan dapat lebih mudah diatur. Pengembangan sistem pemantau elevasi muka air terpadu di lahan dan saluran dengan menggunakan titik referensi yang spesifik lokasi akan memberikan informasi elevasi muka air yang lebih akurat. Data rekaman elevasi muka air runut waktu ini dapat digunakan dalam penyusunan rancang bangun teknik pengelolaan air lahan gambut untuk pertanian.